
Pantau - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menghubungi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui sambungan telepon untuk membahas penanganan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta sejumlah wilayah lainnya.
Anwar menyampaikan bahwa persoalan kabut asap menjadi perhatian serius Pemerintah Malaysia karena berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, termasuk warga Malaysia yang terdampak pencemaran udara.
Dalam keterangannya di Malaysia pada Kamis, Anwar mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah menyetujui perlunya langkah-langkah penanganan untuk mengatasi persoalan tersebut.
"Persoalan kabut asap memang mengkhawatirkan dan saya telah menghubungi Presiden Prabowo dan beliau setuju mengambil langkah-langkah yang diperlukan," kata Anwar Ibrahim.
Malaysia Tawarkan Bantuan kepada Indonesia untuk Atasi Karhutla
Selain berkomunikasi langsung dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Malaysia juga telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Indonesia melalui kementerian terkait untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Anwar menjelaskan bahwa Menteri Luar Negeri Malaysia dan Menteri Lingkungan Hidup Malaysia telah menghubungi sejumlah menteri terkait di Indonesia guna membicarakan langkah penanganan karhutla beserta dampak kabut asap yang ditimbulkan.
Menurut Anwar, Malaysia sebenarnya telah menyampaikan kesediaannya untuk memberikan bantuan dan menjalin kerja sama dengan Indonesia sejak beberapa minggu sebelumnya.
Tawaran tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Malaysia dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap lintas negara.
"Kita menyatakan sejak beberapa minggu lalu, kesediaan kita memberikan apa pun kerja sama. Dan saya tahu ini mengkhawatirkan dan berdampak pada kesehatan rakyat," jelas Anwar.
Pemerintah Malaysia menilai penanganan kabut asap perlu mendapatkan perhatian serius mengingat pencemaran udara dapat memengaruhi kesehatan masyarakat serta mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sebagai salah satu langkah penanganan di dalam negeri, Malaysia terus meningkatkan kegiatan pembenihan awan hujan atau modifikasi cuaca untuk membantu mengurangi dampak kabut asap.
Anwar menyatakan bahwa kegiatan pembenihan awan hujan tersebut ditingkatkan setiap hari sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadapi kondisi udara yang tercemar.
Anwar Instruksikan Menlu Malaysia Hubungi ASEAN untuk Bahas Kabut Asap
Selain memperkuat koordinasi bilateral dengan Indonesia, Pemerintah Malaysia juga mendorong keterlibatan negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dalam menangani persoalan kabut asap lintas negara.
Anwar mengungkapkan bahwa dirinya telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Malaysia untuk menghubungi Sekretariat ASEAN guna membahas langkah penanganan bersama di tingkat kawasan.
Komunikasi tersebut bertujuan mengupayakan penyelenggaraan kembali pertemuan khusus tingkat menteri lingkungan hidup negara-negara ASEAN yang berfokus pada persoalan kabut asap.
Pertemuan itu diharapkan menjadi wadah bagi negara-negara anggota ASEAN untuk membahas kondisi kabut asap serta merumuskan langkah penanganan yang dapat dilakukan secara bersama.
Dorongan untuk menggelar pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya Malaysia memperkuat kerja sama regional dalam menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan yang tidak hanya dirasakan oleh negara asal, tetapi juga negara-negara tetangga.
Pemerintah Malaysia menaruh perhatian terhadap potensi gangguan kesehatan akibat kabut asap, terutama karena pencemaran udara dapat berdampak pada masyarakat di kawasan yang terkena sebaran asap.
Melalui komunikasi langsung antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim, koordinasi antarkementerian, serta rencana pembahasan di tingkat ASEAN, Malaysia berupaya memperkuat kerja sama dalam menangani kebakaran hutan dan lahan beserta dampak kabut asap lintas negara.
Upaya tersebut mencakup tawaran bantuan kepada Indonesia, peningkatan kegiatan modifikasi cuaca di Malaysia, serta dorongan pembahasan bersama melalui mekanisme kerja sama ASEAN.
- Penulis :
- Shila Glorya




