HOME  ⁄  Nasional

Pemprov DKI Ajak Rumah Produksi Busan Syuting Film di Jakarta, Rano Karno Dorong Kerja Sama Perfilman Internasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemprov DKI Ajak Rumah Produksi Busan Syuting Film di Jakarta, Rano Karno Dorong Kerja Sama Perfilman Internasional
Foto: (Sumber :Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno melalui pertemuan (courtesy call) dengan Wakil Wali Kota Busan, Kim Kyung-duk, di Busan, Korea Selatan, Rabu (7/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperluas kerja sama Jakarta dan Busan, terutama dalam pengembangan ekonomi kreatif, industri perfilman, pendidikan, pertukaran talenta, serta jejaring industri budaya kedua kota. ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta.)

Pantau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka peluang bagi rumah produksi asal Busan, Korea Selatan, untuk melakukan produksi film di Jakarta melalui rencana kerja sama antara Jakarta Film Commission (JFC) dan Busan Film Commission.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat industri perfilman dan menjadikan Jakarta sebagai lokasi produksi film yang berdaya saing internasional.

Rencana itu dibahas dalam pertemuan Rano dengan Wakil Wali Kota Busan Kim Kyung-duk di Busan, Korea Selatan, Rabu (7/10/2026).

"Kami ingin menjajaki kerja sama antara Jakarta Film Commission dan Busan Film Commission, termasuk memberikan fasilitas dan peluang bagi rumah produksi Busan untuk melakukan produksi film di Jakarta," kata Rano dalam keterangan resmi, Jumat (9/10/2026).

Jakarta Siapkan Fasilitas dan Insentif Produksi Film

Rano menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah mengambil sejumlah langkah untuk membangun ekosistem perfilman yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Salah satunya melalui peluncuran Jakarta Film Commission pada 26 Juni 2026 sebagai layanan terpadu bagi pelaku industri film dan audiovisual.

Melalui program Filming in Jakarta, pemerintah daerah menyediakan dukungan berupa fasilitasi lokasi syuting, koordinasi perizinan, dan pengembangan jaringan industri perfilman.

Pemprov DKI Jakarta juga menawarkan sejumlah insentif untuk mendukung kegiatan produksi film.

Insentif tersebut mencakup keringanan pajak tontonan film nasional serta biaya penggunaan lokasi produksi tertentu yang merupakan aset pemerintah daerah.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai lokasi produksi bagi sineas nasional maupun internasional.

Jakarta dan Busan Jajaki Kolaborasi Festival Film

Selain membuka peluang produksi film, Rano mendorong kerja sama antara Jakarta Film Week dan Busan International Film Festival (BIFF).

Kolaborasi yang diusulkan meliputi promosi bersama, pertukaran sineas muda, pemutaran film lintas kota, dan penguatan jejaring industri perfilman Asia.

Menurut Rano, kerja sama tersebut dapat memperluas kesempatan bagi pelaku industri kreatif Jakarta untuk membangun hubungan dengan komunitas perfilman internasional.

Ia juga menilai hubungan Jakarta dan Busan memiliki potensi untuk dikembangkan di luar sektor perfilman.

Pemprov DKI Jakarta turut menjajaki peluang kerja sama dalam industri gim, olahraga elektronik atau e-sport, musik, serta seni pertunjukan.

Pengembangan kerja sama lintas sektor tersebut diarahkan untuk memperkuat ekonomi kreatif dan pertukaran talenta antara kedua kota.

Wakil Wali Kota Busan Sambut Positif Rencana Jakarta

Wakil Wali Kota Busan Kim Kyung-duk menyambut positif rencana kerja sama yang disampaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kim berharap pertukaran antara Busan dan Jakarta dalam bidang perfilman, gim, serta industri budaya lainnya dapat semakin aktif.

Ia juga mengapresiasi pengalaman Rano Karno di dunia perfilman dan rencana Jakarta menjadikan industri kreatif sebagai salah satu penggerak ekonomi kota.

"Saya mengetahui Jakarta memiliki rencana untuk memajukan industri perfilman," kata Kim.

Menurutnya, Busan telah mengembangkan industri perfilman sebagai salah satu identitas utama kota tersebut.

Busan Bagikan Pengalaman Mengembangkan Kota Film

Kim menjelaskan bahwa Busan mulai memperkuat posisinya sebagai pusat perfilman Asia sejak penyelenggaraan Busan International Film Festival pada 1996.

Perkembangan industri tersebut semakin mendapat pengakuan internasional setelah UNESCO menetapkan Busan sebagai UNESCO Creative City of Film pada 2014.

Busan menjadi kota pertama di Asia yang memperoleh predikat tersebut.

Kim mengatakan Pemerintah Kota Busan memberikan dukungan sekitar separuh dari anggaran penyelenggaraan festival film internasional setiap tahun.

Dukungan anggaran tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah kota untuk mempertahankan dan mengembangkan industri perfilman.

Melalui penjajakan kerja sama ini, Jakarta dan Busan berupaya membuka peluang kolaborasi produksi film, pertukaran pelaku industri kreatif, serta pengembangan jaringan budaya kedua kota.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026