HOME  ⁄  Nasional

Menteri P2MI Dorong SMK Go Global Cetak Pekerja Migran Terampil, Pemerintah Targetkan 500 Ribu Penempatan hingga 2029

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Menteri P2MI Dorong SMK Go Global Cetak Pekerja Migran Terampil, Pemerintah Targetkan 500 Ribu Penempatan hingga 2029
Foto: Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin saat berkunjung ke Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) untuk meninjau pelaksanaan program SMK Go Global di Bandung, Jawa Barat, Jumat 9/10/2026 (sumber: Kementerian P2MI)

Pantau - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan bahwa Program SMK Go Global menjadi langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang terampil, profesional, dan berdaya saing internasional, sekaligus memperkuat pelindungan pekerja migran sejak sebelum keberangkatan ke negara tujuan.

Program tersebut mengintegrasikan peningkatan keterampilan, pelatihan bahasa asing, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja internasional melalui prosedur yang legal, aman, serta terlindungi.

Mukhtarudin menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan ke Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026).

"Program ini juga menjadi bentuk pelindungan dari hulu, dengan membekali peserta dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja internasional agar siap bekerja melalui jalur yang legal, aman, dan terlindungi," kata Mukhtarudin.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam memastikan calon pekerja migran memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan dunia kerja internasional.

Jawa Barat Catat Peserta Pelatihan SMK Go Global Terbanyak

Berdasarkan data hingga 8 Oktober 2026, jumlah peserta pelatihan Program SMK Go Global di wilayah kerja Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat mencapai 1.319 orang.

Jumlah tersebut menjadi capaian peserta pelatihan tertinggi sementara dibandingkan dengan wilayah kerja BP3MI lainnya di Indonesia.

Khusus pelaksanaan di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, sebanyak 175 peserta mengikuti pelatihan yang terbagi dalam sembilan kelas dengan tiga bidang keterampilan utama.

Pelatihan operasional produksi (operation production) dan Bahasa Inggris diikuti 57 peserta yang terbagi dalam tiga kelas.

Sementara itu, pelatihan pengelasan (welder) dan Bahasa Inggris diikuti 20 peserta dalam satu kelas.

Adapun pelatihan pramukopi (barista) dan Bahasa Inggris menjadi bidang dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 98 orang yang terbagi dalam lima kelas.

Seluruh bidang pelatihan tersebut dipadukan dengan pembelajaran Bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan komunikasi peserta dalam menghadapi lingkungan kerja internasional.

Mukhtarudin menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan program peningkatan kompetensi (upskilling) yang diperuntukkan bagi peserta yang sebelumnya telah memiliki kemampuan dasar sesuai bidang keterampilan masing-masing.

Melalui pelatihan lanjutan dan sertifikasi, peserta diharapkan mampu memenuhi standar kompetensi profesional yang dibutuhkan perusahaan di luar negeri.

Pemerintah Pastikan Seluruh Biaya Pelatihan Ditanggung APBN

Mukhtarudin memastikan bahwa seluruh biaya pelatihan Program SMK Go Global ditanggung pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian P2MI untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja internasional.

"Pelatihan dalam Program SMK Go Global ini sepenuhnya dibiayai melalui APBN. Ini merupakan wujud komitmen Kementerian P2MI untuk menghadirkan pelatihan berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional," kata Mukhtarudin.

Melalui pembiayaan tersebut, pemerintah berupaya memastikan peserta memperoleh kesempatan meningkatkan keterampilan tanpa harus menanggung biaya pelatihan.

Program ini juga diarahkan untuk membangun sistem penyiapan pekerja migran yang mengutamakan kompetensi, profesionalisme, dan pelindungan sejak tahap awal.

UKRI Dorong Kerja Sama untuk Cetak Tenaga Profesional Indonesia

Wakil Rektor II Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, Erdiansyah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri P2MI Mukhtarudin sekaligus pelaksanaan Program SMK Go Global di lingkungan kampus UKRI.

Erdiansyah berharap program tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan antara UKRI, Kementerian P2MI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya generasi muda yang ingin mengembangkan keterampilan dan memperoleh kesempatan berkarier di luar negeri.

Erdiansyah juga menekankan pentingnya membangun citra pekerja Indonesia sebagai tenaga profesional yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan menjaga budaya serta nama baik bangsa.

"Kami ingin agar ketika anak-anak muda Indonesia bekerja di luar negeri, maka mereka bukan hanya dikenal sebagai tenaga kerja, tetapi juga dikenal sebagai tenaga profesional Indonesia yang kompeten, berintegritas, berbudaya, dan mampu menjaga nama baik bangsa," kata Erdiansyah.

Ia berharap Program SMK Go Global dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mengembangkan karier pada tingkat internasional.

Universitas Kebangsaan Republik Indonesia sendiri menjadi salah satu mitra pelaksana Program SMK Go Global dengan kegiatan pelatihan yang telah berlangsung sejak awal September 2026.

Kementerian P2MI Targetkan 500 Ribu Pekerja Migran hingga 2029

Dalam pelaksanaan secara nasional, Kementerian P2MI menargetkan pembentukan 2.000 kelas pelatihan yang tersebar di 23 wilayah kerja pelayanan dan pelindungan pekerja migran Indonesia.

Selain memperluas penyelenggaraan pelatihan, pemerintah menetapkan target penempatan pekerja migran Indonesia melalui Program SMK Go Global secara bertahap selama periode 2026 hingga 2029.

Pada 2026, Kementerian P2MI menargetkan penempatan sebanyak 40.000 pekerja migran Indonesia melalui program tersebut.

Target tersebut meningkat menjadi 140.000 pekerja migran pada 2027.

Selanjutnya, pada 2028 pemerintah menetapkan target penempatan sebanyak 180.000 pekerja migran, sekaligus menjadi target tahunan tertinggi selama periode pelaksanaan program.

Sementara itu, target penempatan pada 2029 ditetapkan sebanyak 140.000 pekerja migran Indonesia.

Dengan demikian, total target penempatan melalui Program SMK Go Global selama periode 2026–2029 mencapai 500.000 pekerja migran Indonesia.

Melalui program tersebut, Kementerian P2MI berupaya menghubungkan pelatihan keterampilan, penguasaan bahasa asing, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja internasional dengan sistem pelindungan pekerja migran sejak sebelum keberangkatan.

Program SMK Go Global diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja Indonesia yang tidak hanya mampu bersaing di pasar internasional, tetapi juga memiliki kompetensi profesional dan memperoleh pelindungan melalui mekanisme penempatan yang legal serta aman.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026