HOME  ⁄  Nasional

Pangkogabwilhan III Tegaskan Peran Intelijen BIN dalam Operasi TNI di Papua, Tiga Pimpinan TPNPB-OPM Dilaporkan Tewas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pangkogabwilhan III Tegaskan Peran Intelijen BIN dalam Operasi TNI di Papua, Tiga Pimpinan TPNPB-OPM Dilaporkan Tewas
Foto: (Sumber :Pangkogabwilhan III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto (depan) sedang memberikan keterangaan atas peristiwa kontak senjata yang menewasakan anggota OPM di Distrik Agisaga, Kabupaten Intan Jaya. ANTARA/HO- Tangkapan layar video Kogabwilahan III.)

Pantau - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa dukungan intelijen dari Badan Intelijen Negara (BIN) berperan penting dalam operasi keamanan di Papua, termasuk penindakan terhadap kelompok bersenjata TPNPB-OPM di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, yang dilaporkan menewaskan tiga pimpinannya.

Lucky menyampaikan bahwa informasi intelijen membantu aparat menentukan sasaran operasi sekaligus mengurangi risiko terhadap masyarakat sipil di sekitar lokasi penindakan.

"Informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata dinilai membantu aparat dalam menentukan sasaran operasi serta mengurangi risiko terhadap masyarakat sipil di sekitar wilayah penindakan," ucap Lucky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

Menurutnya, koordinasi antara BIN dan satuan operasi TNI menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi ancaman kekerasan bersenjata di Papua.

Tiga Pimpinan TPNPB-OPM Dilaporkan Tewas dalam Kontak Senjata

Lucky menjelaskan bahwa pasukan gabungan Satgas Yonif Marinir 9 dan Denkul 4 Satgas Rajawali V Koops TNI Habema melaksanakan operasi terhadap kelompok TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya di Kabupaten Maybrat.

Dalam operasi tersebut, tiga pimpinan kelompok bersenjata dilaporkan tewas setelah terjadi kontak senjata dengan aparat TNI.

Ketiganya adalah Manfret Fatem yang disebut sebagai Komandan Operasi TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya, Anton Fatem selaku Komandan Batalyon Ayosami, serta Yesias Fatem selaku Komandan Batalyon Mosata.

Pasukan gabungan TNI dilaporkan menemukan lokasi persembunyian ketiga orang tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh sebelum pelaksanaan operasi.

"Berdasarkan informasi operasi yang disampaikan, keberhasilan penindakan tersebut didukung oleh informasi intelijen bernilai A1 dari Badan Intelijen Negara (BIN)," ujar Lucky.

Menurut keterangan TNI, kontak senjata terjadi setelah ketiga orang tersebut diduga melakukan perlawanan dengan melepaskan tembakan ke arah pasukan.

"Ketiganya disebut melakukan perlawanan dengan melepaskan tembakan ke arah pasukan TNI sehingga terjadi kontak senjata. Manfret Fatem dilaporkan tewas di lokasi, sedangkan Anton Fatem dan Yesias Fatem dilaporkan tewas ketika berusaha melarikan diri menuju kawasan Sungai Frambu. Pencarian terhadap dua jenazah yang disebut tenggelam di sungai masih dilakukan," ungkapnya.

TNI Amankan Senjata AK-101 dan Puluhan Amunisi

Selain melaporkan tiga korban tewas, aparat TNI menyatakan telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kontak senjata.

Barang bukti tersebut meliputi satu pucuk senjata api jenis AK-101, puluhan butir amunisi tajam, dan selembar bendera Bintang Kejora.

Seluruh barang bukti tersebut dilaporkan ditemukan dalam rangkaian operasi yang dilaksanakan pasukan gabungan di wilayah Maybrat.

Sementara itu, pencarian terhadap dua jenazah yang dilaporkan tenggelam di kawasan Sungai Frambu masih berlangsung berdasarkan keterangan yang disampaikan Lucky.

Pangkogabwilhan III Tekankan Perlindungan Masyarakat Sipil

Lucky menegaskan bahwa seluruh personel TNI yang bertugas di bawah kendali Kogabwilhan III harus melaksanakan operasi keamanan secara profesional, tegas, dan terukur.

Setiap personel juga diwajibkan mematuhi aturan pelibatan atau rules of engagement (ROE), ketentuan perundang-undangan, serta prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia.

"Prinsip salus populi suprema lex esto, yakni keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi tetap menjadi pedoman utama dalam penyelenggaraan operasi. Keselamatan masyarakat sipil, perlindungan terhadap warga, dan pemeliharaan stabilitas keamanan di Papua merupakan prioritas yang harus dijaga oleh seluruh personel TNI," katanya.

Ia menekankan bahwa perlindungan masyarakat sipil harus tetap menjadi prioritas dalam setiap tindakan pengamanan di Papua.

Menurutnya, dukungan informasi intelijen dan koordinasi antarsatuan diperlukan agar operasi dapat dilaksanakan secara efektif tanpa mengabaikan ketentuan hukum.

TNI menyatakan akan terus menjalankan tugas pengamanan wilayah Papua Barat Daya dengan mengedepankan akuntabilitas, kepatuhan terhadap hukum, dan keselamatan masyarakat.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026