HOME  ⁄  Nasional

Ditjen Bimas Buddha Gelar Aksi Bersih-Bersih Vihara di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi Sambut HUT ke-21

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ditjen Bimas Buddha Gelar Aksi Bersih-Bersih Vihara di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi Sambut HUT ke-21
Foto: (Sumber :Aksi bersih-bersih Vihara menyabut HUT ke-21 Dirjen Bimas Buddha. ANTARA/HO-Kemenag.)

Pantau - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha (Ditjen Bimas Buddha) Kementerian Agama menggelar aksi bersih-bersih vihara dan rumah ibadah di wilayah Jakarta, Tangerang, serta Bekasi untuk menyambut peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-21 lembaga tersebut.

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah sekaligus mempererat hubungan antara jajaran pemerintah dan umat Buddha.

Direktur Jenderal Bimas Buddha Kementerian Agama, Supriyadi, mengatakan peringatan hari jadi lembaganya tahun ini mengedepankan pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Kami mengajak teman-teman di Bimas Buddha tidak hanya berhubungan dengan administrasi dalam bentuk layanan semata, tetapi juga aktivitas yang memang berada dekat dengan masyarakat,” ujar Supriyadi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

Ditjen Bimas Buddha Libatkan Pegawai dalam Aksi Bersih-Bersih Vihara

Supriyadi menjelaskan bahwa kegiatan bersih-bersih rumah ibadah merupakan wujud nyata kepedulian jajaran Ditjen Bimas Buddha terhadap kebutuhan umat.

Menurutnya, kebersihan dan kenyamanan vihara perlu mendapat perhatian karena rumah ibadah menjadi tempat masyarakat menjalankan aktivitas keagamaan.

Aksi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai kesederhanaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam peringatan HUT ke-21 Ditjen Bimas Buddha.

Supriyadi mengajak seluruh pegawai, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami mengajak semua karyawan kita, baik yang di pusat maupun di daerah, agar juga melakukan kebajikan mendekat kepada umat. Sehingga seluruh jajaran Bimas Buddha itu bukan hanya dipandang sebagai pejabat saja, namun sesungguhnya kami ini adalah pelayan umat, abdi masyarakat, abdi negara,” kata dia.

Melalui kegiatan tersebut, Ditjen Bimas Buddha ingin menunjukkan bahwa pelayanan pemerintah tidak hanya berlangsung melalui urusan administrasi.

Aksi Sosial Jadi Sarana Menyerap Aspirasi Umat Buddha

Selain membersihkan rumah ibadah, jajaran Ditjen Bimas Buddha memanfaatkan kegiatan tersebut untuk berinteraksi langsung dengan pengurus vihara dan umat Buddha.

Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melihat kondisi rumah ibadah sekaligus memahami kebutuhan masyarakat.

Supriyadi mengatakan komunikasi langsung dengan umat diperlukan untuk memperkuat kualitas pelayanan keagamaan.

Melalui interaksi tersebut, jajaran Ditjen Bimas Buddha juga dapat mendengarkan aspirasi dan harapan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara aparatur pemerintah, pengurus rumah ibadah, dan umat.

Peringatan HUT ke-21 Mengutamakan Efisiensi dan Manfaat

Sekretaris Ditjen Bimas Buddha, Triroso, mengatakan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-21 disusun dengan mempertimbangkan efisiensi dan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, setiap program perlu dirancang agar penggunaan sumber daya tetap terukur dan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Program-program kita itu harus seefisien mungkin, seefektif mungkin, namun berdampak kepada masyarakat,” ujarnya.

Triroso menjelaskan bahwa aksi bersih-bersih vihara merupakan salah satu bentuk kegiatan yang mengutamakan manfaat sosial.

Peringatan hari jadi lembaga tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan keagamaan masyarakat.

Gerakan Bersih-Bersih Vihara Sejalan dengan Semangat Ekoteologi

Triroso menyampaikan bahwa kegiatan membersihkan rumah ibadah juga sejalan dengan semangat ekoteologi yang menekankan kepedulian terhadap lingkungan melalui tindakan nyata.

Menurutnya, kepedulian lingkungan tidak hanya berkaitan dengan pelestarian alam, tetapi juga mencakup kebersihan, sanitasi, dan kenyamanan tempat ibadah.

Melalui gerakan tersebut, Ditjen Bimas Buddha mendorong kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan rumah ibadah agar tetap bersih dan nyaman digunakan.

Triroso turut mengapresiasi pengurus vihara dan umat Buddha yang berpartisipasi dalam kegiatan sosial keagamaan.

Ia menilai pengabdian sosial dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian.

Aksi bersih-bersih di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-21 Ditjen Bimas Buddha yang menitikberatkan pelayanan dan kedekatan dengan umat.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026