
Pantau - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menegaskan bahwa kewajiban alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Penegasan tersebut disampaikan Lalu saat kunjungan kerja reses Komisi X DPR RI di Kantor Bupati Gianyar, Bali, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, pemenuhan anggaran pendidikan sesuai amanat konstitusi diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan memperluas akses masyarakat, termasuk melalui program beasiswa.
“Nah, ini patut dicontoh bagi daerah lain bahwa mandatory spending yang 20 persen, amanat konstitusi itu tidak hanya dibebankan kepada APBN, tetapi juga kepada APBD,” ujar Lalu.
DPR Apresiasi Program Beasiswa Pemerintah Kabupaten Gianyar
Lalu memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar yang dinilai menunjukkan komitmen terhadap pembangunan sektor pendidikan melalui penyediaan program beasiswa.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah tersebut telah menjalankan program beasiswa selama beberapa tahun untuk peserta didik mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Gianyar mulai melaksanakan program beasiswa untuk jenjang perguruan tinggi sejak 2025.
Menurut Lalu, kebijakan tersebut menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam menerjemahkan amanat konstitusi menjadi program yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Kabupaten Gianyar menunjukkan itikad yang luar biasa untuk melaksanakan konstitusi. Ini perlu dicontoh sekali lagi bagi daerah-daerah lain,” tegasnya.
Politikus Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut berharap pemerintah daerah lain dapat mengembangkan kebijakan serupa sesuai dengan kebutuhan pendidikan masyarakat di wilayah masing-masing.
Anggaran Pendidikan Dinilai Penting untuk Meningkatkan Kualitas SDM
Lalu menekankan bahwa keseriusan pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran pendidikan turut menentukan keberhasilan pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, investasi pendidikan diperlukan untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang memiliki kemampuan dan daya saing.
Ia menilai peningkatan kualitas pendidikan juga berkaitan dengan kemajuan pembangunan daerah dalam berbagai sektor.
“Ini menunjukkan bahwa kalau daerah diurus dengan serius, maka tentu kemajuan dan pemajuan di seluruh sektor, terutama di bidang pendidikan, itu akan menghasilkan SDM-SDM yang menjadi generasi penerus perjuangan bangsa kita,” ungkapnya.
Lalu berharap komitmen pemerintah daerah terhadap sektor pendidikan dapat terus diperkuat melalui program yang memberikan manfaat langsung bagi peserta didik.
Kabupaten Gianyar Terima DAK Nonfisik Pendidikan Rp22 Miliar
Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, dilakukan penyerahan simbolis Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Pendidikan Tahun Anggaran 2026 untuk Kabupaten Gianyar senilai Rp22 miliar.
Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung berbagai kebutuhan penyelenggaraan pendidikan di wilayah Gianyar.
Alokasi pendanaan mencakup Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta BOP Pendidikan Kesetaraan.
Selain itu, dana tersebut juga diperuntukkan bagi sejumlah komponen tunjangan di sektor pendidikan.
Dukungan anggaran tersebut diharapkan dapat membantu satuan pendidikan dalam menjalankan kegiatan pembelajaran dan meningkatkan kualitas layanan kepada peserta didik.
Pengelolaan dana pendidikan juga perlu dilakukan secara tepat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh sekolah, tenaga pendidik, dan masyarakat.
Pemkab Gianyar Dorong Sinergi Pusat dan Daerah dalam Pendidikan
Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, yang membacakan sambutan Bupati Gianyar, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga pembentukan karakter, kreativitas, dan keterampilan.
Pendidikan juga dinilai memiliki peran penting dalam menanamkan kecintaan generasi muda terhadap budaya serta identitas daerah.
“Dalam konteks tersebut, pendidikan menjadi fondasi utama. Kita membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, keterampilan, serta kecintaan terhadap budaya dan daerahnya,” ungkap Mayun.
Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap kunjungan kerja Komisi X DPR RI dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan sektor pendidikan.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung kebutuhan pembangunan daerah sekaligus memperluas kesempatan masyarakat memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




