HOME  ⁄  Nasional

Kementan dan DPR Dorong Peternakan Babi Modern di Sulawesi Utara, Fokus Bibit Unggul dan Kemitraan Peternak Rakyat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kementan dan DPR Dorong Peternakan Babi Modern di Sulawesi Utara, Fokus Bibit Unggul dan Kemitraan Peternak Rakyat
Foto: (Sumber :Suasana reses Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian di PT Sulawesi Optima Wirakarya (SOW), Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Jumat (9/10/2026). ANTARA/HO-Kementan.)

Pantau - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Komisi IV DPR RI mendorong pengembangan peternakan babi modern berbasis kemitraan di Sulawesi Utara dengan fokus pada penyediaan bibit unggul, penguatan kesehatan hewan, dan pemberdayaan peternak rakyat.

Program tersebut dibahas dalam kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI ke PT Sulawesi Optima Wirakarya (SOW) di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Jumat (9/10/2026).

Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Hendra Wibawa mengatakan pengembangan peternakan modern harus memperhatikan kualitas genetik, pengendalian penyakit, dan keberlanjutan usaha masyarakat.

"Pengembangan peternakan modern perlu berjalan seiring dengan penguatan kesehatan hewan, biosekuriti yang ketat, kualitas genetik, dan kemitraan yang saling menguntungkan," kata Hendra dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

Menurutnya, peningkatan produktivitas peternakan tidak boleh hanya menguntungkan perusahaan besar, tetapi juga harus membuka peluang bagi peternak rakyat untuk meningkatkan kualitas ternak.

"Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternakan di Sulawesi Utara," ujarnya.

Kementan Perkuat Biosekuriti untuk Cegah Penyakit ASF

Hendra menjelaskan bahwa pengembangan peternakan babi modern perlu disertai langkah pencegahan penyakit, terutama demam babi Afrika atau African swine fever (ASF).

Menurutnya, pengendalian ASF tidak hanya bergantung pada vaksinasi, tetapi juga membutuhkan penerapan biosekuriti secara konsisten.

Langkah tersebut menjadi penting karena vaksin ASF yang dibahas belum memperoleh izin keamanan untuk digunakan.

Kementan mendorong peternak rakyat menerapkan langkah biosekuriti sederhana untuk mengurangi risiko penularan penyakit pada ternak.

"Yang kita dorong adalah community-based ASF intervention, yaitu memberdayakan peternak rakyat agar dapat menerapkan biosekuriti secara sederhana," ujarnya.

Hendra menyampaikan bahwa upaya tersebut telah ditindaklanjuti bersama dinas terkait di Minahasa Utara agar dapat diterapkan oleh lebih banyak peternak.

Selain pengawasan di tingkat peternakan, pemerintah juga menekankan pentingnya pengendalian lalu lintas ternak berdasarkan status kesehatan hewan.

Distribusi ternak harus memenuhi persyaratan teknis guna mencegah penyebaran penyakit ke wilayah lain.

Koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan otoritas karantina diperlukan untuk memastikan kegiatan distribusi ternak tetap berjalan dengan memperhatikan perlindungan kesehatan hewan.

DPR Minta Perusahaan Fokus Pembibitan, Budidaya Tetap untuk Peternak Rakyat

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Alex Indra Lukman menilai pengembangan pembibitan babi modern dapat membantu mengatasi keterbatasan calon indukan berkualitas.

Menurutnya, ketersediaan bibit unggul menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas peternakan babi.

"Ini adalah niat baik untuk membantu peternak, menyiapkan calon-calon indukan yang bagus. Mudah-mudahan ini mendapat respons yang baik dari teman-teman kita di pemerintah," ujar Alex.

Alex menekankan pentingnya pembagian peran antara perusahaan besar dan peternak rakyat dalam pengembangan industri peternakan.

Perusahaan dinilai dapat berkontribusi melalui penyediaan bibit berkualitas dan pembangunan fasilitas pendukung.

Sementara itu, kegiatan budidaya diharapkan tetap menjadi ruang usaha bagi peternak rakyat.

"Di Komisi IV, kami berkeinginan agar budi daya diserahkan kepada rakyat. Silakan perusahaan membangun pabrik atau mengembangkan usaha pembibitan, tetapi budi daya tetap diharapkan menjadi ruang bagi peternak rakyat," tutur Alex.

Hendra juga mengingatkan agar produksi bibit disesuaikan dengan kebutuhan pasar sehingga pengembangan usaha pembibitan tidak beralih menjadi kegiatan pembesaran yang berpotensi bersaing langsung dengan peternak kecil.

"Keberhasilan tidak hanya ditentukan korporasi, tetapi oleh kemitraan antara perusahaan, masyarakat, koperasi, pemerintah, dan perguruan tinggi. Semuanya harus saling menopang," kata Hendra.

Pemkab Minahasa Utara Harap Peternakan Modern Stabilkan Harga Daging Babi

Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menyambut pengembangan peternakan modern PT SOW sebagai peluang memperkuat pasokan daging babi di daerah.

Menurutnya, ketersediaan daging babi menjadi perhatian pemerintah daerah karena perubahan harganya turut memengaruhi inflasi di Minahasa Utara.

"Kehadiran peternakan ini akan sangat membantu menjaga kestabilan harga, khususnya untuk menjaga laju inflasi di Kabupaten Minahasa Utara," ujar Joune.

Joune berharap pengembangan usaha peternakan tersebut dapat mendukung pemenuhan kebutuhan daging babi di Kabupaten Minahasa Utara dan wilayah Sulawesi Utara.

Pemerintah daerah juga menyatakan kesiapan mendukung kemitraan serta pendampingan bersama pelaku usaha.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengantisipasi perubahan kebutuhan pasar dan potensi lonjakan harga daging babi.

PT SOW Siapkan Calon Indukan Berkualitas untuk Peternak

Direktur Utama PT SOW Andreas Surya Putra menjelaskan bahwa perusahaannya mengembangkan peternakan terintegrasi dengan fokus utama pada penyediaan calon indukan babi berkualitas.

Bibit yang dihasilkan direncanakan untuk disalurkan kepada peternak agar dapat dikembangkan melalui kegiatan pembiakan secara mandiri.

Andreas menegaskan bahwa perusahaan tidak memusatkan pengembangan usaha pada produksi babi siap potong.

"Fokus kami bukan pada pengeluaran final stock untuk dipotong, tetapi lebih pada calon indukan. Calon indukan ini kami harapkan dapat disalurkan kepada peternak, sehingga mereka bisa melakukan pembiakan dan menghasilkan final stock sendiri," ujar Andreas.

Melalui pola tersebut, PT SOW menargetkan peternak dapat memperoleh calon indukan berkualitas sekaligus mengembangkan usaha pembibitan dan menghasilkan ternak siap produksi secara mandiri.

Pengembangan peternakan berbasis kemitraan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat kesehatan ternak, dan mendukung keberlanjutan usaha peternak rakyat di Sulawesi Utara.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026