HOME  ⁄  Nasional

Pemuda 24 Tahun Ditemukan Tewas Terbungkus Selimut Hitam di Kos Jakarta Barat, Keluarga Ungkap Kronologi Penemuan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemuda 24 Tahun Ditemukan Tewas Terbungkus Selimut Hitam di Kos Jakarta Barat, Keluarga Ungkap Kronologi Penemuan
Foto: Ilustrasi - Petugas gabungan Polsek Cianjur, Jawa Barat melakukan evakuasi jasad seorang pria yang ditemukan di saluran irigasi di Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Jumat (31/7/2026).

Pantau - Seorang pemuda berinisial MF (24) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tubuh terbungkus rapat selimut hitam di kamar indekosnya di Jalan Salam IV, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (8/10/2026).

Penemuan jasad korban bermula ketika pihak keluarga kesulitan menghubungi MF selama dua hari hingga meminta bantuan pengemudi ojek daring untuk memeriksa kondisi korban di kamar indekos.

Kakak korban, Fani, mengatakan adiknya yang berasal dari Bukittinggi, Sumatera Barat, terakhir berkomunikasi dengan keluarga pada Selasa (6/10/2026).

Hingga Minggu (11/10/2026), penyebab kematian MF belum diketahui secara pasti, sementara keluarga menyebut hasil pemeriksaan sementara kepolisian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.

Korban Tidak Bisa Dihubungi Selama Dua Hari

Fani menjelaskan bahwa komunikasi terakhir keluarga dengan MF berlangsung pada Selasa (6/10/2026).

Korban diketahui merupakan pemuda asal Bukittinggi, Sumatera Barat, yang belum lama menyelesaikan pendidikan kuliah.

Setelah komunikasi terakhir tersebut, keluarga berulang kali mencoba menghubungi MF melalui telepon seluler.

"Ibu saya hari Rabu dan Kamis itu mencoba komunikasi sama adik saya, tapi enggak bisa dihubungi," ujar Fani saat dikonfirmasi, Minggu (11/10/2026).

Fani yang sedang berada di luar negeri kemudian berinisiatif memesan jasa ojek daring pada Kamis pagi untuk memeriksa kondisi adiknya.

Pengemudi tersebut diminta mendatangi kamar indekos MF dan melaporkan situasi melalui panggilan video.

Pintu Kamar Terkunci dari Dalam

Setibanya di lokasi, pengemudi ojek daring meminta izin kepada penjaga indekos bernama Nila untuk memeriksa kamar korban.

Pengemudi kemudian mengetuk pintu dan memanggil MF, tetapi tidak memperoleh jawaban.

"Ojol ini minta ijin ke Bu Nila (penjaga kos) untuk ke kamar karena ingin mengecek kondisi, sesampai di depan kamar kos itu dipanggil dan diketuk pintu tapi tidak ada jawaban. Posisi pintu terkunci dari dalam," ungkapnya.

Penjaga indekos sempat mengambil kunci cadangan untuk membuka kamar tersebut.

Namun, pintu tidak dapat dibuka karena masih terdapat kunci yang tersangkut pada lubang kunci dari bagian dalam kamar.

Penjaga indekos kemudian meminta izin kepada pemilik bangunan untuk mendobrak pintu agar kondisi MF dapat diperiksa.

Jasad Korban Ditemukan Terbungkus Selimut Hitam

Setelah pintu berhasil dibuka, kondisi kamar korban diketahui gelap karena token listrik telah habis.

Orang-orang yang masuk kemudian melihat tubuh seseorang dalam posisi telentang di atas kasur dengan kondisi tertutup selimut.

"Setelah dibuka, kondisi kamar gelap karena token listrik juga habis. Di kasur ada tubuh, tertutup selimut. Jadi selimut itu membungkus adik saya sangat ketat dari ujung kepala sampai kaki. Posisi tubuh telentang. Tidak bergerak," jelasnya.

Menurut Fani, orang-orang yang berada di lokasi tidak berani menyentuh tubuh korban.

Penjaga indekos selanjutnya menghubungi pengurus RT untuk melaporkan penemuan tersebut.

Keluarga Sebut Ada Dua Botol Cairan di Dekat Korban

Fani mengatakan dirinya memperoleh informasi dari saksi mengenai sejumlah barang yang ditemukan di sekitar jasad MF.

Di dekat korban terdapat telepon seluler yang sedang terhubung dengan pengisi daya.

Selain itu, menurut keterangan yang diterima Fani, ditemukan dua botol cairan yang disebut sebagai kloroform lem akrilik dan cairan untuk bahan kulit.

Belum terdapat keterangan resmi mengenai hubungan barang-barang tersebut dengan penyebab kematian korban.

Fani juga menyampaikan keterangan penjaga indekos yang mengaku masih berpapasan dengan MF pada Rabu (7/10/2026) sore.

"Kalau kesaksian penjaga kos, hari Rabu sore itu dia masih papasan dengan adik saya. Ada beberapa paket di sore itu, tapi penjaga kos ini enggak mendengar suara keributan apapun selama rabu malam," jelasnya.

Polisi Amankan Rekaman CCTV, Penyebab Kematian Masih Misterius

Fani mengatakan rekaman kamera pengawas atau CCTV di lokasi indekos telah diambil pihak kepolisian sebagai barang bukti.

Menurutnya, penjaga indekos tidak lagi dapat mengakses rekaman tersebut setelah diamankan petugas.

Keluarga juga menerima informasi bahwa tubuh MF ditemukan dalam kondisi membengkak dan sulit diidentifikasi.

Fani menyebut korban ditemukan tanpa pakaian, mengenakan jam tangan pintar, serta memiliki penutup pada bagian wajah.

"Hasil sementara dari kepolisian tidak ada tanda-tanda kekerasan, tubuh adik saya sudah membengkak dan sulit diidentifikasi, tubuh ditemukan dalam balutan selimut hitam tidak mengenakan pakaian. Hanya mengenakan smart watch. Wajah ditutup dua lapis masker, dan dua handuk yang menutupi mulut dan hidung," tandasnya.

Hingga keterangan tersebut disampaikan, belum ada kepastian mengenai penyebab kematian MF maupun bagaimana tubuh korban dapat ditemukan dalam kondisi terbungkus rapat.

Kepolisian telah mengamankan rekaman CCTV sebagai barang bukti, sementara penyebab kematian korban masih belum terungkap.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026