HOME  ⁄  Nasional

BSI Luncurkan Program Satu Benang untuk Sade, Bangun Kembali Rumah Adat dan Pulihkan Ekonomi Warga Lombok Pascakebakaran

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

BSI Luncurkan Program Satu Benang untuk Sade, Bangun Kembali Rumah Adat dan Pulihkan Ekonomi Warga Lombok Pascakebakaran
Foto: Nusa Tenggara Barat, 11 Oktober 2026. Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (kiri) berbincang dengan Tokoh Masyarakat Desa Sade, Sanah Ardinata di salah satu icon Desa Sade.

Pantau - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) meresmikan program "Satu Benang untuk Sade" di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk membantu pemulihan Desa Wisata Sade pascakebakaran melalui pembangunan kembali rumah adat, fasilitas umum, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Program yang diumumkan pada Minggu (11/10/2026) tersebut dijalankan BSI melalui sinergi bersama Danantara Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat pariwisata halal dan mendukung keberlanjutan usaha masyarakat.

Pemulihan Desa Sade difokuskan pada pembangunan kembali empat unit rumah adat, gapura desa, balai pertemuan, serta fasilitas ibadah masyarakat.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan memperbaiki bangunan yang terdampak kebakaran, tetapi juga memulihkan aktivitas ekonomi warga yang bergantung pada sektor pariwisata.

BSI Bangun Kembali Empat Rumah Adat dan Fasilitas Desa Sade

Desa Sade merupakan salah satu destinasi wisata budaya masyarakat Sasak di Lombok yang memiliki daya tarik berupa rumah adat dan tradisi menenun.

Aktivitas pariwisata di kawasan tersebut sempat terganggu akibat kebakaran yang berdampak pada kehidupan dan mata pencaharian masyarakat setempat.

Melalui program "Satu Benang untuk Sade", BSI memberikan dukungan pemulihan infrastruktur yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari maupun kegiatan wisata.

Pembangunan kembali mencakup empat rumah adat, gapura desa, balai pertemuan, dan pusat ibadah masyarakat.

Perbaikan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan Desa Sade dalam menerima kembali wisatawan domestik dan mancanegara.

BSI juga menempatkan pelestarian budaya Sasak sebagai bagian dari program pemulihan kawasan wisata tersebut.

Pengrajin Tenun dan UMKM Jadi Fokus Pemulihan Ekonomi

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan bahwa pemulihan Desa Sade harus memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat lokal.

"Membangkitkan Desa Sade bukan sekadar merenovasi bangunan, melainkan menghidupkan kembali rantai ekonomi warga. Pariwisata halal yang beretika harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat,” kata Anggoro.

Menurutnya, pemulihan aktivitas wisata perlu diikuti dengan peningkatan kesempatan usaha bagi warga yang menggantungkan penghasilan dari kunjungan wisatawan.

Kelompok masyarakat yang menjadi perhatian dalam program tersebut meliputi pengrajin tenun, pedagang, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengelola penginapan warga.

Anggoro menekankan pentingnya memastikan manfaat ekonomi dari kunjungan wisatawan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Sade.

BSI berharap pemulihan kawasan wisata dapat membantu warga kembali menjalankan kegiatan usaha sekaligus mempertahankan tradisi budaya yang menjadi daya tarik desa.

BSI Gandeng Danantara untuk Perkuat Pariwisata Halal

Pelaksanaan program "Satu Benang untuk Sade" menjadi bagian dari kerja sama BSI dengan Danantara Indonesia dalam mendukung pemulihan desa wisata.

BSI menilai pengembangan pariwisata halal tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas yang ramah bagi wisatawan Muslim.

Pengembangan sektor tersebut juga perlu memperhatikan keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kawasan wisata.

Karena itu, program pemulihan Desa Sade diarahkan untuk menghubungkan perbaikan infrastruktur dengan penguatan aktivitas usaha masyarakat.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu Desa Sade kembali beroperasi sebagai destinasi wisata budaya dengan pelayanan yang lebih berdaya saing.

Masyarakat Bisa Berdonasi Melalui Aplikasi BYOND by BSI

Selain menjalankan program pembangunan kembali fasilitas desa, BSI membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pemulihan Desa Sade.

Partisipasi publik difasilitasi melalui program donasi "Satu Benang untuk Sade" yang dikelola melalui BSI Maslahat.

Masyarakat dapat mengakses program donasi tersebut melalui aplikasi BYOND by BSI.

Pembukaan akses donasi ini bertujuan memperluas keterlibatan masyarakat dalam mendukung pemulihan desa wisata yang terdampak kebakaran.

Melalui pembangunan infrastruktur, pemberdayaan pelaku usaha, dan penggalangan donasi, BSI berupaya membantu masyarakat Desa Sade memulihkan aktivitas pariwisata sekaligus menjaga keberlangsungan budaya Sasak.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026