
Pantau - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan (Sudinkes Jaksel) mencatat sebanyak 1.314 kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang Januari hingga September 2026 dengan angka insidensi atau incidence rate (IR) sebesar 56,55.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Sudinkes Jakarta Selatan, Fitria Ramdhita, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan DBD melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin.
"Jumlah kasus DBD 2026 di Jakarta Selatan sampai September 2026 sebanyak 1.314 kasus dengan IR 56,55," kata Fitria saat dihubungi di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Sudinkes Jakarta Selatan juga melakukan pemantauan perkembangan kasus dan kepadatan nyamuk penular DBD untuk mengidentifikasi faktor risiko penyebaran penyakit.
Masyarakat diminta melaksanakan gerakan PSN 3M Plus secara serentak dan berkelanjutan, setidaknya satu kali dalam sepekan.
Sudinkes Jaksel Catat 1.314 Kasus DBD dalam Sembilan Bulan
Berdasarkan data Sudinkes Jakarta Selatan, jumlah kasus DBD hingga September 2026 mencapai 1.314 kasus.
Angka tersebut tercatat dengan tingkat insidensi sebesar 56,55.
Angka insidensi merupakan indikator yang digunakan untuk menggambarkan jumlah kasus penyakit dalam suatu populasi pada periode tertentu.
Fitria menyatakan pengendalian DBD membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk.
Salah satu langkah yang ditekankan adalah pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk secara berkala.
"PSN perlu dilakukan secara rutin, serentak, dan berkelanjutan, setidaknya satu kali dalam sepekan, dengan melibatkan seluruh anggota masyarakat," ujarnya.
Menurut Sudinkes, kegiatan tersebut perlu dilakukan bersama agar upaya pencegahan penularan DBD dapat menjangkau lingkungan permukiman secara menyeluruh.
Warga Diimbau Terapkan PSN 3M Plus Setiap Pekan
Sudinkes Jakarta Selatan mengajak masyarakat menerapkan gerakan 3M Plus sebagai langkah utama pencegahan DBD.
Gerakan tersebut mencakup menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Langkah tambahan dilakukan dengan mencegah gigitan nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan.
"Mari cegah DBD dengan PSN 3M Plus yaitu Menguras, Menutup, Mendaur ulang, serta mencegah gigitan nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan," kata dia.
Fitria menegaskan bahwa kegiatan PSN perlu dilaksanakan secara rutin, bukan hanya ketika ditemukan kasus DBD di lingkungan masyarakat.
Pelaksanaan secara serentak juga diperlukan untuk mengurangi keberadaan tempat perkembangbiakan nyamuk penular penyakit.
Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik Didorong untuk Cegah Penularan
Selain menerapkan PSN 3M Plus, masyarakat diajak menggalakkan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik atau jumantik.
Melalui gerakan tersebut, setiap rumah diharapkan memiliki anggota keluarga yang bertugas memeriksa keberadaan jentik nyamuk secara rutin.
Pemantauan dilakukan pada tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan DBD berbasis lingkungan dan keterlibatan keluarga.
Sudinkes juga mengingatkan masyarakat untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD.
Pengenalan gejala dan pemeriksaan sejak dini diperlukan agar penderita dapat memperoleh penanganan medis yang sesuai.
Sudinkes Lakukan Pemantauan Kasus dan Populasi Nyamuk
Untuk mengendalikan penyebaran DBD, petugas kesehatan melaksanakan surveilans epidemiologi dan surveilans entomologi.
Surveilans epidemiologi dilakukan untuk memantau perkembangan kasus penyakit di masyarakat.
Sementara itu, surveilans entomologi digunakan untuk mengetahui faktor risiko penularan berdasarkan kepadatan populasi nyamuk pembawa virus dengue.
Pemantauan dan pelaporan kasus juga dilakukan melalui laman surveilans DKI Jakarta.
Data tersebut digunakan untuk memperoleh gambaran perkembangan kasus DBD secara berkelanjutan.
Sudinkes Jakarta Selatan menekankan pentingnya kerja sama antara petugas kesehatan dan masyarakat untuk menekan risiko penularan penyakit.
Warga diimbau terus menjaga kebersihan lingkungan, memantau keberadaan jentik, serta menjalankan PSN 3M Plus sedikitnya sekali setiap pekan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




