
Pantau - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 20 tahanan baru untuk mendeteksi tuberkulosis (TBC) sejak dini sekaligus mencegah risiko penularan penyakit di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan prosedur awal penerimaan tahanan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka teridentifikasi sebelum menjalani masa penahanan.
Pemeriksaan dilakukan oleh petugas kesehatan klinik lapas melalui pengecekan kondisi fisik, pendataan riwayat penyakit, serta pengambilan sampel dahak untuk skrining TBC.
“Kami berkomitmen mendukung pelayanan kesehatan yang terarah agar kebutuhan medis dapat teridentifikasi dan ditangani sesuai prosedur,” ujar Herriansyah di Banjarmasin, Senin (12/10/2026).
Petugas Periksa Kondisi Fisik dan Riwayat Kesehatan Tahanan
Herriansyah menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan awal dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi medis setiap tahanan yang baru masuk.
Petugas mengukur tekanan darah, tinggi badan, dan berat badan sebagai bagian dari pemeriksaan fisik dasar.
Selain itu, petugas mendata riwayat kesehatan untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit atau kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Skrining juga mencakup sejumlah faktor risiko kesehatan, termasuk riwayat penggunaan narkoba, kepemilikan tato, perilaku seksual berisiko, serta riwayat penyakit dalam.
Petugas turut memeriksa status kepesertaan BPJS Kesehatan untuk mendukung pendataan kebutuhan pelayanan medis tahanan.
Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar bagi petugas kesehatan dalam menentukan tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing tahanan.
Skrining TBC Dilakukan Melalui Pemeriksaan Sampel Dahak
Selain pemeriksaan fisik, petugas klinik Lapas Banjarmasin melakukan skrining tuberkulosis melalui pengambilan dan pemeriksaan sampel dahak.
Langkah tersebut bertujuan mendeteksi kemungkinan infeksi TBC sejak awal sehingga kebutuhan pemeriksaan maupun penanganan lanjutan dapat segera ditentukan.
Pemeriksaan ini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan penularan penyakit menular di lingkungan lapas.
Dengan adanya skrining awal, petugas dapat memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatan tahanan sebelum mereka mengikuti aktivitas di dalam lapas.
Namun, pihak lapas belum menyampaikan hasil pemeriksaan sampel dahak maupun temuan kasus TBC dari 20 tahanan yang menjalani skrining tersebut.
Tahanan Baru Diberi Penjelasan Prosedur Pengobatan
Petugas kesehatan Lapas Banjarmasin Milia Ahyati mengatakan pemeriksaan kesehatan awal juga mencakup penyusunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kesehatan.
Menurutnya, pendataan tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi tahanan sejak pertama kali masuk sekaligus mencatat faktor risiko yang perlu mendapat perhatian selama berada di lapas.
“Kami juga menjelaskan alur pelayanan pengobatan agar tahanan memahami prosedur yang harus diikuti ketika membutuhkan pemeriksaan atau penanganan medis,” ujar Milia.
Petugas memberikan penjelasan mengenai mekanisme pelayanan kesehatan yang tersedia di Lapas Banjarmasin.
Layanan tersebut meliputi pemeriksaan rawat jalan hingga rawat inap apabila kondisi kesehatan tahanan memerlukan penanganan lebih lanjut.
Melalui pemeriksaan dan pemberian informasi tersebut, tahanan baru diharapkan memahami prosedur memperoleh bantuan medis selama menjalani masa penahanan.
Lapas Banjarmasin menyatakan pemeriksaan kesehatan awal menjadi bagian dari upaya pemenuhan layanan medis bagi tahanan sekaligus pengendalian risiko penyebaran penyakit di lingkungan pemasyarakatan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




