HOME  ⁄  Nasional

Kemendikdasmen Catat 34.000 Sekolah Ikuti Program Adiwiyata, Targetkan Perluasan ke Seluruh Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemendikdasmen Catat 34.000 Sekolah Ikuti Program Adiwiyata, Targetkan Perluasan ke Seluruh Indonesia
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Dikdasmen Atip Latipulhayat dalam acara "Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata" di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (12/10/2026). ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo.)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 34.000 sekolah di Indonesia telah terlibat dalam program Adiwiyata untuk membangun budaya peduli lingkungan dan menanamkan kebiasaan menjaga kelestarian alam sejak usia dini.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat mengatakan pemerintah akan terus memperluas pelaksanaan program tersebut hingga menjangkau seluruh sekolah di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Atip dalam acara "Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata" di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (12/10/2026).

"Kebiasaan yang tumbuh di sekolah akan dibawa murid ke rumah, ke lingkungan tempat tinggalnya, dan kelak ke tempat kerjanya," katanya.

Program Adiwiyata Telah Menjangkau 34.000 Sekolah

Atip menjelaskan bahwa program Adiwiyata merupakan salah satu upaya pemerintah membangun kepedulian lingkungan melalui pendidikan.

Berdasarkan data Kemendikdasmen per 16 Agustus 2026, terdapat 555.684 satuan pendidikan aktif di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 34.000 sekolah telah terlibat dalam program Adiwiyata yang dirintis Kementerian Lingkungan Hidup sejak 2006.

Program tersebut bertujuan membentuk warga sekolah yang memiliki kepedulian dan budaya menjaga lingkungan.

Pelaksanaannya mencakup empat komponen utama, yakni kebijakan sekolah berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, partisipasi warga sekolah dalam kegiatan pelestarian, serta pengelolaan sarana ramah lingkungan.

Atip menyebut 10 sekolah perintis program Adiwiyata telah berkembang dengan menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari kebijakan inti pendidikan.

Pendidikan Lingkungan Diterapkan dalam Pembelajaran Sehari-hari

Kemendikdasmen mendorong pengintegrasian pendidikan lingkungan ke dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Atip mengatakan kepedulian terhadap lingkungan juga perlu menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

"Pilar tersebut mencakup penetapan dimensi keimanan dan ketakwaan terhadap lingkungan dalam standar kompetensi lulusan," kata dia.

Selain melalui kurikulum, sekolah didorong menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam dengan mengajak murid mempelajari persoalan lingkungan di sekitar mereka.

Kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui pengamatan masalah sampah di kantin, penggunaan air, hingga perawatan kebun sekolah.

Kemendikdasmen juga memperkuat pembiasaan karakter melalui program "Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat".

Sementara itu, "Gerakan ASRI" diarahkan untuk mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, sehat, rapi, dan indah.

Kemendikdasmen Prioritaskan Sanitasi dan Toilet Sekolah

Atip menegaskan bahwa pengembangan sekolah berbudaya lingkungan juga harus didukung sarana dan prasarana yang memadai.

Salah satu perhatian pemerintah adalah penyediaan fasilitas sanitasi yang layak melalui program revitalisasi satuan pendidikan.

Penyediaan toilet bersih menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesehatan dan kenyamanan peserta didik di lingkungan sekolah.

"Toilet sekolah adalah cerminan peradaban. Sanitasi yang baik adalah aspek pertama Adiwiyata dan juga hak dasar setiap murid," ujarnya.

Atip turut meminta pemerintah daerah memperluas pelaksanaan program sekolah berbudaya lingkungan sebagai bagian dari gerakan pertobatan ekologis.

Melalui perluasan program Adiwiyata, pemerintah berharap kebiasaan menjaga lingkungan tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga berkembang dalam kehidupan masyarakat.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026