
Pantau - Fenomena El Nino dan cuaca ekstrem memicu kekeringan hebat serta ancaman gagal panen (puso) pada ribuan hektare lahan pertanian nasional.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU), khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), memangkas prosedur administratif guna mengucurkan bantuan teknis darurat ke kawasan terdampak.
Legislator senior Partai Golkar tersebut mengingatkan kepemilikan anggaran Ditjen SDA Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp36,3 triliun dari total alokasi Kementerian PU yang mencapai Rp132 triliun.
Komisi V DPR RI juga telah menyetujui pagu anggaran Ditjen SDA sebesar Rp30,6 triliun dalam RAPBN 2027 demi memperkuat infrastruktur air nasional.
"Saya telah mendengar aspirasi masyarakat terdampak. Banyak dari mereka yang mengalami gagal panen. Negara harus hadir memberikan dukungan nyata. Harus ada aksi cepat, tepat, dan terukur dari pemerintah agar masyarakat dapat menyelamatkan lahan mereka," tegas Ridwan Bae di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Penanganan darurat wajib difokuskan pada pengoptimalan anggaran Operasional dan Pemeliharaan (OP) irigasi serta penyaluran Pompa air di daerah krisis.
"Jika terlambat, maka ketahanan pangan nasional taruhannya," lanjutnya.
Ditjen SDA diinstruksikan memperketat koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) di setiap daerah.
Penanganan kekeringan memerlukan pasokan BBM gratis untuk pompa air guna mengalirkan debit sungai menuju area sawah yang mengering.
Integrasi perbaikan jaringan irigasi sekunder dan tersier menjadi prioritas utama penataan infrastruktur sumber daya air jangka panjang.
"Sementara di tahun 2026 ini, Ditjen SDA mengelola anggaran sebanyak Rp36,3 triliun dari total anggaran Kementerian PU sebanyak Rp132 triliun," jelas Ridwan mengenai ketersediaan dana mitigasi.
Komisi V DPR RI mematok kriteria keberhasilan penggunaan anggaran berbasis penurunan tingkat risiko puso di tingkat petani.
Dukungan alokasi dana triliunan rupiah wajib ditransformasikan menjadi tindakan nyata tanpa menyisakan hambatan birokrasi di tingkat tapak.
Keandalan jaringan irigasi yang kuat menjadi benteng utama Indonesia menghadapi ancaman krisis pangan global akibat perubahan iklim.
- Penulis :
- Khalied Malvino




