
Pantau - Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk kembali mengenyam pendidikan secara gratis sekaligus mengembangkan kemampuan demi meraih cita-cita.
Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Zahira Al-Zahra, siswa kelas VIII yang sebelumnya terpaksa berhenti sekolah selama dua tahun akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Zahira, yang akrab disapa Zahra, mengaku bersyukur dapat kembali mengikuti kegiatan belajar setelah diterima di SRMP 18 Lombok Barat.
"Saya senang banget karena ada Sekolah Rakyat di sini. Jadi saya enggak putus sekolah," kata Zahra di Lombok Barat, Selasa (13/10/2026).
Sekolah tersebut kini menampung 100 siswa dengan fasilitas pendidikan, perlengkapan sekolah, serta pembelajaran berbasis teknologi.
Zahra Sempat Jadi Juru Parkir untuk Membantu Ekonomi Keluarga
Sebelum bersekolah di SRMP 18 Lombok Barat, Zahra harus menghadapi kesulitan ekonomi yang membuatnya tidak dapat melanjutkan pendidikan.
Sejak kecil, ia telah membantu orang tuanya mencari penghasilan, termasuk bekerja sebagai juru parkir.
Kondisi ekonomi keluarga kemudian membuat Zahra berhenti sekolah selama dua tahun untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kesempatan melanjutkan pendidikan kembali terbuka setelah ia diterima sebagai siswa Sekolah Rakyat.
Di sekolah tersebut, Zahra dapat mengikuti pembelajaran tanpa harus memikirkan biaya pendidikan.
Ia juga memperoleh berbagai perlengkapan sekolah, mulai dari seragam, sepatu, tas, hingga alat tulis.
Setelah kembali belajar, Zahra kini memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke Akademi Angkatan Laut (AAL).
Ia berharap program Sekolah Rakyat terus berjalan agar anak-anak lain yang mengalami kesulitan ekonomi juga mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan.
SRMP 18 Lombok Barat Tampung 100 Siswa dan Sediakan Laptop Gratis
Kepala SRMP 18 Lombok Barat Satria Irwandi mengatakan sekolah tersebut saat ini memiliki 100 siswa.
Jumlah tersebut terdiri atas 50 siswa laki-laki dan 50 siswa perempuan.
Untuk menunjang proses pembelajaran, pihak sekolah menyediakan fasilitas teknologi berupa laptop bagi seluruh siswa.
Setiap siswa mendapatkan satu unit laptop yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar.
Selain laptop, sekolah juga menyediakan laboratorium komputer dan perpustakaan.
"Anak-anak kami diberikan fasilitas berupa laptop, setiap anak mendapatkan satu laptop untuk pembelajaran dan disediakan juga lab komputer juga perpustakaan dan sebagainya," ujar Satria.
Fasilitas tersebut disediakan untuk membantu siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dan mengembangkan kemampuan akademik.
Siswa Sekolah Rakyat Belajar Kecerdasan Buatan dan Pemrograman
Selain mengikuti kurikulum nasional, siswa SRMP 18 Lombok Barat juga memperoleh materi pembelajaran tambahan.
Materi tersebut mencakup kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pemrograman atau coding, serta pendidikan karakter.
Satria menjelaskan bahwa pembentukan karakter menjadi salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat.
Hal tersebut berkaitan dengan sistem pendidikan berasrama yang diterapkan selama 24 jam.
Melalui sistem tersebut, siswa tidak hanya mengikuti pembelajaran akademik, tetapi juga menjalani kegiatan pembinaan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Sekolah menggabungkan pembelajaran formal dengan kegiatan tambahan untuk mendukung perkembangan kemampuan dan kedisiplinan siswa.
Siswa Berharap Bisa Kuliah dan Membahagiakan Orang Tua
Selain Zahra, siswa kelas VIII lainnya bernama Muliyadi juga mengaku mendapatkan manfaat dari fasilitas pendidikan yang tersedia di SRMP 18 Lombok Barat.
Menurutnya, fasilitas pembelajaran di sekolah mendukung semangatnya untuk mengikuti berbagai perlombaan.
Muliyadi berharap dapat melanjutkan pendidikan melalui jenjang Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) hingga perguruan tinggi.
Ia juga memiliki keinginan untuk meraih kesuksesan ekonomi agar dapat membahagiakan kedua orang tuanya.
"Saya berharap bisa lanjut sekolah ke SRMA sampai kuliah agar bisa meraih cita-cita saya yaitu menjadi miliarder dan membahagiakan orang tua," pungkas dia.
Kehadiran SRMP 18 Lombok Barat memberikan kesempatan bagi siswa yang sebelumnya menghadapi kendala ekonomi untuk kembali bersekolah dan merencanakan masa depan melalui pendidikan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




