HOME  ⁄  Nasional

Gibran Respons Rapor Merah Celios, Tegaskan Kritik Harus Dijawab dengan Perbaikan Kinerja

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Gibran Respons Rapor Merah Celios, Tegaskan Kritik Harus Dijawab dengan Perbaikan Kinerja
Foto: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima kunjungan jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Maluku di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis 8/10/2026 (sumber: BPMI Sekretariat Wakil Presiden)

Pantau - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka merespons hasil evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan dirinya yang dirilis Center of Economic and Law Studies (Celios) dengan menegaskan bahwa kritik dan penilaian publik akan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan serta meningkatkan kinerja pemerintah.

Gibran menyatakan menghargai setiap hasil survei, kajian, maupun kritik yang disampaikan masyarakat dan lembaga independen sebagai bagian dari proses demokrasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Gibran melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026, menanggapi laporan evaluasi Celios yang memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua tahun.

"Bagi saya, semua itu adalah bagian dari demokrasi sekaligus bahan evaluasi bagi pemerintah untuk terus memperbaiki diri," ujar Gibran.

Menurutnya, kritik terhadap pemerintah maupun dirinya secara pribadi perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi dan langkah perbaikan yang konkret.

Gibran menekankan bahwa perbaikan tidak hanya menyangkut kebijakan pemerintah, tetapi juga cara kerja aparatur agar berbagai program dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.

Gibran Tegaskan Kritik Celios Jadi Bahan Evaluasi Pemerintah

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menilai bahwa hasil kajian dan survei dari lembaga independen dapat menjadi masukan penting dalam memperbaiki pelaksanaan pemerintahan.

Menurutnya, kritik yang disampaikan masyarakat merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang perlu dihargai oleh penyelenggara negara.

Gibran menegaskan bahwa pemerintah harus terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan program yang telah dilaksanakan, terutama yang masih membutuhkan penyempurnaan.

Selain memperbaiki kebijakan, pemerintah juga perlu meningkatkan efektivitas cara kerja agar pelaksanaan program dapat menjawab persoalan masyarakat secara langsung.

"Baik melalui evaluasi serta perbaikan kebijakan dan cara kerja untuk memastikan kehadiran pemerintah semakin dirasakan masyarakat dan menjawab permasalahan masyarakat di lapangan," kata Gibran.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap laporan evaluasi Celios yang memuat sejumlah penilaian terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Meski demikian, Gibran tidak memberikan tanggapan khusus terhadap masing-masing angka penilaian yang tercantum dalam laporan tersebut.

Ia lebih menekankan pentingnya menjadikan kritik sebagai dasar perbaikan kebijakan dan peningkatan kualitas pelaksanaan program pemerintah.

Survei Celios Sebut 75 Persen Responden Mengalami Stres akibat Kebijakan Pemerintah

Laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dirilis Celios bersama Kabinet Bayangan pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Dalam peluncuran laporan tersebut, Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira memaparkan sejumlah temuan mengenai penilaian responden terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah.

Salah satu temuan yang disampaikan adalah sebanyak 75 persen dari 1.122 responden mengaku mengalami stres akibat kebijakan pemerintah.

Angka tersebut merupakan hasil yang dipaparkan Celios berdasarkan pengalaman yang dilaporkan responden dalam survei tersebut.

Bhima menjelaskan bahwa sejumlah persoalan yang banyak dikeluhkan responden berkaitan dengan kondisi ekonomi serta pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Salah satu keluhan utama adalah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dinilai menjadi persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain persoalan harga kebutuhan pokok, responden juga mengeluhkan sulitnya memperoleh pekerjaan.

Penegakan hukum turut menjadi salah satu persoalan yang disoroti dalam hasil survei tersebut.

Ketiga persoalan itu menjadi bagian dari temuan Celios dalam mengevaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua tahun.

Dalam keterangan mengenai pelaksanaan survei, Celios menyebutkan penelitian melibatkan 1.142 responden masyarakat umum dan 129 responden ahli dari berbagai provinsi di Indonesia.

Namun, terdapat perbedaan antara angka 1.122 responden yang digunakan dalam pemaparan tingkat stres dan jumlah 1.142 responden masyarakat umum yang disebutkan dalam keterangan survei.

Penyebab perbedaan jumlah responden tersebut tidak dijelaskan dalam informasi yang disampaikan.

Celios Beri Prabowo Nilai 4,6 dan Gibran 4,9 dari Responden Masyarakat Umum

Selain memaparkan persoalan yang dikeluhkan masyarakat, Celios juga memberikan penilaian terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Penilaian tersebut menggunakan skala 1 hingga 10 dengan melibatkan kelompok responden masyarakat umum dan kelompok ahli.

Berdasarkan hasil survei Celios, Presiden Prabowo Subianto memperoleh nilai 4,6 dari 10 berdasarkan penilaian responden masyarakat umum.

Sementara itu, kelompok ahli memberikan nilai 2,8 dari 10 terhadap kinerja Presiden Prabowo.

Untuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hasil survei menunjukkan nilai 4,9 dari 10 berdasarkan penilaian masyarakat umum.

Adapun kelompok ahli memberikan nilai 2,2 dari 10 terhadap kinerja Gibran.

Dengan demikian, penilaian kelompok masyarakat umum terhadap Gibran tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan Prabowo.

Sebaliknya, dalam penilaian kelompok ahli, Prabowo memperoleh nilai lebih tinggi dibandingkan Gibran.

Hasil tersebut merupakan temuan survei yang dipublikasikan Celios dan tidak secara otomatis mencerminkan pandangan seluruh masyarakat Indonesia.

Informasi yang tersedia juga tidak memuat rincian metode pengambilan sampel maupun batas kesalahan survei sehingga keterwakilan hasilnya belum dapat dinilai secara menyeluruh.

Gibran Pilih Fokus pada Perbaikan Kebijakan dan Pelayanan Masyarakat

Menanggapi hasil penilaian tersebut, Gibran tidak memberikan bantahan maupun penjelasan khusus mengenai angka yang diperolehnya dalam survei Celios.

Wakil Presiden lebih menekankan bahwa kritik dan hasil kajian independen harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk terus memperbaiki pelaksanaan kebijakan.

Menurutnya, langkah perbaikan perlu diarahkan agar masyarakat semakin merasakan manfaat dari berbagai program pemerintah.

Evaluasi juga diharapkan mampu membantu pemerintah mengidentifikasi kebijakan yang belum berjalan optimal serta menentukan langkah penyempurnaan yang diperlukan.

Laporan Celios menjadi salah satu masukan bagi pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya mengenai persoalan kenaikan harga kebutuhan pokok, kesempatan kerja, penegakan hukum, dan penilaian terhadap kinerja pemerintah.

Gibran menegaskan bahwa kritik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang perlu direspons melalui perbaikan kebijakan dan cara kerja pemerintahan.

Melalui tanggapan tersebut, Gibran menyatakan komitmennya untuk menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi agar pelaksanaan program pemerintah semakin efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026