
Pantau - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI) menerapkan sistem posyandu lima meja yang dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut di Kampung Werabur, Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dasar masyarakat.
Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama antara TEP UI, kader kesehatan setempat, dan Puskesmas Nikiwar.
Ketua TEP UI 12, drg. Benso Sulijaya, mengatakan penerapan sistem lima meja bertujuan membuat pelayanan posyandu lebih terarah dan memudahkan petugas dalam menangani kebutuhan kesehatan warga.
“Sistem lima meja dipilih untuk memaksimalkan alur pelayanan kesehatan dasar secara terstruktur, efisien, dan terukur,” kata Benso dalam keterangan tertulis di Manokwari, Rabu (14/10/2026).
Posyandu Lima Meja Integrasikan Pemeriksaan Gigi dan Imunisasi
Kegiatan pelayanan kesehatan berlangsung di Balai Kampung Werabur dengan melibatkan kader posyandu dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Nikiwar.
Pelayanan dimulai dari pendaftaran peserta, kemudian dilanjutkan dengan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan.
Petugas selanjutnya melakukan pencatatan indeks massa tubuh serta penilaian status gizi peserta.
Tahapan berikutnya mencakup konsultasi kesehatan umum, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, serta pemberian imunisasi.
Rangkaian pelayanan diakhiri dengan pemberian makanan tambahan kepada balita dan ibu hamil.
Makanan yang disediakan meliputi bubur kacang hijau, susu, nasi, telur, ayam, dan sayuran.
Melalui sistem tersebut, pemeriksaan kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan gigi dapat dilakukan dalam satu rangkaian kegiatan posyandu.
TEP UI Hibahkan Alat Kesehatan dan Bagikan Sikat Gigi
Selain membantu penyelenggaraan pelayanan, TEP UI memberikan dukungan berupa peralatan kesehatan untuk menunjang kegiatan posyandu.
Peralatan yang diserahkan mencakup timbangan dan alat ukur antropometri yang dapat digunakan kader untuk melakukan pemeriksaan berkala.
Tim juga membagikan sikat gigi dan pasta gigi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan perhatian terhadap kesehatan gigi dan mulut.
“Tim juga menghibahkan timbangan dan alat ukur antropometri untuk mendukung pemeriksaan berkala, serta membagikan sikat dan pasta gigi kepada warga,” ujarnya.
Benso berharap bantuan peralatan dan pendampingan yang diberikan dapat memperkuat kemampuan kader kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, keberlanjutan kegiatan posyandu menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan ibu dan anak di Kampung Werabur.
“Kami harapkan kegiatan posyandu ini dapat berjalan dengan berkelanjutan,” ujar Benso.
Sepuluh Kader Posyandu Werabur Terbantu Sistem Baru
Ketua Kader Posyandu Werabur, Iso, mengatakan pelayanan kesehatan di kampung tersebut sebelumnya menggunakan sistem tiga meja.
Penerapan sistem lima meja dinilai membantu pembagian tugas sepuluh kader posyandu yang berada di bawah koordinasinya.
Dengan penambahan tahapan pelayanan, kader dapat mengatur pekerjaan secara lebih terstruktur dan melayani masyarakat dengan lebih tertib.
“Sistem posyandu lima meja ini sangat efektif dan memudahkan kami para kader dalam bekerja serta melayani masyarakat secara lebih teratur,” kata Iso.
Penerapan sistem tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan kader dalam menjalankan pelayanan kesehatan dasar secara mandiri.
Puskesmas Nikiwar Apresiasi Dukungan Tim UI
Kepala Puskesmas Nikiwar, Kris Sawasemariay, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan TEP UI dalam mendukung pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya.
Menurutnya, kehadiran tim tersebut membantu tenaga kesehatan melaksanakan kegiatan pelayanan bagi masyarakat Kampung Werabur.
“Kehadiran TEP UI membantu kami,” ujarnya.
Kolaborasi antara TEP UI, Puskesmas Nikiwar, dan kader kesehatan setempat diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pelayanan posyandu serta memperluas perhatian terhadap kesehatan gigi dan mulut masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




