
Pantau - Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan kebutuhan dasar 743 warga terdampak banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat, tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat melalui penyaluran bantuan makanan, perlengkapan keluarga, dan kebutuhan pengungsian.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pihaknya telah bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana akibat hujan deras dan luapan sungai.
Bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama anak-anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.
"Di tengah situasi seperti ini, kita perlu lebih peka melihat kebutuhan warga. Anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas mungkin membutuhkan bantuan khusus. Jangan sampai ada yang kesulitan mendapatkan makanan, perlengkapan sehari-hari, atau tempat istirahat yang layak," kata Saifullah di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Banjir Bandang di Padang Berdampak pada 743 Warga
Berdasarkan laporan Direktorat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir bandang melanda sejumlah wilayah Kota Padang setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu (10/10/2026) pukul 12.00 WIB.
Curah hujan tinggi menyebabkan sungai meluap secara tiba-tiba dan merendam kawasan permukiman di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.
Berdasarkan data penanganan bencana hingga Rabu (14/10/2026) pukul 07.45 WIB, sebanyak 743 jiwa tercatat terdampak banjir bandang.
"Berdasarkan data penanganan per Rabu (14/10) pukul 07.45 WIB, tercatat 743 jiwa terdampak, dengan sebagian besar pengungsi kini telah kembali ke kediaman masing-masing seiring surutnya air," kata Saifullah.
Meski sebagian besar warga telah kembali ke rumah, proses pemulihan masih berlangsung karena material lumpur masih menutupi sejumlah kawasan permukiman.
Kemensos Salurkan Makanan dan Perlengkapan Pengungsian
Kemensos menyalurkan bantuan logistik melalui dua lokasi, yakni gudang Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang serta gudang Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat.
Bantuan dari BBPPKS Padang meliputi 80 paket makanan siap saji, 80 paket makanan anak, 120 lembar selimut, dan 40 lembar kasur.
Selain itu, Kemensos juga menyalurkan 40 paket perlengkapan keluarga atau family kit dan 40 paket perlengkapan anak atau kidsware.
Sementara itu, bantuan melalui Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat terdiri atas 30 paket makanan anak, 250 bungkus nasi, 30 paket perlengkapan keluarga, serta 16 paket perlengkapan anak.
Dukungan logistik tersebut juga mencakup 30 lembar selimut dan 30 lembar kasur untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Penyaluran bantuan dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh makanan, perlengkapan sehari-hari, serta tempat istirahat yang layak selama penanganan darurat berlangsung.
Tim Gabungan Bersihkan Lumpur dan Perbaiki Infrastruktur
Saifullah memastikan penanganan banjir bandang di Kota Padang terus dilakukan meskipun genangan air telah surut di sejumlah wilayah.
Tim gabungan yang terdiri atas Kemensos, Taruna Siaga Bencana (Tagana), pemerintah daerah, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta relawan masih melakukan pembersihan lingkungan.
Petugas bersama masyarakat bergotong royong membersihkan material lumpur yang menutupi permukiman serta memperbaiki infrastruktur vital yang mengalami kerusakan akibat banjir.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan kondisi lingkungan agar warga dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Terima kasih kepada Tagana, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh relawan yang sudah membantu warga sejak kejadian. Pekerjaan kita masih berlanjut. Mari terus bekerja bersama, mendengarkan kebutuhan warga, dan membantu mereka melewati masa sulit ini," kata Mensos.
Kemensos menegaskan dukungan terhadap masyarakat terdampak akan terus diberikan selama masa tanggap darurat dan proses penanganan bencana masih berlangsung.
- Penulis :
- Aditya Yohan




