
Pantau - PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ternate, Maluku Utara, berhasil memulihkan pasokan listrik di Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan pada Selasa, 13 Oktober 2026, sekitar pukul 15.40 WIT, setelah pemadaman berlangsung selama kurang lebih 12 jam 40 menit.
Gangguan sistem kelistrikan tersebut mulai terjadi sekitar pukul 03.00 WIT dan menyebabkan terhentinya pasokan listrik di sejumlah wilayah kedua kota.
Manager PLN UP3 Ternate, Mufid Arianto, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel teknis untuk memeriksa jaringan, menelusuri penyebab gangguan, dan memulihkan pasokan listrik secara bertahap.
“PLN segera mengerahkan personel teknis untuk melakukan pemeriksaan, penelusuran penyebab gangguan, serta pemulihan sistem kelistrikan secara bertahap,” ujar Mufid.
PLN memastikan pasokan listrik di kedua wilayah telah kembali normal, sementara evaluasi teknis masih dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan dan mencegah pemadaman serupa.
Listrik Ternate dan Tidore Padam Sejak Pukul 03.00 WIT
Gangguan sistem kelistrikan terjadi pada Selasa, 13 Oktober 2026, dini hari dan berdampak terhadap pelayanan listrik bagi pelanggan di Kota Ternate serta Kota Tidore Kepulauan.
Berdasarkan laporan sebelumnya, pemadaman mulai terjadi sekitar pukul 03.00 WIT.
Gangguan tersebut menyebabkan pasokan listrik di sejumlah kawasan kedua kota terhenti sehingga memengaruhi aktivitas masyarakat.
Setelah menerima informasi mengenai gangguan, PLN UP3 Ternate segera mengerahkan petugas untuk melakukan pemeriksaan terhadap sistem kelistrikan.
Petugas teknis juga melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan terhentinya aliran listrik.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari langkah awal PLN sebelum melaksanakan pemulihan sistem secara bertahap.
Mufid menjelaskan bahwa penanganan dilakukan untuk mempercepat pemulihan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat terdampak.
PLN Kerahkan Tim Teknis dan Pulihkan Pasokan Secara Bertahap
Dalam proses penanganan gangguan, PLN mengintensifkan koordinasi antara sejumlah bagian yang bertanggung jawab terhadap operasional sistem kelistrikan.
Koordinasi tersebut melibatkan petugas pengatur sistem kelistrikan untuk mengendalikan dan mengoordinasikan pengoperasian jaringan.
PLN juga melibatkan bagian pembangkitan guna memastikan kesiapan pasokan listrik selama proses pemulihan berlangsung.
Selain itu, petugas jaringan distribusi dikerahkan untuk mendukung pengembalian aliran listrik ke wilayah pelanggan terdampak.
Bagian pelayanan teknik turut berkoordinasi dengan unit lainnya agar proses penanganan dapat berlangsung secara efektif.
Menurut Mufid, koordinasi antarbagiannya diperlukan untuk memastikan pemulihan tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga aman.
PLN menekankan bahwa pemulihan sistem kelistrikan harus memperhatikan keamanan dan keandalan operasional sebelum pasokan listrik kembali disalurkan kepada pelanggan.
Setelah rangkaian pemeriksaan dan penanganan dilakukan, pasokan listrik di Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan berhasil dipulihkan sekitar pukul 15.40 WIT.
Dengan waktu awal pemadaman sekitar pukul 03.00 WIT, gangguan tersebut berlangsung selama kurang lebih 12 jam 40 menit.
“Pasokan listrik di kedua wilayah tersebut kini telah kembali normal setelah proses penanganan dan pemulihan selesai dilakukan,” kata Mufid dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Ternate, Rabu, 14 Oktober 2026.
PLN Minta Maaf atas Pemadaman yang Ganggu Aktivitas Warga
PLN UP3 Ternate menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak pemadaman listrik di Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan.
Mufid mengakui bahwa gangguan pasokan listrik tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang membutuhkan listrik untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan penting yang mendukung berbagai kegiatan masyarakat, terutama pada pagi hari.
Pemadaman yang berlangsung sejak dini hari hingga siang hari dinilai dapat memengaruhi kenyamanan dan kelancaran aktivitas pelanggan.
“Kami memahami bahwa listrik merupakan kebutuhan penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, terutama pada pagi hari. Atas ketidaknyamanan yang terjadi, kami menyampaikan permohonan maaf,” ujar Mufid.
PLN juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan atas kesabaran selama proses penanganan gangguan berlangsung.
Perusahaan turut mengapresiasi pengertian pelanggan yang menghadapi ketidaknyamanan selama pemeriksaan dan pemulihan sistem kelistrikan.
Penyebab Gangguan Masih Dievaluasi PLN
Meskipun pasokan listrik telah kembali normal, PLN UP3 Ternate masih melanjutkan evaluasi teknis terhadap sistem kelistrikan di kedua wilayah.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi secara lebih mendalam faktor yang menyebabkan gangguan pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Selain mencari penyebab pemadaman, PLN akan menggunakan hasil evaluasi sebagai dasar untuk menentukan langkah perbaikan sistem kelistrikan.
Langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko terulangnya gangguan serupa yang dapat mengakibatkan pemadaman listrik di kemudian hari.
Mufid menegaskan bahwa PLN tidak hanya berfokus pada percepatan pemulihan ketika terjadi gangguan, tetapi juga memastikan sistem dapat beroperasi secara aman setelah kembali dinyalakan.
Menurutnya, peningkatan keamanan dan keandalan jaringan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami tidak hanya berupaya mempercepat pemulihan, tetapi juga memastikan sistem kelistrikan dapat beroperasi secara aman dan andal. Kepercayaan serta kenyamanan pelanggan menjadi prioritas utama kami,” ucap Mufid.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, PLN belum menjelaskan secara terperinci penyebab teknis pasti gangguan listrik yang melanda Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan.
Pelanggan Bisa Mengakses Layanan PLN Mobile dan PLN 123
PLN mengingatkan masyarakat bahwa informasi mengenai kondisi kelistrikan dan pelayanan pelanggan dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile.
Selain menggunakan aplikasi tersebut, pelanggan juga dapat menghubungi Contact Center PLN 123 untuk memperoleh informasi atau menyampaikan kebutuhan layanan kelistrikan.
Layanan tersebut tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkait pelayanan listrik di wilayah masing-masing.
PLN UP3 Ternate memastikan pemulihan pasokan listrik di Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan telah selesai dilakukan pada Selasa, 13 Oktober 2026, sekitar pukul 15.40 WIT.
Sementara itu, evaluasi teknis terus dilanjutkan untuk mengetahui penyebab gangguan dan menentukan langkah pencegahan guna meningkatkan keandalan pelayanan kelistrikan di kedua wilayah.
- Penulis :
- Arian Mesa




