
Pantau - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae meminta masyarakat tidak hanya menjadikan hasil survei sebagai tolok ukur kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, tetapi juga mempertimbangkan capaian kebijakan dan manfaatnya bagi masyarakat.
Ridwan menilai sejumlah kebijakan Bahlil, mulai dari menjaga keterjangkauan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, memperluas keterlibatan pengusaha lokal di sektor pertambangan, hingga mendorong hilirisasi nasional, perlu menjadi bagian dari penilaian kinerja pemerintah.
“Rakyat lebih suka melihat fakta daripada membaca survei. Kalau melihat langkah-langkah yang dilakukan Pak Bahlil, ada sejumlah kebijakan konkret yang patut diapresiasi,” kata Ridwan dalam keterangannya di Jakarta.
Menurutnya, penilaian terhadap seorang menteri harus mempertimbangkan tantangan yang dihadapi, arah kebijakan yang dijalankan, serta hasil kerja yang dirasakan masyarakat.
Ridwan Bae Minta Publik Tidak Hanya Berpatokan pada Hasil Survei
Ridwan mengatakan hasil survei dapat menjadi salah satu bahan penilaian terhadap pejabat publik, tetapi tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan.
Ia menilai capaian kebijakan dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat juga perlu diperhitungkan dalam mengevaluasi kinerja seorang menteri.
Dalam konteks kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Kementerian ESDM, Ridwan menyoroti sejumlah kebijakan yang menurutnya memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kebijakan tersebut mencakup upaya menjaga harga BBM bersubsidi, memberikan kesempatan kepada pengusaha lokal, serta melanjutkan agenda hilirisasi sumber daya alam.
"Jangan hanya melihat angka survei, tetapi lihat fakta dan hasil kerjanya bagi rakyat,” ujarnya.
Ridwan mengimbau masyarakat membaca hasil survei secara proporsional dengan tetap memperhatikan kondisi dan tantangan yang dihadapi pemerintah.
Stabilitas Harga BBM Bersubsidi Dinilai Penting bagi Daya Beli Masyarakat
Salah satu kebijakan yang mendapat perhatian Ridwan adalah upaya pemerintah menjaga harga BBM bersubsidi tetap terjangkau.
Menurutnya, langkah tersebut penting di tengah gejolak geopolitik global dan ketidakpastian harga energi dunia.
Ridwan menilai stabilitas harga BBM bersubsidi memiliki peran penting dalam melindungi daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
Harga energi yang terjangkau juga dinilai mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha.
Karena itu, ia meminta kebijakan menjaga keterjangkauan BBM bersubsidi turut diperhitungkan ketika masyarakat mengevaluasi kinerja Menteri ESDM.
Komisi V Soroti Keterlibatan Pengusaha Lokal di Sektor Pertambangan
Selain harga BBM, Ridwan menyoroti kebijakan yang memberikan ruang lebih luas bagi pengusaha lokal untuk terlibat dalam kegiatan pertambangan.
Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha daerah penting agar manfaat pengelolaan sumber daya alam tidak hanya dinikmati pihak tertentu.
Ia menilai masyarakat dan pengusaha di daerah penghasil perlu mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung di wilayah mereka.
Ridwan menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah strategis untuk memperluas manfaat ekonomi dari sektor pertambangan.
Dengan keterlibatan pengusaha lokal, ia berharap pengelolaan sumber daya alam dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Hilirisasi Nasional Dinilai Berpotensi Menciptakan Lapangan Kerja
Ridwan juga menekankan pentingnya keberlanjutan program hilirisasi nasional yang menjadi salah satu agenda pemerintah di sektor energi dan sumber daya mineral.
Menurutnya, hilirisasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas nasional melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri.
Program tersebut dinilai dapat memperkuat struktur industri nasional sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan kerja baru.
Selain itu, Ridwan menilai hilirisasi berpotensi mendorong pemerataan manfaat ekonomi antardaerah, terutama di wilayah penghasil sumber daya alam.
Ia meminta capaian dan arah kebijakan hilirisasi menjadi bagian dari evaluasi kinerja pemerintah, termasuk Menteri ESDM.
Ridwan menegaskan bahwa penilaian terhadap kinerja menteri perlu dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kompleksitas tantangan, pelaksanaan kebijakan, dan manfaat yang dihasilkan bagi kesejahteraan masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




