HOME  ⁄  Nasional

Kekeringan Landa 70 Desa di Sumenep dan Berdampak pada 271 Ribu Warga, Pemprov Jatim Siapkan Sumur Bor Awal 2027

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kekeringan Landa 70 Desa di Sumenep dan Berdampak pada 271 Ribu Warga, Pemprov Jatim Siapkan Sumur Bor Awal 2027
Foto: (Sumber :Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyalurkan air bersih untuk masyarakat di Kabupaten Sumenep, Pulau Madura. ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim.)

Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan rencana pembangunan sumur bor pada awal 2027 untuk mengatasi krisis air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Sumenep, Madura, yang berdampak pada 70 desa dengan total 271.017 jiwa.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pembangunan sumur bor menjadi salah satu opsi penanganan jangka panjang agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan distribusi air bersih setiap musim kemarau.

Rencana tersebut akan dikaji berdasarkan kondisi wilayah, kebutuhan masyarakat, dan kelayakan teknis sebelum menentukan lokasi pembangunan.

“Kita identifikasi, kalau ada opsi sumur bor akan kita upayakan. Kalau memang memungkinkan, kita sediakan di tahun 2027 awal, sebelum musim kemarau tahun depan kami upayakan,” kata Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Kamis (15/10/2026).

Sebanyak 70 Desa di Sumenep Terdampak Kekeringan

Khofifah mengungkapkan Kabupaten Sumenep menjadi salah satu dari 25 kabupaten di Jawa Timur yang telah menetapkan status darurat kekeringan.

Berdasarkan data pemerintah daerah, kekeringan di Sumenep berdampak pada 70 desa dengan jumlah warga terdampak mencapai 271.017 jiwa.

Salah satu wilayah yang mengalami kesulitan air bersih adalah Dusun Marang, Desa Larangan Berma, Kecamatan Batuputih.

Sebanyak 595 warga di dusun tersebut menghadapi keterbatasan akses air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan penyaluran air bersih sebagai langkah penanganan darurat selama musim kemarau.

“Kabupaten Sumenep ini jadi salah satu dari 25 Kabupaten yang mengeluarkan status darurat kekeringan. Hari ini di Desa Marang kita dropping air bersih, ada dua truk tangki dan 13 tandon unit tandon air,” ujarnya.

Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Air Bersih Senilai Rp130 Juta

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan bantuan senilai Rp130 juta untuk mendukung distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Sumenep.

Bantuan tersebut mencakup sejumlah perlengkapan penampungan dan distribusi air yang dibutuhkan warga.

Rincian bantuan yang dialokasikan meliputi:

  • 540 jeriken berkapasitas 15 liter.
  • 90 tandon air berkapasitas 1.200 liter.
  • 200 lembar terpal.

Sementara itu, bantuan khusus yang disalurkan ke Dusun Marang, Desa Larangan Berma, Kecamatan Batuputih, meliputi:

  • Dua truk tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter.
  • Tiga unit tandon air.
  • Dua unit tandon lipat.
  • 150 jeriken untuk kebutuhan warga.

Distribusi bantuan tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih selama sumber air setempat mengalami keterbatasan akibat kekeringan.

Sumur Bor Direncanakan Dibangun Sebelum Kemarau 2027

Khofifah menjelaskan bahwa penyaluran air bersih melalui truk tangki merupakan langkah penanganan jangka pendek yang dilakukan pemerintah.

Sementara itu, pembangunan sumur bor dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat ketersediaan air bersih di wilayah rawan kekeringan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan melakukan identifikasi lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan sumur bor.

Kajian tersebut mencakup kondisi geografis, kelayakan teknis, dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah terdampak.

Pemprov Jatim juga akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, untuk mempersiapkan langkah penanganan lanjutan.

Apabila hasil kajian memungkinkan, pembangunan sumur bor diupayakan dapat dimulai pada awal 2027 sebelum musim kemarau berikutnya.

Warga Sumenep Berharap Tidak Lagi Kekurangan Air Setiap Kemarau

Salah seorang warga Dusun Marang, Sudi, menyampaikan apresiasi atas bantuan air bersih yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Ia mengatakan kesulitan memperoleh air bersih merupakan persoalan yang terus dialami masyarakat setempat setiap musim kemarau.

“Alhamdulillah, sangat senang mendapat bantuan air bersih ini. Setiap tahun saat musim kemarau, kami pasti kekurangan air bersih. Kami berharap banyak kepada Ibu Gubernur agar ada solusi supaya warga tidak terus mengalami kesulitan air bersih setiap musim kemarau,” katanya.

Sudi berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan sumur bor agar warga memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan sumur bor akan membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap distribusi bantuan air bersih ketika musim kemarau tiba.

“Semoga segera ada pengeboran karena tiap tahun saat musim kemarau pasti disini kekurangan air bersih. Kami berharap banyak pada Ibu Gubernur,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih akan melakukan kajian dan koordinasi sebelum menetapkan pelaksanaan pembangunan sumur bor sebagai bagian dari penanganan kekeringan di Kabupaten Sumenep.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026