
Pantau - IPB University memperkenalkan inovasi teknologi pakan komplit fermentasi kepada 25 peternak sapi perah di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, untuk meningkatkan kualitas nutrisi ternak, efisiensi penggunaan pakan, serta kemandirian peternak dalam memenuhi kebutuhan pakan sepanjang tahun.
Ketua Tim Peneliti IPB University Prof. Luki Abdullah mengatakan teknologi tersebut dikembangkan melalui sistem modul pakan hijauan berkualitas tinggi yang dirancang agar mudah diterapkan oleh peternak.
Inovasi ini juga ditujukan untuk membantu peternak menghadapi perubahan ketersediaan hijauan yang dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan nutrisi sapi perah.
"Teknologi ini mengintegrasikan berbagai bahan pakan menjadi ransum yang lebih praktis dan terukur, sehingga berpotensi membantu peternak menjaga konsistensi kualitas nutrisi serta mengatasi fluktuasi ketersediaan hijauan sepanjang tahun,” kata Prof Luki dalam keterangannya di Bogor, Kamis (15/10/2026).
Teknologi Pakan Fermentasi Dirancang Lebih Praktis dan Efisien
Luki menjelaskan bahwa teknologi pakan komplit fermentasi menggabungkan berbagai bahan pakan menjadi satu ransum dengan komposisi nutrisi yang lebih terukur.
Melalui pendekatan tersebut, peternak diharapkan dapat mengelola kebutuhan pakan sapi perah secara lebih praktis dan efisien.
Pengembangan teknologi ini merupakan bagian dari Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan.
Program tersebut juga dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Selain memperkenalkan teknologi fermentasi, tim peneliti memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan nutrisi untuk mendukung kesehatan dan produktivitas sapi perah.
IPB Kenalkan Sorgum dan Indigofera sebagai Sumber Pakan
Dalam kegiatan tersebut, Prof. Panca Dewi Manuhara Karti memperkenalkan budi daya tanaman sorgum dan indigofera sebagai alternatif sumber hijauan berkualitas bagi ternak.
Sorgum dinilai berpotensi menyediakan serat dan energi yang dibutuhkan sapi perah.
Sementara itu, tanaman indigofera dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein hijauan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi ternak.
Peneliti IPB University Dr. Annisa Rosmalia juga menjelaskan pentingnya keseimbangan nutrisi dalam penyusunan ransum.
Keseimbangan kandungan nutrisi diperlukan untuk menunjang kesehatan ternak sekaligus mendukung produktivitas sapi perah.
Pengenalan kedua jenis tanaman tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan bahan pakan yang dapat dibudidayakan peternak.
Sebanyak 25 Peternak Ikuti Pelatihan dan Terima Benih Pakan
Kegiatan pelatihan diikuti 25 peternak sapi perah yang terdiri atas sembilan perempuan dan 16 laki-laki.
Selain memperoleh materi mengenai pengolahan pakan dan nutrisi, peserta menerima benih tanaman pakan untuk dikembangkan.
Para peternak juga mendapatkan produk pakan komplit fermentasi yang akan diuji coba langsung pada sapi perah masing-masing.
Pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui kesesuaian teknologi dengan kondisi peternakan rakyat.
Melalui kegiatan ini, tim peneliti berupaya memastikan inovasi yang dikembangkan dapat digunakan secara praktis oleh peternak.
IPB Evaluasi Dampak Pakan Fermentasi Selama Satu Tahun
Tim peneliti IPB University akan melaksanakan pengujian langsung di peternakan atau on-farm testing selama rangkaian program satu tahun.
Evaluasi mencakup keandalan formula dan produk pakan, respons produktivitas sapi perah, serta efisiensi penggunaan pakan.
Selain aspek teknis, tim juga akan menilai potensi manfaat ekonomi dari penerapan teknologi tersebut bagi peternak.
Hasil evaluasi akan digunakan sebagai dasar penyempurnaan teknologi sebelum diperkenalkan kepada lebih banyak peternak.
Program ini melibatkan kolaborasi IPB University, mitra produsen pakan, dan Koperasi Peternak Sapi Perah Saluyu.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat mempercepat penerapan hasil penelitian perguruan tinggi sekaligus meningkatkan keterampilan peternak dalam pengelolaan pakan dan nutrisi secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




