
Pantau - Bupati Magelang Grengseng Pamuji memastikan Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menanggung seluruh biaya pemeriksaan dan pengobatan warga yang diduga mengalami keracunan es buah setelah jumlah pasien yang masuk rumah sakit mencapai 167 orang.
Pembiayaan tersebut mencakup pelayanan rawat jalan maupun rawat inap di fasilitas kesehatan yang disiapkan pemerintah daerah.
Grengseng mengatakan pemerintah telah mengaktifkan penanganan darurat untuk memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan medis.
“Semuanya akan di-cover oleh Pemda. Rawat jalan juga akan di-cover oleh Pemda,” tegasnya di Magelang, Kamis (15/10/2026).
Pemkab Magelang Siagakan Dua Puskesmas Selama 24 Jam
Pemerintah Kabupaten Magelang telah menyiapkan posko darurat di Puskesmas Kajoran 1 dan Puskesmas Kajoran 2 untuk menangani masyarakat yang mengalami gejala dugaan keracunan.
Kedua puskesmas tersebut disiagakan selama 24 jam agar warga dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis.
“Sudah kita siapkan semua. Kita buat posko darurat di Puskesmas Kajoran 1 dan 2. Pelayanan dilakukan 24 jam untuk menangani masyarakat yang mengalami gejala terduga keracunan,” katanya.
Selain puskesmas, seluruh rumah sakit umum daerah di Kabupaten Magelang juga disiapkan untuk menerima pasien.
Pemerintah daerah memastikan pelayanan kesehatan bagi para korban diberikan tanpa pungutan biaya.
Jumlah Pasien Capai 167 Orang, Rumah Sakit Tambah Tempat Tidur
Grengseng mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan terakhir yang diterimanya, sebanyak 167 warga diduga mengalami keracunan dan telah masuk rumah sakit.
Peningkatan jumlah pasien membuat pemerintah daerah melakukan konsolidasi untuk menambah kapasitas pelayanan kesehatan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penataan dan penambahan tempat tidur di sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang.
“Kami sedang melakukan penataan dan penambahan bed di semua rumah sakit. Tim medis, baik di rumah sakit umum daerah maupun puskesmas, semuanya sudah siap 24 jam,” katanya.
Penambahan kapasitas tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan perawatan bagi pasien yang memerlukan penanganan lanjutan.
Tenaga medis di rumah sakit dan puskesmas juga disiagakan untuk memberikan pelayanan selama masa penanganan darurat.
Bupati Minta Pengertian Warga Terkait Penyesuaian Pelayanan
Grengseng meminta masyarakat memahami apabila terjadi penyesuaian fasilitas dan kenyamanan pelayanan kesehatan akibat meningkatnya jumlah pasien.
Menurutnya, penambahan kapasitas tempat tidur merupakan langkah darurat agar seluruh korban dapat memperoleh penanganan.
“Ini kami lakukan semata-mata untuk menanggulangi kedaruratan. Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar seluruh pasien bisa ditangani di Kabupaten Magelang,” katanya.
Pemerintah daerah berupaya agar pasien tidak perlu dirujuk ke luar wilayah apabila fasilitas kesehatan di Kabupaten Magelang masih mampu memberikan pelayanan.
Penanganan lanjutan akan dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan bersama rumah sakit berdasarkan kondisi medis masing-masing pasien.
Hingga laporan tersebut disampaikan, pemerintah daerah masih memusatkan perhatian pada pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan perawatan warga yang diduga mengalami keracunan es buah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




