HOME  ⁄  Nasional

BPBD Makassar Siapkan Satu Kontainer Masker untuk Antisipasi Kabut Asap Karhutla, Kelompok Rentan Jadi Prioritas

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

BPBD Makassar Siapkan Satu Kontainer Masker untuk Antisipasi Kabut Asap Karhutla, Kelompok Rentan Jadi Prioritas
Foto: Ilustrasi - Masker yang disiapkan BPBD Makassar yang diperuntukkan bagi masyarakat rentan sebagai upaya mencegah terjadinya penyakit asap (sumber: Humas Pemkot Makassar)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menyiapkan stok masker sebanyak satu kontainer untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan penurunan kualitas udara.

Sebagian masker tersebut telah didistribusikan kepada masyarakat dengan memprioritaskan kelompok rentan, terutama anak-anak, lanjut usia (lansia), serta warga yang berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap.

Langkah kesiapsiagaan ini dilakukan menyusul kondisi langit Kota Makassar yang dalam beberapa hari terakhir terlihat tidak secerah biasanya karena tertutup kabut asap.

Kabut asap yang menyelimuti wilayah Makassar disebut berasal dari sejumlah kebakaran hutan di berbagai daerah Sulawesi Selatan serta kawasan hutan di Pulau Kalimantan.

BPBD Makassar Prioritaskan Pembagian Masker kepada Kelompok Rentan

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, M Fadli Tahar, mengatakan bahwa sebagian persediaan masker telah disalurkan kepada masyarakat sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat penurunan kualitas udara.

"Sebagian sudah kami salurkan kepada masyarakat, dengan prioritas bagi kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan lebih, seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang berisiko terdampak penurunan kualitas udara," kata Fadli Tahar di Makassar, Kamis.

Menurut Fadli, penyediaan dan pendistribusian masker merupakan bagian dari langkah kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi dampak kesehatan akibat kondisi lingkungan yang memburuk.

Ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi, tetapi juga mencakup tindakan pencegahan dan mitigasi untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan masyarakat.

Karena itu, BPBD Makassar berupaya memastikan ketersediaan masker dan penyalurannya dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan perlindungan lebih.

Kelompok rentan menjadi perhatian utama karena memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan ketika kualitas udara mengalami penurunan akibat paparan kabut asap.

BPBD Ajak Relawan dan Swasta Berpartisipasi dalam Penyaluran Masker

Selain menyiapkan persediaan masker, BPBD Kota Makassar mengajak relawan, komunitas kebencanaan, dunia usaha, serta sektor swasta untuk berpartisipasi dalam upaya perlindungan masyarakat dari dampak kabut asap.

Partisipasi tersebut dapat dilakukan melalui dukungan penyediaan masker maupun bantuan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

Fadli menekankan pentingnya koordinasi agar bantuan dari berbagai pihak dapat disalurkan secara terarah dan tepat sasaran.

BPBD Makassar berharap seluruh bantuan yang diberikan dapat dikoordinasikan melalui instansinya untuk memudahkan pendataan penerima, pemetaan kebutuhan, serta pengaturan distribusi.

Koordinasi tersebut juga diperlukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok rentan yang menghadapi risiko kesehatan lebih besar.

Dengan melibatkan berbagai pihak, BPBD Makassar berupaya memperkuat kesiapsiagaan sekaligus memperluas jangkauan perlindungan bagi masyarakat yang terdampak penurunan kualitas udara.

Gerakan Masker Didorong untuk Perkuat Gotong Royong Hadapi Kabut Asap

Sebagai bagian dari upaya menghadapi dampak kabut asap, BPBD Kota Makassar turut mendorong keterlibatan masyarakat melalui program Gerakan Masker (Gemas).

Program tersebut diarahkan untuk mengajak berbagai elemen masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan, khususnya penyediaan dan pendistribusian masker kepada warga yang membutuhkan.

Melalui Gerakan Masker, BPBD Makassar berupaya memperkuat semangat gotong royong antara pemerintah, relawan, komunitas kebencanaan, dunia usaha, sektor swasta, dan masyarakat.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembagian masker, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan kesehatan.

BPBD Makassar menilai keterlibatan berbagai pihak penting untuk mendukung langkah pencegahan dan mitigasi terhadap dampak kabut asap yang dapat memengaruhi aktivitas serta kesehatan masyarakat.

Melalui penyediaan satu kontainer masker dan penguatan Gerakan Masker, BPBD Kota Makassar berharap upaya perlindungan kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih optimal, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus.

BPBD juga berharap koordinasi dan kepedulian bersama dapat terus diperkuat untuk menghadapi potensi penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026