
Pantau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Jawa Timur, memberikan dukungan pembiayaan bimbingan belajar (bimbel) dan pendampingan mengaji bagi siswa Sekolah Rakyat untuk meningkatkan kemampuan akademik sekaligus memperkuat pendidikan keagamaan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Ummi Khoiroh, mengatakan bahwa program bimbingan belajar tersebut dilaksanakan melalui kerja sama Smart School dengan platform pendidikan Ruangguru yang saat ini diikuti sebanyak 75 siswa kelas XI Sekolah Rakyat.
Program tersebut difokuskan untuk mempersiapkan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) sekaligus membuka peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ummi menjelaskan bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu, sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
"Pemerintah Kabupaten Gresik sangat mendukung program Sekolah Rakyat karena menjadi salah satu upaya pemberantasan kemiskinan melalui jalur pendidikan," ujarnya di Gresik, Kamis.
Gandeng Ruangguru, 75 Siswa Sekolah Rakyat Dapat Bimbel Tiga Kali Sepekan
Program bimbingan belajar melalui kerja sama Smart School dengan Ruangguru dilaksanakan secara rutin sebanyak tiga kali dalam sepekan untuk meningkatkan penguasaan materi pelajaran dan kesiapan siswa menghadapi evaluasi akademik.
Melalui program tersebut, para siswa memperoleh akses terhadap berbagai materi pembelajaran digital, latihan soal, serta fasilitas tes minat dan bakat untuk membantu mengenali kemampuan dan potensi masing-masing.
Hasil tes minat dan bakat tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi siswa dalam menentukan pilihan pendidikan lanjutan yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan potensi mereka.
Pemkab Gresik juga tengah mengupayakan perluasan program pendampingan akademik agar manfaat bimbingan belajar dapat dirasakan lebih banyak siswa Sekolah Rakyat dari berbagai jenjang pendidikan.
Saat ini, pelaksanaan bimbingan belajar melalui kerja sama dengan Ruangguru masih difokuskan kepada 75 siswa kelas XI sebagai persiapan menghadapi TKA dan pendidikan tinggi.
Kepala Sekolah Rakyat Gresik, Rangga Pratama, menyampaikan bahwa dukungan pemerintah daerah membantu sekolah mengembangkan kemampuan siswa melalui berbagai kegiatan akademik, kesiswaan, hingga pembinaan di lingkungan asrama.
Menurutnya, kerja sama dengan Ruangguru merupakan inisiatif Pemkab Gresik untuk memperkuat kompetensi akademik siswa dan memberikan persiapan yang lebih baik sebelum mengikuti TKA.
"Program bersama Ruangguru ini diinisiasi Pemkab Gresik untuk meningkatkan kompetensi siswa, mempersiapkan mereka menghadapi TKA, serta mendukung mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," katanya.
Pemkab Gresik Biayai Guru Mengaji hingga Pengajar Tahfiz Al Quran
Selain memberikan dukungan akademik, Pemkab Gresik turut membiayai kegiatan pendampingan mengaji bagi siswa Sekolah Rakyat dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Program pendampingan mengaji tersebut dilaksanakan secara rutin sebanyak lima kali dalam sepekan sebagai bagian dari penguatan pendidikan agama dan pembinaan karakter siswa.
Pelaksanaan kegiatan keagamaan melibatkan sejumlah tenaga pendidik dan pembimbing, mulai dari guru mengaji, pengajar tahfiz Al Quran, hingga imam masjid.
Dinas Sosial Kabupaten Gresik juga menyediakan khatib untuk mendukung pelaksanaan Shalat Jumat di lingkungan Sekolah Rakyat.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari pelayanan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pembinaan keagamaan bagi siswa yang mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
Siapkan Lahan 6,5 Hektare, Sekolah Rakyat Gresik Tampung 405 Siswa
Ummi menambahkan bahwa dukungan Pemkab Gresik terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat tidak terbatas pada pembiayaan kegiatan pendidikan, tetapi juga mencakup penyediaan fasilitas dan upaya menjangkau calon peserta didik.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penyediaan lahan seluas 6,5 hektare di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, untuk mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Pemerintah daerah juga melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk membantu menjangkau calon siswa yang berasal dari keluarga kelompok desil 1 dan desil 2 atau masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Sementara itu, Sekolah Rakyat Terintegrasi I Gresik yang berlokasi di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, saat ini menampung sebanyak 405 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 siswa berada pada jenjang SD, 90 siswa pada jenjang SMP, dan 225 siswa pada jenjang SMA.
Adapun 225 siswa SMA terdiri atas 90 siswa reguler, 75 siswa dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik, serta 60 siswa yang berasal dari Kabupaten Lamongan.
Melalui dukungan pembiayaan bimbingan belajar, pendampingan keagamaan, penyediaan fasilitas, dan penjaringan calon peserta didik, Pemkab Gresik berupaya memperkuat penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai salah satu program peningkatan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
- Penulis :
- Arian Mesa




