HOME  ⁄  Nasional

Wamendikdasmen Fajar Dorong Pascasarjana UGM Cetak Penggerak Inovasi Kebijakan untuk Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wamendikdasmen Fajar Dorong Pascasarjana UGM Cetak Penggerak Inovasi Kebijakan untuk Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menghadiri Puncak Dies Natalis ke-43 SPs UGM di Yogyakarta, Kamis (15/10/2026). ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen.)

Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mendorong Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) terus melahirkan penggerak inovasi kebijakan atau policy entrepreneur yang mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.

Fajar menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam perumusan dan pengembangan kebijakan publik.

Hal tersebut disampaikan Fajar saat menghadiri puncak Dies Natalis ke-43 Sekolah Pascasarjana UGM di Yogyakarta, Kamis (15/10/2026).

“Sekolah Pascasarjana UGM memiliki peran penting dalam melahirkan policy entrepreneur. Alumni yang berada di berbagai sektor dapat ikut mewarnai kebijakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Fajar sebagaimana dikutip di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Fajar Tekankan Pentingnya Inovasi Kebijakan Publik

Dalam kegiatan tersebut, Fajar menegaskan bahwa kebijakan publik harus mampu mengikuti perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kebijakan tidak dapat dipandang sebagai aturan yang bersifat tetap karena kondisi di lapangan terus mengalami perubahan.

“Kebijakan itu sangat dinamis, terus berkembang. Tujuan kebijakan publik adalah menghadirkan perubahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Fajar menyampaikan pandangan tersebut saat menanggapi orasi ilmiah Ketua Majelis Wali Amanat UGM Tumiran dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-43 SPs UGM.

Ia juga merefleksikan pengalamannya selama hampir 16 tahun bekerja di lembaga nonpemerintah sebelum bergabung dalam pemerintahan.

Pengalaman dalam kegiatan advokasi pendidikan tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya penyesuaian kebijakan berdasarkan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Fajar menilai kebijakan yang efektif perlu dibangun melalui pemahaman terhadap kebutuhan lapangan serta keterbukaan terhadap perubahan.

Redistribusi Guru ASN Jadi Contoh Penyesuaian Kebijakan Pendidikan

Fajar mencontohkan persoalan yang dihadapi sejumlah sekolah swasta setelah guru terbaik mereka diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pengangkatan tersebut menyebabkan sebagian guru berpindah tugas ke sekolah negeri sehingga memengaruhi ketersediaan tenaga pendidik di sekolah swasta.

Pemerintah kemudian merespons persoalan tersebut melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 1 Tahun 2025.

Peraturan tersebut menjadi landasan pelaksanaan redistribusi guru aparatur sipil negara (ASN) ke sekolah swasta sesuai persyaratan dan kebutuhan.

Fajar menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan salah satu bentuk penyesuaian pemerintah terhadap persoalan pendidikan yang ditemukan di lapangan.

“Di lapangan kita membutuhkan inovasi kebijakan. Kalau dalam tradisi pesantren, ini bisa disebut sebagai ijtihad kebijakan. Itulah yang kami lakukan di Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Pak Menteri Abdul Mu’ti,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa inovasi kebijakan diperlukan agar penyelenggaraan pendidikan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan masyarakat.

Pascasarjana UGM Didorong Perkuat Pendekatan Lintas Disiplin

Fajar menilai pendekatan lintas disiplin yang dikembangkan Sekolah Pascasarjana UGM memiliki peran penting dalam mempertemukan kajian akademik dengan persoalan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, berbagai bidang ilmu dapat saling melengkapi dalam menghasilkan gagasan dan solusi kebijakan.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS) dalam pengembangan Sekolah Pascasarjana UGM.

Menurut Fajar, lingkungan akademik UGM menjadi ruang untuk memperoleh perspektif dan pemikiran baru yang dapat mendukung pelaksanaan tugasnya.

“Setiap kembali ke UGM, saya seperti mengisi ulang energi dan mendapatkan pemikiran baru,” katanya.

Kehadiran Fajar dalam peringatan Dies Natalis ke-43 tersebut juga merupakan bagian dari perannya sebagai anggota Dewan Penasihat atau Advisory Board SPs UGM.

Kegiatan itu sekaligus menjadi kesempatan bagi Fajar untuk kembali ke lingkungan almamaternya.

Alumni Pascasarjana Diharapkan Berkontribusi bagi Indonesia

Fajar berharap Sekolah Pascasarjana UGM terus mengembangkan pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik dan kepedulian terhadap persoalan publik.

Ia menilai alumni yang berkiprah di berbagai sektor memiliki peluang untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan kebijakan dan pelayanan masyarakat.

Peran tersebut dapat diwujudkan melalui keterlibatan dalam pemerintahan, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, maupun sektor lainnya.

Fajar juga mendorong SPs UGM terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan penggerak perubahan.

Melalui pengembangan pendidikan pascasarjana dan pendekatan lintas disiplin, ia berharap semakin banyak lulusan yang mampu berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026