
Pantau - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto mengganti Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) dari Jenderal TNI Maruli Simanjuntak kepada Jenderal TNI Tandyo Budi Revita merupakan langkah strategis untuk memperkuat stabilitas nasional dan menghadapi tantangan geopolitik global.
Dave menyatakan pergantian pimpinan TNI Angkatan Darat tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga kepentingan nasional dan melindungi masyarakat.
Menurutnya, kebijakan Presiden Prabowo juga sejalan dengan prinsip konstitusi serta upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara.
"Dalam konteks perkembangan geopolitik dan tantangan global dewasa ini, kebijakan Presiden Prabowo menjadi semakin relevan," kata Dave di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Komisi I DPR Soroti Tantangan Geopolitik dan Keamanan Global
Dave menjelaskan bahwa situasi internasional saat ini diwarnai berbagai tantangan yang semakin kompleks.
Tantangan tersebut mencakup ketegangan regional, perubahan kondisi ekonomi global, hingga persoalan keamanan yang berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk memastikan Indonesia tetap memiliki posisi yang kuat dalam menghadapi perubahan tersebut.
Dave menilai kebijakan pergantian pimpinan militer menunjukkan kemampuan Presiden Prabowo dalam membaca perkembangan situasi internasional.
Ia juga memandang keputusan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas dan memperkuat kepentingan nasional.
DPR Dukung Kebijakan Presiden Prabowo di Bidang Pertahanan
Dave menyampaikan bahwa Komisi I DPR RI mendukung kebijakan Presiden Prabowo terkait pergantian pimpinan TNI Angkatan Darat.
Ia berharap pelaksanaan kebijakan tersebut dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif terhadap penyelenggaraan pertahanan negara.
Menurutnya, koordinasi antara pemerintah, DPR, dan masyarakat diperlukan agar setiap kebijakan dapat memberikan manfaat bagi kepentingan nasional.
" Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, DPR, dan masyarakat, setiap kebijakan yang dijalankan akan memberikan manfaat nyata, menghadirkan rasa aman, serta membuka harapan baru bagi bangsa dan negara di tengah dinamika global yang terus berkembang," kata dia.
Dukungan tersebut disampaikan dengan harapan pergantian kepemimpinan dapat memperkuat kesiapan Indonesia menghadapi berbagai tantangan keamanan.
Prabowo Lantik Tandyo Budi Revita sebagai KSAD Baru
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Tandyo sebelumnya menjabat sebagai Wakil Panglima TNI sebelum mendapatkan penugasan baru sebagai KSAD.
Pengangkatannya ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 106 TNI tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat.
Keputusan tersebut dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Wahyu Yudhayana dalam prosesi pelantikan di Istana Negara.
Pelantikan Tandyo dilaksanakan bersamaan dengan penugasan baru Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Maruli Simanjuntak Ditunjuk Jadi Wakil Panglima TNI
Dalam pergantian jabatan tersebut, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang sebelumnya menjabat KSAD dilantik sebagai Wakil Panglima TNI.
Maruli juga mendapat penugasan merangkap sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil.
Dengan perubahan tersebut, posisi KSAD kini dijabat Tandyo Budi Revita, sedangkan Maruli menjalankan tugas sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus memimpin badan pengelola perbatasan dan daerah terpencil.
Pergantian jabatan ini menjadi bagian dari kebijakan Presiden Prabowo dalam penataan kepemimpinan militer dan penugasan pejabat strategis negara.
- Penulis :
- Aditya Yohan




