
Pantau - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya kolaborasi TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan warga melalui program Bakti TNI AD untuk Rakyat di Kabupaten Banyumas dan Kebumen.
Program yang berlangsung selama 60 hari pada Oktober hingga November 2026 tersebut mencakup pembangunan jembatan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), penyediaan air bersih, perbaikan fasilitas umum, dan pelayanan sosial.
Ahmad Luthfi menyampaikan hal tersebut saat menjadi inspektur upacara pembukaan Bakti TNI AD untuk Rakyat di Wilayah Kodam IV/Diponegoro di Alun-Alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jumat (16/10/2026).
“Bakti TNI untuk rakyat bukan sekadar program seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI AD dengan rakyat melalui kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian,” katanya.
Gubernur Jateng Minta Infrastruktur Hasil Bakti TNI Dirawat
Ahmad Luthfi mengatakan pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, satuan perlindungan masyarakat (Satlinmas), perguruan tinggi, hingga dunia usaha.
Menurutnya, kerja sama tersebut diperlukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia meminta seluruh fasilitas yang dibangun melalui program Bakti TNI AD dijaga dan dirawat agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Gubernur juga mengapresiasi pembangunan sarana penampungan air yang diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi musim kemarau dan dampak El Nino.
Menurutnya, penyediaan infrastruktur air penting bagi Jawa Tengah yang memiliki peran sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Ahmad menyebut produksi padi Jawa Tengah mencapai 8,5 juta ton gabah kering giling atau sekitar 15 persen dari produksi nasional.
Selain pembangunan fisik, ia mengapresiasi program rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi masyarakat kurang mampu.
“Inilah bentuk collaborative government together we can do that (kolaborasi pemerintah bersama-sama kita bisa mewujudkannya),” kata Luthfi seusai upacara.
Bakti TNI AD Bangun 10 Jembatan dan Rehabilitasi 105 Rumah di Banyumas
Berdasarkan data pelaksanaan program, kegiatan Bakti TNI AD di Kabupaten Banyumas menjangkau 21 kecamatan dan 40 desa.
Program tersebut dilaksanakan di wilayah Kodim 0701/Banyumas dengan berbagai sasaran pembangunan fisik.
Sejumlah pekerjaan yang direncanakan di Banyumas meliputi:
- Rehabilitasi 105 rumah tidak layak huni.
- Pembangunan 10 jembatan.
- Pembuatan 30 sumur bor dan 30 titik jambanisasi.
- Perbaikan enam tempat ibadah dan empat sekolah.
- Rehabilitasi empat panti asuhan.
- Revitalisasi satu makam.
- Pembangunan jalan rabat beton di dua titik.
- Pembangunan talud penahan tanah di dua titik dan talud plengseng beton di lima titik.
Pembangunan tersebut diarahkan untuk memperbaiki akses transportasi, penyediaan air bersih, sanitasi, dan fasilitas pelayanan masyarakat.
Program rehabilitasi rumah juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas tempat tinggal warga kurang mampu.
Kebumen Dapat Pembangunan 12 Jembatan dan 50 Sumur Bor
Sementara itu, pelaksanaan Bakti TNI AD di Kabupaten Kebumen mencakup 18 kecamatan dan 112 desa di wilayah Kodim 0709/Kebumen.
Kegiatan tersebut memiliki sasaran pembangunan infrastruktur dan fasilitas sosial di berbagai desa.
Rincian pekerjaan fisik di Kebumen meliputi:
- Pembangunan 12 jembatan.
- Pembuatan 50 sumur bor.
- Rehabilitasi 45 rumah tidak layak huni.
- Pembangunan 20 unit fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK).
- Perbaikan empat tempat ibadah dan empat sekolah.
- Rehabilitasi satu panti asuhan.
- Revitalisasi satu makam.
- Pembangunan jalan rabat beton di tiga titik.
Pembangunan jembatan dan jalan diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat, sedangkan sumur bor dan fasilitas MCK ditujukan untuk meningkatkan akses air bersih serta sanitasi.
Anggaran Bakti TNI AD di Dua Kabupaten Capai Rp31 Miliar Lebih
Pelaksanaan Bakti TNI AD di Banyumas dan Kebumen didukung anggaran dari program TNI AD, partisipasi TNI, pemerintah daerah, serta Kodam.
Rincian alokasi anggaran untuk Kabupaten Banyumas meliputi:
- Program TNI AD: Rp9,2 miliar.
- Partisipasi TNI: Rp1,5 miliar.
- Pemerintah daerah: Rp3,08 miliar.
- Kodam: Rp500 juta.
- Total anggaran Banyumas: Rp14,28 miliar.
Sementara itu, rincian alokasi anggaran untuk Kabupaten Kebumen meliputi:
- Program TNI AD: Rp14,4 miliar.
- Partisipasi TNI: Rp1,4 miliar.
- Pemerintah daerah: Rp489 juta.
- Kodam: Rp500 juta.
- Total anggaran Kebumen: Rp16,789 miliar.
- Total anggaran kegiatan Bakti TNI AD di kedua kabupaten tersebut mencapai sekitar Rp31,07 miliar.
Pendanaan tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan dan kegiatan pemberdayaan masyarakat selama Oktober hingga November 2026.
Bakti TNI AD Juga Sediakan Layanan Kesehatan dan Bantuan Sosial
Selain pembangunan infrastruktur, Bakti TNI AD untuk Rakyat juga menyelenggarakan sejumlah kegiatan nonfisik.
Kegiatan tersebut mencakup pelayanan kesehatan gratis, operasi katarak, sunatan massal, dan donor darah.
Program sosial lainnya meliputi penanaman 5.000 bibit pohon serta penyaluran bantuan berupa kaki palsu, kacamata gratis, kursi roda, dan paket sembako.
Ahmad Luthfi berharap berbagai layanan tersebut dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama warga kurang mampu.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan pasar murah sebagai bagian dari kegiatan yang ditujukan untuk membantu masyarakat.
Program Bakti TNI AD di Banyumas dan Kebumen dijadwalkan berlangsung hingga November 2026 dengan melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pelaksanaannya.
- Penulis :
- Aditya Yohan




