HOME  ⁄  Nasional

Antrean BBM di Bali Mengular 1 Km, Mufti Anam Desak Pertamina Bergerak

Oleh Khalied Malvino
SHARE   :

Antrean BBM di Bali Mengular 1 Km, Mufti Anam Desak Pertamina Bergerak
Foto: Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam. (Dok. DPR RI)

Pantau -- Kelangkaan bahan bakar minyak selama sepekan terakhir memicu antrean kendaraan mengular melampaui satu kilometer di Bali.

Merespons krisis pasokan tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mendesak PT Pertamina segera melakukan perbaikan sistem distribusi.

​Hingga Rabu (14/10/2026), kemacetan akibat pengisian Pertalite dan Pertamax membentang di Denpasar, Badung, Gianyar, Kuta, hingga Seminyak.

Mufti menilai gangguan pasokan energi di kawasan wisata utama Indonesia tersebut mengancam kebangkitan ekonomi lokal dan pelaku UMKM.

​“Kinerja Pertamina tidak cukup diukur dari ketersediaan stok, tetapi juga dari kemampuan memastikan BBM sampai kepada masyarakat tanpa antrean berkep berkepanjangan. Pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas,” tegas Mufti Anam melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

​Penegasan kualitas pelayanan publik ini vital guna mencegah kelumpuhan sektor pariwisata serta angkutan transportasi darat di daerah.

Politikus Fraksi PDI Perjuangan itu meminta Pertamina menelusuri kesiapan armada kelancaran distribusi serta keandalan infrastruktur pendukung secara menyeluruh.

​Terkait efektivitas pemulihan di lapangan, Mufti memaparkan bahwa Pertamina wajib memperhitungkan lonjakan konsumsi di wilayah dengan mobilitas tinggi.

Menyambung tuntutan masyarakat, BUMN energi tersebut harus mengumumkan kondisi ketersediaan stok serta jadwal pengiriman BBM secara transparan.

​Komisi VI DPR RI menilai transparansi informasi publik menjadi syarat mutlak peredaman kepanikan warga di tengah ketidakpastian pasokan.

DPR RI berkomitmen mengawal evaluasi operasional Pertamina agar gangguan distribusi energi serupa tidak berulang di berbagai daerah.

​Beralih pada tata kelola jangka panjang, Mufti mengingatkan kegagalan koordinasi operasional tidak boleh terus-menerus membebani masyarakat daerah.

Oleh sebab itu, pimpinan pengawasan BUMN tersebut mendesak Pertamina memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan pengelola SPBU.

​Sebagai langkah kunci, Pertamina wajib menjamin penyaluran BBM berjalan tepat waktu serta merata hingga ke seluruh pelosok SPBU.

Melalui perbaikan sistem distribusi yang terukur, pemulihan pasokan energi diharapkan mampu menjaga stabilitas perekonomian serta pariwisata Bali.

Penulis :
Khalied Malvino
FLOII 2026