HOME  ⁄  Nasional

SPPG Arcamanik Libatkan 26 Napi Korupsi Lapas Sukamiskin untuk Siapkan 1.600 Porsi Makan Bergizi Gratis

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

SPPG Arcamanik Libatkan 26 Napi Korupsi Lapas Sukamiskin untuk Siapkan 1.600 Porsi Makan Bergizi Gratis
Foto: Sejumlah warga binaan saat menyiapkan hidangan Makan Bergizi Gratis di Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat 16/10/2026 (sumber: ANTARA/Rubby Jovan)

Pantau - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cisbinar Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, melibatkan 26 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin yang merupakan narapidana kasus korupsi untuk membantu menyiapkan 1.600 porsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keterlibatan warga binaan tersebut dinilai membantu kelancaran operasional dapur MBG sekaligus memberikan kesempatan bagi narapidana untuk memperoleh pengalaman kerja melalui kegiatan produktif selama menjalani masa pidana.

Kepala SPPG Cisbinar Arcamanik, Rian Putra Angelo, mengatakan bahwa kerja sama dengan Lapas Sukamiskin memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, baik pengelola dapur maupun warga binaan yang mengikuti program pembinaan.

"Sebaliknya, warga binaan juga sangat terbantu dengan ada Program MBG yang berada di dalam Lapas Sukamiskin," kata Rian Putra Angelo kepada ANTARA di Bandung, Jumat.

Warga Binaan Lapas Sukamiskin Bantu Produksi 1.600 Porsi MBG

Rian menjelaskan bahwa kegiatan operasional SPPG Cisbinar Arcamanik melibatkan warga binaan untuk membantu proses persiapan dan produksi makanan bergizi dalam jumlah besar.

Seluruh proses penyediaan makanan dilakukan berdasarkan menu yang telah disusun oleh ahli gizi agar sesuai dengan perencanaan kebutuhan gizi penerima manfaat.

Dalam pelaksanaan program tersebut, SPPG Cisbinar Arcamanik melayani lima sekolah dan lima posyandu yang berada di wilayah Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung.

Pendistribusian makanan dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing sekolah dan posyandu, termasuk jumlah penerima manfaat serta jadwal pengiriman.

Rian menjelaskan bahwa pihak sekolah dapat mengajukan penyesuaian distribusi apabila makanan hanya dibutuhkan untuk siswa pada kelas tertentu.

"SPPG Cisbinar Arcamanik melayani lima sekolah dan lima posyandu di wilayah Kecamatan Arcamanik. Distribusi makanan disesuaikan dengan permintaan masing-masing sekolah, termasuk apabila pengiriman hanya diperlukan untuk siswa pada kelas tertentu," kata Rian.

Pengaturan tersebut dilakukan agar proses produksi dan pendistribusian makanan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan lembaga penerima manfaat.

SPPG Gandeng Petani dan UMKM untuk Pasok Bahan Makanan

Selain melibatkan warga binaan dalam kegiatan operasional, SPPG Cisbinar Arcamanik juga menjalin kerja sama dengan koperasi paguyuban untuk memenuhi kebutuhan bahan baku Program MBG.

Koperasi tersebut bertugas memasok berbagai bahan makanan yang diperoleh langsung dari petani dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kerja sama ini dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan bahan baku sekaligus memberikan kesempatan kepada pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai pasok program pemerintah.

Rian menjelaskan bahwa keterlibatan petani dan UMKM menjadi salah satu langkah untuk membantu menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar wilayah pelaksanaan program.

Meski melibatkan pemasok lokal, pengadaan bahan makanan tetap disesuaikan dengan kebutuhan menu yang telah dirancang oleh ahli gizi.

Salah satu bentuk keterlibatan UMKM adalah penyediaan produk roti yang digunakan sebagai bagian dari menu makanan bergizi gratis.

Dalam pengadaan tersebut, SPPG meminta koperasi paguyuban untuk membeli roti dari pelaku UMKM agar usaha masyarakat setempat turut memperoleh manfaat ekonomi.

"Sebagai contoh untuk menu roti, kami meminta koperasi membeli produk dari UMKM. Hal ini sejalan dengan arahan pimpinan agar pelaksanaan program turut melibatkan UMKM di sekitar sehingga dapat membantu perekonomian masyarakat," kata Rian.

Sebanyak 26 Napi Korupsi Diberdayakan di Dapur MBG Lapas Sukamiskin

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin, Nanank Syamsudin, mengungkapkan bahwa sebanyak 26 warga binaan yang merupakan narapidana kasus korupsi saat ini terlibat langsung dalam kegiatan operasional SPPG di lingkungan lapas.

Nanank menjelaskan bahwa keterlibatan warga binaan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan yang bertujuan memberikan aktivitas produktif selama mereka menjalani masa pidana.

Melalui kegiatan penyediaan makanan, warga binaan mendapatkan kesempatan memperoleh pengalaman kerja yang diharapkan dapat bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat.

Program tersebut juga menjadi salah satu bentuk pemberdayaan narapidana dengan melibatkan mereka dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat di luar lingkungan pemasyarakatan.

Nanank mengatakan bahwa jumlah warga binaan yang terlibat dalam operasional dapur MBG tidak selalu tetap karena terdapat pergantian peserta secara berkala.

Pergantian tersebut terjadi antara lain karena sejumlah warga binaan yang sebelumnya menjadi relawan telah menyelesaikan masa pidana dan dinyatakan bebas.

"Saat ini sekitar 26 warga binaan terlibat langsung dalam kegiatan operasional SPPG yang berada di dalam lapas. Jumlah tersebut mengalami pergantian secara berkala karena sebagian warga binaan yang sebelumnya menjadi relawan telah menyelesaikan masa pidana dan bebas," kata Nanank Syamsudin.

Program MBG Dukung Pembinaan Narapidana dan Perekonomian Masyarakat

Keterlibatan warga binaan Lapas Sukamiskin dalam penyediaan 1.600 porsi makanan bergizi gratis menjadi bagian dari kerja sama antara lembaga pemasyarakatan dan pengelola layanan pemenuhan gizi.

Melalui kerja sama tersebut, SPPG Cisbinar Arcamanik memperoleh dukungan tenaga untuk memperlancar proses produksi makanan, sementara warga binaan mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan pembinaan berbasis pengalaman kerja.

Selain mendukung penyediaan makanan bagi lima sekolah dan lima posyandu, program ini turut melibatkan koperasi, petani, dan pelaku UMKM dalam pengadaan bahan makanan.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, mulai dari pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Program MBG di lingkungan Lapas Sukamiskin juga diharapkan dapat terus menjadi sarana pembinaan produktif bagi warga binaan agar memiliki pengalaman dan keterampilan kerja sebelum kembali menjalani kehidupan bermasyarakat.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026