
Pantau - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara meraih tiga penghargaan Primaduta Award 2026 atas kontribusinya dalam memperluas pasar ekspor produk Indonesia ke Turki, dengan potensi kerja sama bisnis mencapai 618,2 juta dolar Amerika Serikat.
Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Perdagangan Budi Santoso kepada Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Tangerang, Jumat (16/10/2026).
Selain penghargaan bagi Duta Besar RI, dua perusahaan asal Turki juga menerima Primaduta Award atas kontribusi mereka dalam pengembangan ekspor Indonesia.
Pencapaian tersebut berkaitan dengan upaya KBRI Ankara memperluas akses pasar bagi berbagai komoditas unggulan Indonesia, mulai dari kopi dan rempah-rempah hingga produk industri.
Dubes Rizal Temui 1.400 Perusahaan untuk Perluas Pasar Ekspor
Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, mengatakan perluasan pasar produk Indonesia merupakan hasil kerja sama antara perwakilan diplomatik, pemasok, dan eksportir nasional.
Menurutnya, KBRI Ankara terus berupaya meningkatkan kehadiran produk Indonesia di berbagai kota besar Turki.
“Kita bekerja keras siang dan malam untuk memastikan produk Indonesia bisa masuk ke pasar Turkiye. Saat ini kopi Indonesia sudah banyak bisa ditemukan di gerai kopi di kota-kota besar di Turkiye seperti Istanbul, Ankara, Izmir, Antalya dan Bursa,” kata Rizal.
Ia menjelaskan bahwa selama tiga tahun terakhir dirinya memimpin langsung upaya perluasan pasar melalui pertemuan dengan pimpinan sekitar 1.400 perusahaan di Turki.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk memperkenalkan produk unggulan Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama perdagangan.
Rizal menegaskan bahwa kualitas, harga, dan keberlanjutan pasokan menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing produk nasional di pasar internasional.
“Yang harus dipastikan adalah produk kita berkualitas baik, harganya kompetitif, dan tentu berkesinambungan. Terus kita majukan ekspor Indonesia, khususnya ke Turki,” tambahnya.
Kopi, Rempah, hingga Produk Industri Indonesia Didorong Masuk Turki
KBRI Ankara mendorong peningkatan ekspor berbagai produk unggulan Indonesia ke pasar Turki.
Komoditas yang menjadi perhatian meliputi kopi, rempah-rempah, kelapa parut kering, arang briket, serta berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain produk tersebut, Indonesia juga memiliki pangsa pasar untuk sejumlah komoditas industri di Turki.
Produk itu antara lain baja, tekstil, kokas, aluminium, sepatu, cokelat, minyak sawit beserta turunannya, serta karet.
KBRI Ankara turut mengupayakan perluasan pasar bagi produk potensial lainnya, termasuk tembaga, produk farmasi, kertas, dan ban karet.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jenis produk Indonesia yang dapat dipasarkan di Turki sekaligus meningkatkan peluang ekspor nasional.
Menteri Perdagangan Berikan Apresiasi kepada Mitra Ekspor Indonesia
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan Primaduta Award diberikan sebagai bentuk penghargaan pemerintah kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam peningkatan ekspor Indonesia.
Penghargaan tersebut mencakup perwakilan Indonesia di luar negeri serta mitra usaha internasional yang mendukung pemasaran produk nasional.
“Penghargaan Primaduta Award ini sebagai bentuk pengakuan dan apresiasi Pemerintah Indonesia kepada berbagai pihak di luar negeri yang telah mendorong ekspor produk Indonesia ke dunia,” sebut Budi.
Dalam penyelenggaraan TEI 2026, penghargaan juga diberikan kepada dua perusahaan Turki yang dinilai berkontribusi terhadap pengembangan ekspor Indonesia.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat hubungan perdagangan dengan mitra internasional.
TEI 2026 Buka Peluang Kerja Sama hingga 618,2 Juta Dolar AS
Trade Expo Indonesia 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Tangerang.
Pameran dagang internasional yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan tersebut mengusung tema The Ultimate Hub for Global Sourcing.
Kegiatan ini mempertemukan eksportir Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara sekaligus memperkenalkan produk dan jasa unggulan nasional.
Dalam rangkaian TEI 2026, terdapat potensi penandatanganan enam nota kesepahaman bisnis dengan nilai keseluruhan mencapai 518,2 juta hingga 618,2 juta dolar AS.
Dari jumlah tersebut, tiga nota kesepahaman dengan nilai gabungan 13,4 juta dolar AS telah ditandatangani.
Sementara itu, potensi kerja sama lainnya masih menjadi bagian dari peluang transaksi bisnis yang diharapkan dapat ditindaklanjuti.
KBRI Ankara terus mendorong kerja sama antara eksportir Indonesia dan pelaku usaha Turki untuk memperluas akses pasar serta meningkatkan perdagangan kedua negara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




