HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Jajaki Investasi Industri Pengolahan Singkong di Mozambik, Mendag Budi Santoso Dorong Penguatan Kerja Sama Dagang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia Jajaki Investasi Industri Pengolahan Singkong di Mozambik, Mendag Budi Santoso Dorong Penguatan Kerja Sama Dagang
Foto: (Sumber :Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Negara Urusan Perdagangan Republik Mozambik António do Rosário Grispos, di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (16/10/2026). ANTARA/HO-Kemendag.)

Pantau - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah menjajaki peluang investasi industri pengolahan singkong di Mozambik untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus memperkuat hubungan perdagangan dan investasi kedua negara.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan rencana tersebut setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Negara Urusan Perdagangan Mozambik, António do Rosário Grispos, di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (16/10/2026).

Kerja sama yang sedang dijajaki meliputi pemanfaatan teknologi budi daya singkong, peningkatan produktivitas pertanian, serta pembangunan dan pengembangan fasilitas pengolahan.

Dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta, Sabtu (17/10/2026), Budi menegaskan bahwa Indonesia dan Mozambik memiliki peluang untuk memperluas hubungan ekonomi melalui perdagangan dan investasi.

"Indonesia dan Mozambik berpeluang besar untuk memperkuat hubungan ekonomi yang saling menguntungkan. Kami ingin mendorong peningkatan perdagangan dua arah, memperluas akses pasar bagi kedua negara, serta membuka peluang investasi yang bernilai tambah bagi perekonomian," ujar Budi.

Indonesia Dorong Investasi Pengolahan Singkong di Mozambik

Budi Santoso menjelaskan bahwa pengembangan industri pengolahan singkong menjadi salah satu peluang kerja sama ekonomi yang dapat dijajaki Indonesia bersama Mozambik.

Rencana tersebut mencakup penerapan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas singkong serta pengembangan fasilitas industri pengolahannya.

Melalui pengolahan hasil pertanian, komoditas singkong diharapkan dapat menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Penjajakan investasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas keterlibatan pelaku usaha Indonesia dalam kegiatan ekonomi di Mozambik.

Selain sektor pengolahan singkong, kedua negara membuka peluang kerja sama bisnis melalui pertemuan antarpelaku usaha dan partisipasi dalam pameran perdagangan.

Pemerintah Indonesia mendorong komunikasi yang lebih intensif antara kedua negara untuk mendukung realisasi peluang investasi tersebut.

Mendag Optimalkan Perjanjian Dagang Indonesia-Mozambik

Selain membahas investasi, Budi menekankan pentingnya pemanfaatan Perjanjian Perdagangan Preferensial Indonesia-Mozambik atau Indonesia-Mozambique Preferential Trade Agreement (PTA).

Perjanjian yang ditandatangani pada 27 Agustus 2019 tersebut memberikan fasilitas preferensi tarif bagi sejumlah produk perdagangan kedua negara.

Dalam kesepakatan tersebut, sebanyak 242 pos tarif produk Mozambik memperoleh akses preferensi, sedangkan Indonesia mendapatkan fasilitas untuk 217 pos tarif produk.

Budi mendorong pelaku usaha kedua negara agar memanfaatkan fasilitas tersebut untuk meningkatkan perdagangan bilateral.

Indonesia juga mengusulkan penyelenggaraan pertemuan kedua Komite Bersama PTA Indonesia-Mozambik atau Joint Committee Meeting.

Pertemuan tersebut direncanakan untuk mengevaluasi pelaksanaan perjanjian perdagangan sekaligus membahas peluang peningkatan kerja sama ekonomi.

Salah satu peluang yang akan dibicarakan adalah pengembangan hubungan dagang menuju Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Mozambik Pandang Indonesia sebagai Mitra Strategis untuk Pasar ASEAN

Menteri Negara Urusan Perdagangan Mozambik, António do Rosário Grispos, menyampaikan pentingnya memperkuat hubungan perdagangan dengan Indonesia.

Menurutnya, peningkatan akses pasar dan pemanfaatan perjanjian perdagangan preferensial dapat membantu memperluas hubungan ekonomi kedua negara.

António juga memandang Indonesia sebagai mitra strategis untuk memperluas pemasaran produk unggulan Mozambik ke kawasan Asia Tenggara.

Posisi Indonesia dalam kawasan ASEAN dinilai membuka peluang bagi Mozambik untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Kedua negara turut mendorong diversifikasi komoditas perdagangan agar hubungan ekonomi tidak hanya bergantung pada produk tertentu.

Selain itu, penguatan hubungan antarpelaku usaha akan dilakukan melalui penjajakan kerja sama bisnis atau business matching serta keikutsertaan dalam berbagai pameran dagang.

Perdagangan Indonesia-Mozambik Capai 110,7 Juta Dolar AS

Berdasarkan data perdagangan periode Januari hingga Agustus 2026, total nilai perdagangan Indonesia dan Mozambik mencapai 110,7 juta dolar Amerika Serikat.

Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke Mozambik tercatat sebesar 88,9 juta dolar AS.

Sementara itu, impor Indonesia dari Mozambik mencapai 21,9 juta dolar AS.

Dengan nilai tersebut, Indonesia mencatat surplus perdagangan sekitar 67 juta dolar AS terhadap Mozambik selama delapan bulan pertama 2026.

Sebagai perbandingan, total perdagangan kedua negara sepanjang 2025 mencapai 162,8 juta dolar AS.

Pada tahun tersebut, ekspor Indonesia ke Mozambik tercatat sebesar 107,8 juta dolar AS, sedangkan impor mencapai 55 juta dolar AS.

Produk ekspor utama Indonesia ke Mozambik meliputi minyak kelapa sawit dan fraksinya, sabun, asam lemak industri beserta produk turunannya, margarin, serta semen.

Adapun komoditas utama yang diimpor Indonesia dari Mozambik mencakup tembakau, batu bara, mineral industri, dan grafit alami.

Pemerintah Indonesia terus mendorong optimalisasi perjanjian perdagangan dan penjajakan investasi untuk meningkatkan nilai perdagangan sekaligus memperluas kerja sama ekonomi dengan Mozambik.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026