HOME  ⁄  Nasional

Proyek MRT Jakarta Fase 2A Ungkap Lebih dari 4.000 Artefak Bersejarah, Temuan Keramik Jadi Bukti Perdagangan Internasional

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Proyek MRT Jakarta Fase 2A Ungkap Lebih dari 4.000 Artefak Bersejarah, Temuan Keramik Jadi Bukti Perdagangan Internasional
Foto: Pengunjung mengamati koleksi artefak yang dipamerkan di Galeri MRT, Stasiun Kota, Jakarta, Kamis (15/10/2026). PT MRT Jakarta (Perseroda) menyerahkan sebanyak empat ribu artefak bersejarah atau temuan arkeologi pada proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A kepada Dinas Kebudayaan DKI Jakarta untuk dilakukan perawatan dan akan ditampilkan pada museum yang akan dibangun di sekitar Stasiun Kota Tua.

Pantau - Tim ahli arkeologi proyek MRT Jakarta Fase 2A menemukan lebih dari 4.000 artefak dan peninggalan bersejarah selama pembangunan jalur Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Kota, termasuk keramik dari berbagai negara yang menunjukkan hubungan perdagangan internasional pada masa lalu.

Temuan tersebut mencakup struktur saluran air dari terakota, cerucuk yang berkaitan dengan dinding sungai, serta berbagai benda bersejarah yang ditemukan selama pekerjaan konstruksi berlangsung.

Tim Ahli Arkeologi MRT Jakarta Fase 2A sekaligus anggota Tenaga Ahli Cagar Budaya Nasional, Junus Satria Atmodjo, mengatakan jumlah artefak terus bertambah seiring berjalannya pembangunan.

“Karena kan tiap hari nambah. Setiap kali kita mengangkat cerucuk baru, papan baru dari kanal, itu kan datanya selalu bertambah. Jadi yang terakhir saya tidak tahu, tapi kalau ngomong di atas 4.000-an, ya pasti lebih,” kata Junus di Stasiun Jakarta Kota, Kamis (15/10/2026).

Ribuan Artefak MRT Jakarta Ungkap Jejak Perdagangan Asia

Junus menjelaskan bahwa sejumlah artefak keramik yang ditemukan berasal dari berbagai negara di kawasan Asia.

Negara-negara tersebut meliputi Jepang, China, Vietnam, Thailand, dan Kamboja.

Menurutnya, keberadaan keramik dari berbagai wilayah tersebut dapat membantu mengungkap hubungan perdagangan antara Nusantara dan negara lain pada masa lampau.

Temuan itu juga menjadi bahan penelitian untuk memahami jalur perdagangan laut yang menghubungkan sejumlah kawasan Asia.

Selain keramik, tim arkeologi menemukan peninggalan berupa struktur saluran air dan material yang berkaitan dengan infrastruktur sungai pada masa lalu.

Analisis terhadap berbagai temuan tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai sejarah perkembangan kawasan Jakarta.

Sebanyak 200 Artefak Pernah Dipamerkan di Jepang

Sebagian artefak hasil penggalian proyek MRT Jakarta Fase 2A sebelumnya pernah dipamerkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, Jepang.

Junus mengatakan sekitar 200 benda bersejarah dibawa dalam kegiatan pameran tersebut.

Meskipun jumlah koleksi yang ditampilkan terbatas, pameran itu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat.

Menurut Junus, benda-benda peninggalan tersebut dapat membantu masyarakat memahami sejarah Indonesia melalui bukti material yang ditemukan langsung di lokasi penggalian.

Temuan itu juga memperlihatkan keterhubungan kawasan Nusantara dengan jaringan perdagangan internasional sejak masa lalu.

MRT Jakarta Siapkan Galeri Artefak di Stasiun Kota

Pihak MRT Jakarta berencana menampilkan berbagai temuan arkeologi kepada masyarakat setelah melalui proses kurasi.

Project Management for Construction 2 MRT Jakarta, Indra Gunawan, mengatakan koleksi tersebut akan dipersiapkan sebelum dipamerkan kepada publik.

Galeri yang direncanakan berada di Stasiun Jakarta Kota akan menjadi ruang pengenalan sejarah bagi pengguna MRT dan masyarakat umum.

Melalui galeri tersebut, masyarakat nantinya dapat melihat berbagai benda bersejarah yang ditemukan selama pembangunan jalur MRT Fase 2A.

Pembangunan MRT Fase 2A Capai 65,10 Persen

Di tengah penemuan ribuan artefak bersejarah, pembangunan MRT Jakarta Fase 2A terus berlangsung.

Berdasarkan data per 25 September 2026, progres pembangunan proyek tersebut telah mencapai 65,10 persen.

Penyelesaian jalur MRT Fase 2A dibagi menjadi dua segmen dengan target waktu berbeda.

Segmen Bundaran HI hingga Harmoni ditargetkan selesai pada 2027.

Sementara itu, segmen Harmoni hingga Kota ditargetkan rampung pada 2029.

Temuan lebih dari 4.000 artefak dalam proyek tersebut menjadi bagian dari dokumentasi sejarah Jakarta yang akan melalui proses penelitian dan kurasi sebelum diperkenalkan secara lebih luas kepada masyarakat.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026