
Pantau - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp1,5 triliun kepada 18.637 debitur selama pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 pada 1 September hingga 17 Oktober 2026.
Capaian tersebut dihimpun berdasarkan laporan dari 55 lembaga jasa keuangan yang berpartisipasi dalam kegiatan BIK 2026 di wilayah DIY.
Kepala OJK DIY Eko Yunianto menyampaikan hasil tersebut dalam acara puncak BIK 2026 di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949, Yogyakarta, Minggu (18/10/2026).
"Berdasarkan laporan data dari 55 lembaga jasa keuangan di DIY selama periode BIK, kami mencatat pencapaian sangat positif, capaian inklusi keuangan melalui kredit pembiayaan tercatat 18.637 debitur, dengan total nilai Rp1,5 triliun," kata Eko.
Penyaluran KUR Capai Rp718 Miliar, Pembiayaan UMKM Rp296 Miliar
Eko menjelaskan bahwa penyaluran kredit selama BIK 2026 mencakup sejumlah jenis pembiayaan bagi masyarakat.
Kredit Usaha Rakyat (KUR) tercatat menjangkau 13.283 debitur dengan total plafon sebesar Rp718 miliar.
Sementara itu, program kredit pembiayaan melawan rentenir menjangkau 1.479 debitur dengan plafon mencapai Rp148 miliar.
Untuk kredit kepemilikan rumah, OJK DIY mencatat 57 debitur dengan total plafon sebesar Rp94 miliar.
Adapun kategori kredit lainnya mencapai Rp549 miliar yang disalurkan kepada 3.818 debitur.
"Berdasarkan data tersebut penyaluran kredit pembiayaan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tercatat sebesar Rp296 miliar yang diberikan kepada 3.079 pelaku UMKM," katanya.
OJK DIY Catat Ratusan Ribu Rekening Tabungan SimPel
Selain pembiayaan, OJK DIY mencatat perkembangan akses masyarakat terhadap berbagai produk simpanan.
Selama periode BIK 2026, pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) tercatat mencapai 694.565 rekening.
Pembukaan tabungan anak di luar SimPel bertambah 1.891 rekening, sedangkan tabungan Si Muda bertambah 674 rekening.
Pada layanan investasi emas, terdapat pembukaan 1.236 rekening tabungan emas.
Perluasan layanan keuangan melalui program Laku Pandai juga menghasilkan 815 nasabah baru dan 1.200 rekening baru.
"Selain itu juga adanya pembukaan rekening tabungan emas ada sebanyak 1.236 rekening, perluasan akses layanan melalui Laku Pandai menghasilkan 815 nasabah baru dan 1.200 rekening baru yang dibuka melalui kanal tersebut," katanya.
Pasar Modal Tambah Investor, Penjualan Obligasi Capai Rp117 Miliar
Pada sektor pasar modal, OJK DIY mencatat penambahan 1.740 nomor identitas investor tunggal atau Single Investor Identification (SID) saham.
Selain itu, terdapat 733 SID reksa dana baru selama pelaksanaan BIK 2026.
Sebanyak 727 investor tercatat melakukan transaksi obligasi dengan nilai penjualan mencapai Rp117 miliar.
Program edukasi pasar modal juga menjangkau 2.833 peserta.
Sementara itu, sektor perasuransian mencatat penerbitan 2.776 polis baru yang terdiri atas 276 polis asuransi umum serta 2.500 polis asuransi jiwa dan asuransi jiwa mikro.
Edukasi Keuangan Jangkau 799 Sekolah dan Ribuan Masyarakat
OJK DIY juga memperluas kegiatan literasi keuangan melalui program pendidikan dan sosialisasi kepada berbagai kelompok masyarakat.
Program go to school menjangkau 799 sekolah dengan jumlah peserta sebanyak 14.129 pelajar.
Selain itu, sebanyak 278 kegiatan edukasi keuangan umum telah dilaksanakan dengan melibatkan 7.091 peserta.
Peserta kegiatan tersebut berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, guru, pelaku UMKM, pedagang, petani, ibu rumah tangga, anggota PKK, aparatur sipil negara, pekerja, dan masyarakat umum.
"Angka ini membuktikan tingginya antusiasme masyarakat DIY dan kuatnya sinergi dan kolaborasi terjalin dari seluruh industri jasa keuangan dalam menyediakan layanan yang mudah, murah dan bermanfaat," katanya.
Kegiatan literasi lainnya mencakup edukasi pengenalan reksa dana kepada komunitas perempuan yang diikuti lebih dari 150 peserta.
OJK DIY juga memberikan edukasi mengenai kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal kepada Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia di DIY dengan lebih dari 80 peserta.
Sosialisasi reksa dana syariah menjangkau 580 peserta, sedangkan diskusi mengenai aset kripto diikuti 230 peserta.
Edukasi digitalisasi keuangan bagi pelajar SMA turut dilaksanakan dengan melibatkan 130 peserta.
Literasi Keuangan DIY Capai 76,44 Persen, Inklusi Tertinggi Kedua Nasional
Eko menyampaikan bahwa hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 menunjukkan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen.
Sementara itu, tingkat inklusi keuangan nasional tercatat sebesar 93,61 persen.
Untuk wilayah DIY, tingkat literasi keuangan mencapai 76,44 persen dan menempatkan provinsi tersebut pada peringkat ketujuh nasional.
Tingkat inklusi keuangan DIY mencapai 98,74 persen atau berada pada peringkat kedua nasional.
"Yang patut kita syukuri adalah untuk masyarakat DIY berdasarkan hasil survei tersebut tingkat literasi keuangan mencapai 76,44 persen, atau peringkat tujuh nasional, sedangkan tingkat inklusi keuangannya mencapai 98,74 persen atau peringkat dua nasional," katanya.
OJK Perkuat Kolaborasi untuk Pemerataan Akses Keuangan
BIK 2026 mengusung tema "Akses Keuangan yang Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera" sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.
Penyelenggaraannya melibatkan OJK, Bank Indonesia, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, serta berbagai pihak terkait.
Puncak BIK 2026 di Yogyakarta dimeriahkan dengan senam bersama, edukasi keuangan, hiburan, dan pameran lembaga jasa keuangan serta UMKM.
Eko berharap kerja sama antarlembaga dapat terus ditingkatkan agar masyarakat semakin memahami manfaat dan risiko produk keuangan.
"Kami berharap sinergi dan kolaborasi ini terus kita tingkatkan, agar lebih banyak lagi masyarakat di DIY ini menjadi masyarakat yang 'well-treated' terhadap produk dan layanan lembaga jasa keuangan, sehingga mampu mengambil keputusan keuangan secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab," katanya.
- Penulis :
- Gerry Eka




