HOME  ⁄  Nasional

Kilang Pertamina Plaju Produksi 295.263 Barel Avtur hingga September 2026, Pasokan Bahan Bakar Pesawat Terus Dijaga

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kilang Pertamina Plaju Produksi 295.263 Barel Avtur hingga September 2026, Pasokan Bahan Bakar Pesawat Terus Dijaga
Foto: Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Sumatera Selatan, mencatat produksi bahan bakar pesawat udara atau avtur sebanyak 295.263 barel sepanjang Januari hingga September 2026 untuk mendukung kebutuhan transportasi udara.

Pantau - Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Sumatera Selatan, mencatat produksi bahan bakar pesawat atau avtur sebanyak 295.263 barel sepanjang Januari hingga September 2026 untuk mendukung kebutuhan transportasi udara dan menjaga ketersediaan energi nasional.

Selain mencatat produksi ratusan ribu barel, Kilang Plaju juga merealisasikan penyaluran avtur sebanyak 261.992 barel selama sembilan bulan pertama 2026.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju Khabibullah Khanafie mengatakan perusahaan terus menjaga keandalan operasional dan kualitas produk agar pasokan avtur memenuhi kebutuhan sektor penerbangan.

“Bagi kami, memastikan ketersediaan avtur tidak hanya berfokus pada pencapaian produksi, tetapi juga memastikan setiap produk yang disalurkan memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan,” katanya dalam keterangan yang diterima di Palembang, Minggu (18/10/2026).

Produksi Avtur Kilang Plaju Capai 295 Ribu Barel

Kilang Plaju mencatat total produksi avtur sebanyak 295.263 barel selama periode Januari hingga September 2026.

Pada periode yang sama, jumlah avtur yang telah disalurkan mencapai 261.992 barel.

Produksi tersebut merupakan bagian dari kontribusi Pertamina Patra Niaga dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar pesawat udara.

Khabibullah menjelaskan bahwa keberlangsungan produksi harus diimbangi dengan pengawasan kualitas secara konsisten.

Menurutnya, keandalan produksi menjadi salah satu aspek penting untuk mendukung kelancaran operasional transportasi udara.

Kilang Plaju juga terus melakukan pengawasan terhadap produk yang dihasilkan sebelum disalurkan kepada pengguna.

Pertamina Terapkan Pengujian Laboratorium Sebelum Avtur Disalurkan

Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju memastikan avtur yang diproduksi melalui tahapan pengolahan dan pengawasan mutu.

Pengawasan tersebut mencakup pengujian laboratorium untuk memastikan karakteristik bahan bakar sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan dalam industri penerbangan.

Khabibullah mengatakan proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh sebelum produk dinyatakan memenuhi ketentuan penyaluran.

"Penyaluran produk dilakukan setelah hasil pengujian memastikan seluruh persyaratan mutu yang berlaku telah terpenuhi," jelasnya.

Pengujian tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan kualitas avtur tetap terjaga selama proses produksi hingga penyaluran.

Perusahaan menegaskan bahwa pencapaian volume produksi bukan satu-satunya indikator keberhasilan operasional kilang.

Pemenuhan standar mutu juga menjadi perhatian untuk menjaga keandalan pasokan bahan bakar penerbangan.

Kilang Plaju Perkuat Keselamatan Kerja dan Perlindungan Lingkungan

Selain menjaga produksi dan kualitas avtur, Kilang Plaju menerapkan prinsip keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan lingkungan dalam seluruh kegiatan operasional.

Prinsip tersebut dikenal sebagai Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Penerapan HSSE dilakukan untuk memastikan proses pengolahan energi berjalan secara aman, andal, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Aspek keselamatan kerja menjadi bagian dari pengelolaan operasional kilang yang dilakukan bersamaan dengan pengawasan mutu produk.

Pertamina juga menempatkan pengelolaan lingkungan sebagai salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam proses produksi energi.

Pasokan Avtur Dukung Penerbangan dan Konektivitas Antardaerah

Kilang Plaju menyatakan bahwa keberlanjutan produksi avtur memiliki peran dalam mendukung konektivitas transportasi udara antardaerah.

Ketersediaan bahan bakar pesawat diperlukan untuk menunjang mobilitas masyarakat serta berbagai aktivitas ekonomi yang bergantung pada layanan penerbangan.

Karena itu, perusahaan berupaya menjaga keandalan produksi dan penyaluran agar kebutuhan bahan bakar penerbangan dapat terpenuhi.

Pengawasan mutu secara berkelanjutan juga dilakukan untuk memastikan produk yang disalurkan sesuai dengan standar yang berlaku.

Melalui penguatan operasional dan penerapan HSSE, Kilang Plaju menyatakan komitmennya untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Capaian produksi 295.263 barel avtur hingga September 2026 menjadi bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga menjaga ketersediaan bahan bakar bagi sektor transportasi udara.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026