HOME  ⁄  Nasional

PBNU Ingatkan Konflik Timur Tengah Jangan Pecah Belah Umat Islam, Gus Kikin Serukan Perdamaian dan Perlindungan Tanah Suci

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PBNU Ingatkan Konflik Timur Tengah Jangan Pecah Belah Umat Islam, Gus Kikin Serukan Perdamaian dan Perlindungan Tanah Suci
Foto: (Sumber :Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dalam foto dokumentasi yang diterima Senin (19/10/2026). ANTARA/HO-PBNU.)

Pantau - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan masyarakat agar konflik yang terjadi di Timur Tengah tidak berkembang menjadi pertentangan antarmazhab yang dapat memecah belah persatuan umat Islam, termasuk di Indonesia.

Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menegaskan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah berkaitan dengan persoalan politik dan perebutan kekuasaan, sehingga tidak seharusnya dipandang sebagai pertentangan ajaran agama.

“Jangan sampai konflik politik di Timur Tengah berubah menjadi permusuhan antarumat Islam. Perbedaan mazhab tidak boleh dijadikan alasan untuk saling membenci, apalagi memecah belah persaudaraan,” ujar Gus Kikin dalam keterangan yang diterima di Jombang, Jawa Timur, Senin (19/10/2026).

Gus Kikin mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjaga persaudaraan Islam dan tidak mudah terpengaruh narasi sektarian yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

PBNU Minta Umat Islam Tidak Terprovokasi Konflik Antarmazhab

Gus Kikin menilai masyarakat perlu memahami bahwa ketegangan politik di Timur Tengah tidak boleh dijadikan alasan untuk membangun permusuhan berdasarkan perbedaan mazhab.

Menurutnya, persaudaraan sesama umat Islam harus tetap dijaga meskipun terdapat perbedaan pandangan keagamaan.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, itu mengingatkan pentingnya mengedepankan ukhuwah Islamiyah dalam menyikapi perkembangan konflik internasional.

PBNU juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang mengaitkan konflik politik dengan identitas keagamaan tertentu.

Sikap saling menghormati dan menjaga persatuan dinilai penting agar ketegangan di luar negeri tidak berdampak pada hubungan antarumat Islam di Indonesia.

Gus Kikin Kecam Serangan terhadap Warga Sipil

Selain mengingatkan pentingnya persatuan, PBNU mengecam serangan terhadap warga dan fasilitas sipil di tengah meningkatnya konflik Timur Tengah.

Gus Kikin menegaskan bahwa kepentingan politik, kekuasaan, maupun militer tidak dapat dijadikan pembenaran untuk mengorbankan keselamatan manusia.

“Islam menempatkan keselamatan jiwa manusia sebagai nilai yang sangat luhur. Menjaga jiwa atau hifzh an-nafs merupakan salah satu tujuan utama syariat. Karena itu, tidak ada kepentingan politik atau kekuasaan yang boleh mengabaikan keselamatan warga sipil,” katanya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta pemerintah dan masyarakat Arab Saudi yang terdampak serangan terhadap fasilitas sipil.

Ucapan duka cita tersebut turut ditujukan kepada masyarakat dari berbagai negara yang menjadi korban kekerasan di kawasan Timur Tengah.

PBNU menekankan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat sipil dalam setiap situasi konflik bersenjata.

PBNU Ingatkan Keselamatan Makkah, Madinah, dan Jamaah Haji

Gus Kikin secara khusus meminta seluruh pihak menjaga keamanan dua kota suci umat Islam, yakni Makkah dan Madinah.

Menurutnya, kawasan Tanah Suci harus dilindungi dari ancaman kekerasan yang dapat membahayakan masyarakat dan jamaah yang sedang menjalankan ibadah.

Ia juga menyoroti pentingnya menjamin keselamatan jamaah haji dan umrah dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Tanah Suci harus dijauhkan dari segala bentuk ancaman kekerasan. Keselamatan para jemaah harus menjadi perhatian bersama. Haramain adalah amanah suci yang wajib dijaga oleh seluruh umat Islam,” ujarnya.

PBNU menilai perlindungan terhadap Makkah dan Madinah merupakan tanggung jawab bersama yang harus menjadi perhatian di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

PBNU Desak Akses Bantuan Kemanusiaan untuk Rakyat Yaman

Di tengah konflik yang berlangsung, Gus Kikin juga menyampaikan keprihatinan terhadap penderitaan masyarakat Yaman akibat peperangan berkepanjangan.

PBNU mendesak seluruh pihak membuka akses bantuan kemanusiaan bagi masyarakat sipil dan pengungsi tanpa hambatan.

Menurut Gus Kikin, aksi kekerasan yang terus berbalas hanya akan memperpanjang penderitaan masyarakat dan memperbesar kerusakan di wilayah konflik.

Ia menekankan bahwa penyelesaian melalui jalur diplomasi harus diutamakan dibandingkan tindakan militer.

“Perang tidak boleh menjadi jalan untuk menyelesaikan setiap perbedaan. Semua pihak harus menahan diri, menghentikan serangan, menghormati hukum humaniter internasional, dan kembali ke meja perundingan,” katanya.

PBNU juga meminta pihak-pihak yang terlibat dalam konflik untuk menghormati hukum humaniter internasional dan mengutamakan keselamatan penduduk sipil.

PBNU Dorong PBB dan OKI Perkuat Diplomasi Perdamaian

PBNU mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta negara-negara di Timur Tengah mengambil langkah nyata untuk meredakan ketegangan.

Organisasi tersebut diharapkan dapat membantu membuka ruang dialog dan mendorong penyelesaian konflik melalui perundingan.

PBNU juga menyatakan dukungan kepada Pemerintah Indonesia agar terus berperan aktif dalam diplomasi internasional untuk memperjuangkan perdamaian dan kepentingan kemanusiaan.

Gus Kikin mengajak warga NU di seluruh Indonesia memanjatkan doa bagi keselamatan Tanah Suci, jamaah haji dan umrah, serta masyarakat Timur Tengah yang terdampak konflik.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026