HOME  ⁄  Nasional

Kemkomdigi Targetkan Kecepatan Internet 100 Mbps pada 2029, Dua Ribu Desa Masih Belum Terjangkau 4G

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kemkomdigi Targetkan Kecepatan Internet 100 Mbps pada 2029, Dua Ribu Desa Masih Belum Terjangkau 4G
Foto: Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan paparan dalam ajang Bali Tech Week (BTW) 2026 di Sanur, Bali, Senin 19/10/2026 (sumber: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Pantau - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan kecepatan internet pita lebar tetap mencapai 100 megabit per detik (Mbps) pada 2029, sekaligus memperluas jaringan telekomunikasi ke sekitar dua ribu desa dan permukiman yang hingga kini belum terjangkau layanan 4G.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional tidak cukup hanya memperluas cakupan jaringan, tetapi juga harus meningkatkan kualitas, kecepatan, dan pemerataan layanan internet.

Pernyataan tersebut disampaikan Meutya dalam ajang Bali Tech Week (BTW) 2026 di Sanur, Bali, Senin, 19 Oktober 2026.

Menurut Meutya, peningkatan konektivitas digital perlu memperhatikan dua aspek utama, yakni kecepatan akses internet dan inklusivitas layanan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Artinya konektivitas ini harus diikuti oleh kualitas yang lebih baik, khususnya dari sisi kecepatan dan juga inklusivitas," kata Meutya.

Kemkomdigi menyiapkan sejumlah langkah untuk mencapai target tersebut, mulai dari pengelolaan spektrum frekuensi radio, pengembangan layanan internet nirkabel, hingga kerja sama pemanfaatan infrastruktur kelistrikan.

Penetrasi Internet Indonesia Capai 81,72 Persen

Meutya mengungkapkan bahwa penetrasi layanan internet di Indonesia saat ini telah mencapai 81,72 persen dari jumlah penduduk nasional.

Persentase tersebut menunjukkan bahwa sekitar 235 juta penduduk Indonesia telah memperoleh akses layanan internet.

Dari sisi jaringan komunikasi seluler, cakupan layanan 4G telah menjangkau 98,96 persen populasi Indonesia.

Meutya menyebut jaringan 4G tersebut memiliki kecepatan rata-rata mencapai 84 Mbps.

Sementara itu, kecepatan transfer data layanan internet pita lebar tetap atau fixed broadband di Indonesia tercatat sebesar 67,45 Mbps.

Pemerintah menargetkan kecepatan layanan internet tetap tersebut meningkat menjadi 100 Mbps pada 2029.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas konektivitas agar mampu mendukung kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital yang terus berkembang.

Meski cakupan jaringan seluler telah menjangkau hampir seluruh populasi, pemerintah masih menghadapi tantangan pemerataan akses di sejumlah wilayah.

Sebelumnya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, menyampaikan bahwa jaringan 4G telah tersedia di sekitar 83 ribu desa di Indonesia.

Namun, masih terdapat sekitar dua ribu desa dan permukiman yang belum memperoleh akses jaringan 4G.

"Ini menunjukkan bahwa kemajuan konektivitas nasional masih belum merata. Ini merupakan tugas kita bersama," kata Angga.

Pemerintah menilai perluasan jaringan harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan agar masyarakat di berbagai daerah dapat memperoleh akses internet yang lebih cepat dan stabil.

Pemerintah Siapkan Internet 100 Mbps dengan Biaya Rp100 Ribu per Bulan

Untuk meningkatkan akses internet masyarakat, Kemkomdigi menyiapkan pemanfaatan pita frekuensi radio 1,4 gigahertz (GHz).

Frekuensi tersebut diarahkan untuk mendukung penyelenggaraan layanan internet pita lebar melalui teknologi Fixed Wireless Access (FWA).

Teknologi FWA memungkinkan penyediaan akses internet tetap dengan memanfaatkan jaringan nirkabel.

Melalui pemanfaatan pita frekuensi 1,4 GHz, pemerintah menargetkan layanan internet dengan kecepatan hingga 100 Mbps.

Selain meningkatkan kecepatan, pemerintah juga memperhatikan keterjangkauan biaya layanan bagi masyarakat.

Layanan internet berbasis FWA tersebut ditargetkan dapat ditawarkan dengan biaya sekitar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per bulan.

Target harga tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap internet berkecepatan tinggi dengan biaya yang lebih terjangkau.

Meski demikian, angka tersebut masih merupakan target pengembangan layanan, bukan tarif yang telah diberlakukan secara menyeluruh.

Selain pita frekuensi 1,4 GHz, pemerintah membuka pemanfaatan pita frekuensi radio 700 megahertz (MHz) dan 2,6 GHz.

Kedua pita frekuensi tersebut disiapkan untuk mendukung perluasan cakupan jaringan sekaligus meningkatkan kapasitas layanan komunikasi seluler nasional.

Melalui pengelolaan frekuensi tersebut, Kemkomdigi berupaya memperkuat kualitas koneksi internet dan memperluas layanan ke wilayah yang belum terjangkau.

Kemkomdigi dan Kementerian ESDM Bahas Pemanfaatan Infrastruktur Listrik

Meutya menjelaskan bahwa pengembangan konektivitas nasional membutuhkan kerja sama lintas kementerian untuk mendukung penyediaan infrastruktur telekomunikasi.

Salah satu langkah yang sedang dibahas adalah pemanfaatan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung perluasan jaringan internet.

Pembahasan tersebut dilakukan antara Kementerian Komunikasi dan Digital dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Koordinasi kedua kementerian diarahkan untuk mencari skema pemanfaatan infrastruktur kelistrikan yang dapat membantu penyediaan layanan telekomunikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas jaringan sekaligus meningkatkan kualitas konektivitas digital nasional.

Kemkomdigi juga tetap memprioritaskan perluasan layanan ke daerah yang belum memiliki jaringan 4G.

Pemerataan akses tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan sehari-hari maupun aktivitas ekonomi.

Ekonomi Digital Indonesia Diproyeksikan Capai 360 Miliar Dolar AS

Meutya menilai peningkatan konektivitas digital tidak hanya memberikan manfaat dalam bidang komunikasi, tetapi juga dapat menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, perluasan jaringan dan peningkatan kualitas internet menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Meutya menyampaikan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai 99 miliar dolar Amerika Serikat pada 2025.

Nilai tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 360 miliar dolar AS pada 2030.

Berdasarkan proyeksi tersebut, nilai ekonomi digital Indonesia berpotensi bertambah sebesar 261 miliar dolar AS dalam periode 2025 hingga 2030.

Proyeksi nilai ekonomi digital pada 2030 juga mencapai sekitar 3,6 kali perkiraan nilainya pada 2025.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, Kemkomdigi tidak hanya memperkuat infrastruktur jaringan, tetapi juga menjalankan berbagai program pengembangan inovasi dan talenta digital.

Penguatan sumber daya manusia dan ekosistem teknologi dinilai menjadi bagian dari upaya pemerintah mendukung pemanfaatan konektivitas bagi kegiatan ekonomi.

Garuda Spark Hadir di 10 Kota, Lebih dari 15 Ribu Talenta Digital Dilatih

Salah satu inisiatif yang telah dijalankan Kemkomdigi adalah pengembangan Garuda Spark Innovation Hub.

Meutya menyampaikan bahwa pusat inovasi digital tersebut telah hadir di 10 kota besar di Indonesia.

Melalui inisiatif tersebut, pemerintah berupaya mendukung pengembangan ekosistem teknologi, inovasi, dan kewirausahaan digital di berbagai wilayah.

Selain menghadirkan pusat inovasi, Kemkomdigi telah menjalankan sebanyak 178 program dalam kurun waktu dua tahun.

Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memperkuat ekosistem ekonomi digital.

Dalam pelaksanaan berbagai program tersebut, pemerintah telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 15 ribu talenta digital.

Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan industri digital.

Selain pengembangan talenta, Kemkomdigi juga telah melakukan pembinaan terhadap 80 perusahaan rintisan atau startup.

Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pertumbuhan pelaku usaha berbasis teknologi dan inovasi digital.

Pemerintah juga melibatkan sebanyak 80 mitra dalam pelaksanaan program penguatan ekosistem digital.

Keterlibatan para mitra tersebut disertai dengan nilai investasi langsung mencapai Rp429,5 miliar.

Investasi tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan talenta, inovasi, dan ekosistem perusahaan rintisan.

Melalui perluasan jaringan 4G, peningkatan kecepatan internet tetap, pengembangan layanan FWA, serta penguatan talenta digital, Kemkomdigi berupaya mendorong pemerataan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Pemerintah juga menempatkan keterjangkauan biaya layanan dan pemerataan akses sebagai bagian penting dari upaya mencapai proyeksi nilai ekonomi digital sebesar 360 miliar dolar AS pada 2030.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026