HOME  ⁄  Nasional

BGN Uji Coba CCTV Berbasis AI di 70 Dapur MBG, Aktivitas Petugas hingga Kebersihan Makanan Bakal Diawasi

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BGN Uji Coba CCTV Berbasis AI di 70 Dapur MBG, Aktivitas Petugas hingga Kebersihan Makanan Bakal Diawasi
Foto: Kepala BGN Sudaryono saat ditemui di Jakarta, Jumat 16/10/2026 (sumber: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari)

Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji coba integrasi kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) dari sekitar 70 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke sistem pemantauan pusat dengan dukungan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memperketat pengawasan operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam proses persiapan, pengolahan, hingga penyajian makanan bagi penerima manfaat program MBG.

Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono setelah mengikuti rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.

"Ada sekitar 70-an dapur yang kita piloting untuk CCTV-nya kita tarik ke pusat, kita kasih artificial intelligence (AI) sehingga kita bisa memonitor standar operasional prosedur (SOP)," ujar Sudaryono.

Sudaryono menjelaskan bahwa seluruh dapur SPPG sebenarnya telah dilengkapi perangkat CCTV untuk mendukung pengawasan kegiatan operasional sehari-hari.

Namun, selama ini penggunaan kamera pengawas tersebut masih terbatas untuk kebutuhan pemantauan internal masing-masing dapur dan belum terhubung secara terpusat dengan sistem pengawasan BGN.

Melalui uji coba tersebut, BGN berupaya mengintegrasikan kamera pengawas yang telah tersedia agar aktivitas operasional dapur MBG dapat dipantau secara lebih menyeluruh.

BGN Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Pantau Kepatuhan SOP Dapur MBG

Sudaryono menjelaskan bahwa integrasi CCTV dengan sistem pemantauan pusat akan dilengkapi teknologi kecerdasan buatan untuk membantu pengawasan aktivitas dapur SPPG.

Teknologi AI tersebut diharapkan mampu membantu mengidentifikasi kegiatan atau praktik operasional yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.

Pengawasan akan mencakup berbagai tahapan penyediaan makanan, mulai dari persiapan bahan baku hingga proses pengolahan makanan.

Pada tahap persiapan bahan makanan, sistem pengawasan diarahkan untuk memastikan petugas menjalankan kegiatan sesuai prosedur yang berlaku.

Selain itu, kamera pengawas juga akan digunakan untuk memantau aktivitas memasak dan pengolahan makanan yang dilakukan petugas di dapur MBG.

Pemantauan tersebut diharapkan dapat membantu BGN menilai kepatuhan terhadap prosedur kerja selama proses penyediaan makanan bagi penerima manfaat.

Dengan adanya sistem yang terhubung ke pusat, BGN berharap pengawasan tidak hanya bergantung pada pemantauan internal masing-masing dapur.

Hasil pemantauan nantinya dapat digunakan sebagai dasar untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian prosedur sekaligus melakukan pembenahan kegiatan operasional SPPG.

Proses Pencucian Ompreng dan Kebersihan Petugas Ikut Diawasi

Selain proses persiapan dan pengolahan makanan, BGN juga akan memantau kegiatan pencucian ompreng atau wadah makanan yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis.

Pengawasan terhadap pencucian ompreng ditujukan untuk memastikan kegiatan tersebut dilakukan sesuai prosedur kebersihan yang telah ditetapkan.

Tahapan pencucian wadah makanan menjadi salah satu aktivitas yang mendapat perhatian karena berkaitan dengan penggunaan kembali peralatan dalam proses distribusi makanan.

BGN juga akan memantau praktik kebersihan petugas saat menangani bahan makanan maupun ketika melakukan proses pengolahan.

Pengawasan terhadap kebersihan petugas diharapkan dapat membantu meningkatkan kepatuhan terhadap standar operasional dalam kegiatan penyediaan makanan.

Melalui dukungan CCTV dan teknologi AI, BGN berupaya menemukan potensi ketidaksesuaian prosedur yang terjadi dalam aktivitas sehari-hari di dapur SPPG.

Temuan tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan SOP pada masing-masing dapur.

Relawan, Kepala Dapur, hingga Mitra Yayasan Jadi Sasaran Pengawasan

Sudaryono menegaskan bahwa pengawasan melalui sistem CCTV terintegrasi tidak hanya ditujukan kepada relawan atau petugas yang secara langsung menangani makanan.

Pengawasan juga mencakup kepala dapur yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan kegiatan operasional SPPG.

Selain itu, mitra yayasan yang terlibat dalam pengelolaan dapur MBG juga menjadi bagian dari pihak yang diharapkan meningkatkan kepatuhan terhadap SOP.

"Dengan adanya CCTV, kemudian kita bisa benahi semua, ketaatan dari SOP, dari mulai relawannya, kepala dapurnya, kemudian mitra yayasannya," ujar Sudaryono.

Menurut Sudaryono, penerapan sistem pemantauan tersebut diharapkan dapat membantu BGN melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.

Pembenahan tidak hanya diarahkan pada petugas yang melakukan pengolahan makanan, tetapi juga pihak yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan dan pengawasan dapur.

Dengan sistem pengawasan terintegrasi, BGN berharap pelaksanaan SOP dapat dipantau secara lebih konsisten pada setiap tahapan operasional.

BGN Manfaatkan CCTV Lama untuk Hindari Pengadaan Anggaran Besar

Dalam pelaksanaan uji coba integrasi CCTV, BGN juga memperhatikan kebutuhan anggaran agar pengembangan sistem pengawasan tidak memerlukan pengadaan perangkat baru dalam jumlah besar.

Sudaryono memastikan pihaknya akan mengupayakan penggunaan kamera pengawas yang sebelumnya telah tersedia dan terpasang di setiap dapur SPPG.

Dengan memanfaatkan perangkat yang sudah ada, BGN akan memprioritaskan proses penghubungan CCTV ke sistem pemantauan pusat daripada melakukan pembelian kamera baru.

Langkah tersebut dilakukan untuk menekan kebutuhan pengadaan perangkat tambahan sekaligus mengoptimalkan fasilitas pengawasan yang telah dimiliki masing-masing dapur.

"Kami berusaha bagaimana mengkoneksikan saja CCTV yang sudah ada di setiap dapur itu. Insyaallah tidak akan ada pengadaan yang bombastis," tutur Sudaryono.

BGN berharap pendekatan tersebut dapat mendukung pengembangan sistem pengawasan tanpa menimbulkan kebutuhan belanja perangkat CCTV dalam jumlah besar.

Meski demikian, BGN belum merinci besaran anggaran yang dibutuhkan untuk menghubungkan kamera pengawas dengan sistem pusat maupun penerapan teknologi AI.

Uji Coba 70 Dapur Jadi Tahap Awal Pengawasan MBG Terintegrasi

Uji coba yang melibatkan sekitar 70 dapur SPPG menjadi tahap awal pengembangan sistem pengawasan operasional program Makan Bergizi Gratis yang terhubung dengan pusat.

Melalui sistem tersebut, BGN berharap kegiatan persiapan bahan makanan, proses memasak, kebersihan petugas, hingga pencucian ompreng dapat dipantau secara lebih terintegrasi.

Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan juga diharapkan membantu proses identifikasi ketidakpatuhan terhadap SOP sehingga pembenahan operasional dapat dilakukan berdasarkan hasil pemantauan.

BGN menargetkan sistem tersebut dapat memperkuat pengawasan terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan dapur, termasuk relawan, kepala dapur, dan mitra yayasan.

Meski demikian, BGN belum mengumumkan jadwal penyelesaian uji coba maupun jumlah keseluruhan dapur SPPG yang nantinya akan diintegrasikan ke sistem pengawasan pusat.

Waktu penerapan sistem CCTV berbasis AI secara lebih luas juga belum dirinci oleh BGN.

Dengan mengintegrasikan perangkat CCTV yang telah tersedia dan menambahkan dukungan teknologi kecerdasan buatan, BGN berupaya meningkatkan pengawasan serta kepatuhan terhadap standar operasional dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026