
Pantau - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan realisasi investasi nasional selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai Rp3.923 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.485.944 orang.
Capaian tersebut disampaikan Teddy melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, @sekretariat.kabinet, setelah Rapat Terbatas Tim Ekonomi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Data investasi tersebut merupakan bagian dari laporan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah menyatakan capaian investasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan nilai tambah industri melalui hilirisasi, serta memperluas kesempatan kerja.
"Capaian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, mendorong nilai tambah melalui hilirisasi, serta memperluas kesempatan kerja dan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia," kata Teddy melalui unggahan resmi Sekretariat Kabinet yang dikutip Selasa (20/10/2026).
Realisasi Investasi Nasional Tembus Rp3.923 Triliun
Teddy Indra Wijaya memaparkan bahwa nilai investasi yang terealisasi selama dua tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran telah mendekati Rp4.000 triliun.
Angka tersebut menjadi salah satu indikator kinerja penanaman modal nasional yang dilaporkan pemerintah dalam rapat terbatas bidang ekonomi.
"Nilai investasi yang masuk ke Indonesia mencapai hampir 4 ribu triliun rupiah, tepatnya senilai Rp3.923 triliun," tulis unggahan resmi Sekretariat Kabinet.
Laporan capaian investasi itu sebelumnya diserahkan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Merdeka.
Pemerintah menempatkan peningkatan investasi sebagai salah satu langkah untuk memperkuat aktivitas sektor riil dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain meningkatkan nilai penanaman modal, pemerintah juga menekankan pentingnya investasi yang mampu menghasilkan nilai tambah melalui pengembangan industri hilirisasi.
Investasi Serap Lebih dari 5,48 Juta Tenaga Kerja
Selain mencatat realisasi investasi sebesar Rp3.923 triliun, pemerintah melaporkan penyerapan tenaga kerja mencapai 5.485.944 orang.
Jumlah tersebut merupakan capaian penciptaan lapangan kerja yang dikaitkan dengan realisasi investasi selama dua tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Jumlah tenaga kerja yang diciptakan mencapai 5,5 juta orang, tepatnya 5.485.944 tenaga kerja," lanjut keterangan dalam unggahan resmi Sekretariat Kabinet.
Teddy menyampaikan bahwa penyerapan tenaga kerja menjadi salah satu manfaat yang diharapkan dari peningkatan investasi nasional.
Pemerintah berupaya memastikan penanaman modal tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Penciptaan lapangan pekerjaan tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memperkuat perekonomian melalui pertumbuhan sektor industri dan kegiatan usaha.
Investasi Luar Jawa Dominasi dengan Porsi 50,6 Persen
Sekretariat Kabinet juga mengungkapkan bahwa distribusi investasi nasional menunjukkan porsi penanaman modal di luar Pulau Jawa yang lebih besar dibandingkan wilayah Jawa.
Berdasarkan data yang dipublikasikan, investasi di luar Pulau Jawa mencapai 50,6 persen dari total realisasi investasi nasional.
Angka tersebut menunjukkan bahwa lebih dari separuh investasi yang tercatat selama periode laporan berada di wilayah luar Jawa.
Pemerintah menempatkan pemerataan investasi sebagai salah satu langkah untuk mendorong pembangunan ekonomi di berbagai daerah.
Sebaran investasi tersebut juga menjadi perhatian dalam upaya mengurangi konsentrasi kegiatan ekonomi yang selama ini banyak berpusat di Pulau Jawa.
Dengan porsi investasi luar Jawa mencapai 50,6 persen, pemerintah menyatakan komitmennya untuk memperluas pembangunan dan kegiatan ekonomi ke berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintah Dorong Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan
Selain mengumumkan capaian investasi, pemerintah menegaskan pentingnya pengembangan industri hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.
Kebijakan hilirisasi menjadi bagian dari strategi pemerintah agar investasi yang masuk dapat mendukung penguatan industri dalam negeri.
Pemerintah juga berupaya mengarahkan penanaman modal agar memberikan manfaat terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan pemerataan pembangunan.
Laporan yang disampaikan Rosan Roeslani kepada Presiden Prabowo menjadi bagian dari evaluasi kinerja investasi selama dua tahun pertama pemerintahan.
Memasuki tahun ketiga pemerintahan Prabowo-Gibran, peningkatan kualitas investasi, perluasan kesempatan kerja, dan pemerataan penanaman modal tetap menjadi agenda yang didorong pemerintah.
- Penulis :
- Aditya Yohan




