
Pantau - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, meningkatkan infrastruktur Jalan Kandan-Camba di Kecamatan Kota Besi sebagai bagian dari rencana pembangunan jalur alternatif yang dapat memangkas jarak perjalanan dari Sampit menuju Kecamatan Mentaya Hulu.
Peningkatan jalan sepanjang 2.137 meter tersebut ditargetkan selesai diaspal sebelum akhir 2026 dengan dukungan anggaran sebesar Rp11,9 miliar dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit.
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengatakan pembangunan jalan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan keuangan pemerintah daerah.
“Jalan itu kita kerjakan saat ini dengan agregat kelas A sampai pengaspalan. Pengerjaannya kita cicil setiap tahun menyesuaikan kemampuan anggaran,” kata Halikinnor di Sampit, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, pembangunan Jalan Kandan-Camba menjadi langkah awal untuk membuka akses transportasi yang lebih dekat antara wilayah Sampit dan Mentaya Hulu.
Jalan Kandan-Camba Disiapkan Jadi Jalur Alternatif Sampit-Mentaya Hulu
Halikinnor menjelaskan bahwa peningkatan Jalan Kandan-Camba merupakan bagian dari rencana pengembangan konektivitas antarkecamatan di Kotawaringin Timur.
Ruas jalan tersebut menghubungkan Desa Kandan dan Desa Camba yang berada di Kecamatan Kota Besi.
Pemerintah daerah berencana melanjutkan pembangunan jalan hingga Desa Palangan setelah peningkatan ruas Kandan-Camba selesai.
Tahap berikutnya mencakup pembangunan jembatan untuk menghubungkan jaringan jalan tersebut dengan Desa Tangar di Kecamatan Mentaya Hulu.
Apabila seluruh ruas jalan dan jembatan berhasil tersambung, masyarakat akan memiliki jalur alternatif menuju Sampit tanpa harus melewati Jalan Tjilik Riwut.
Halikinnor mengatakan jalur baru tersebut berpotensi memangkas jarak perjalanan masyarakat dari wilayah Mentaya Hulu menuju pusat kegiatan di Sampit.
“Kalau kita punya anggaran dan itu bisa diwujudkan, maka dari Sampit ke Mentaya Hulu bisa dekat sekali, jauh sekali memotongnya. Sehingga orang kalau mau ke Sampit tidak lagi lewat Jalan Tjilik Riwut tetapi bisa lewat jalan ini, lebih dekat,” ucapnya.
Waktu Tempuh ke Sampit Saat Ini Mencapai Tiga hingga Empat Jam
Menurut Halikinnor, masyarakat dari wilayah yang direncanakan terhubung melalui jalur tersebut selama ini harus menempuh perjalanan sekitar tiga hingga empat jam menggunakan kendaraan bermotor untuk mencapai Sampit.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah dalam merencanakan pembangunan akses jalan alternatif.
Jalur Kandan-Camba yang nantinya tersambung hingga Mentaya Hulu diharapkan dapat memberikan pilihan perjalanan yang lebih pendek.
Namun, pemerintah daerah belum menyampaikan perkiraan waktu tempuh baru apabila seluruh pembangunan jalan dan jembatan telah selesai.
Halikinnor menegaskan bahwa manfaat pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya berkaitan dengan kelancaran mobilitas masyarakat.
Ia juga berharap akses jalan yang lebih baik dapat mendukung perkembangan kawasan di sepanjang jalur yang dibangun.
“Harapan kita tumbuh sentra-sentra produksi di kiri kanan jalan ini nanti, termasuk permukiman,” tegasnya.
Pemkab Kotim Targetkan Pengaspalan 2.137 Meter Selesai Tahun Ini
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotawaringin Timur, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan peningkatan Jalan Kandan-Camba secara umum berjalan sesuai rencana.
Menurut Mentana, pekerjaan yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2026 mencakup ruas jalan sepanjang 2.137 meter.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh ruas yang sedang dikerjakan dapat selesai diaspal sebelum akhir tahun.
“Targetnya sebelum akhir tahun ini sudah selesai diaspal sepanjang 2.137 meter. Mudah-mudahan tahun depan bisa dilanjutkan lagi, khususnya pada bagian tengah,” ujar Mentana.
Ia menjelaskan bahwa pekerjaan dilakukan secara bertahap karena pelaksanaan pembangunan harus menyesuaikan ketersediaan anggaran.
Tahapan peningkatan jalan meliputi pemasangan lapis pondasi agregat kelas B, dilanjutkan agregat kelas A, hingga pekerjaan pengaspalan.
Pekerjaan tersebut bertujuan meningkatkan kondisi permukaan jalan agar dapat mendukung aktivitas transportasi masyarakat.
Anggaran Rp11,9 Miliar Berasal dari Dana Bagi Hasil Sawit
Mentana menyampaikan bahwa peningkatan Jalan Kandan-Camba pada 2026 didukung anggaran sebesar Rp11,9 miliar.
Seluruh anggaran pekerjaan tahun ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Sawit Kabupaten Kotawaringin Timur.
Dana tersebut digunakan untuk membiayai tahapan peningkatan infrastruktur jalan sepanjang 2.137 meter.
Sementara itu, kelanjutan pembangunan pada tahun berikutnya masih bergantung pada ketersediaan anggaran pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap pekerjaan dapat diteruskan, terutama pada bagian tengah ruas jalan yang masih membutuhkan peningkatan.
Pemkab Kotim Harapkan Dukungan Provinsi dan Perusahaan
Halikinnor mengatakan pembangunan jalur alternatif Sampit-Mentaya Hulu membutuhkan dukungan berbagai pihak agar dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Selain mengandalkan kemampuan anggaran kabupaten, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Dukungan juga diharapkan datang dari perusahaan yang memiliki wilayah usaha di sekitar rencana jalur pembangunan.
Kerja sama tersebut dinilai penting karena rencana konektivitas tidak hanya mencakup peningkatan Jalan Kandan-Camba, tetapi juga pembangunan lanjutan menuju Desa Palangan dan jembatan penghubung ke Desa Tangar.
Halikinnor sebelumnya telah meninjau langsung lokasi peningkatan Jalan Kandan-Camba untuk melihat perkembangan pekerjaan infrastruktur tersebut.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menargetkan pengaspalan sepanjang 2.137 meter dapat diselesaikan sebelum akhir 2026 sebagai tahap awal pengembangan jalur alternatif yang menghubungkan Sampit dengan wilayah Mentaya Hulu.
- Penulis :
- Aditya Yohan




