HOME  ⁄  Nasional

Kemendikdasmen Dorong Layanan PAUD Tanggap Perubahan Iklim, Perkuat Pembiayaan dan Perlindungan Anak Usia Dini

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemendikdasmen Dorong Layanan PAUD Tanggap Perubahan Iklim, Perkuat Pembiayaan dan Perlindungan Anak Usia Dini
Foto: (Sumber :Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Tanoto Foundation, SEAMEO-CECCEP, dan Koalisi Nasional PAUD-HI menyelenggarakan 2026 Asia-Pacific Regional Learning Forum on Early Childhood Development (ECD) di Jakarta Pusat pada Selasa (20/10/2026).ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban.)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong penguatan kebijakan dan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang responsif terhadap perubahan iklim untuk melindungi kesehatan, pendidikan, serta tumbuh kembang anak dari berbagai risiko lingkungan yang semakin kompleks.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengatakan penguatan layanan PAUD perlu didukung kebijakan yang mampu menghadapi dampak perubahan iklim sekaligus sistem pembiayaan yang berkelanjutan dan terkoordinasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Suharti secara daring dalam kegiatan 2026 Asia-Pacific Regional Learning Forum on Early Childhood Development (ECD) yang berlangsung di Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Forum tersebut diselenggarakan oleh Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC) bekerja sama dengan Kemendikdasmen, Tanoto Foundation, SEAMEO-CECCEP, dan Koalisi Nasional PAUD-HI.

“Dua jawaban menjadi inti dari forum ini. Yang pertama adalah kebijakan dan layanan yang responsif terhadap iklim, dan yang kedua adalah pembiayaan yang berkelanjutan dan terkoordinasi dengan baik,” kata Suharti.

Perubahan Iklim Ancam Kesehatan dan Pendidikan Anak Usia Dini

Suharti menjelaskan bahwa anak-anak merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Risiko tersebut semakin besar ketika perubahan lingkungan terjadi bersamaan dengan persoalan degradasi lingkungan, ketidakstabilan ekonomi, dan kesenjangan sosial.

Menurutnya, berbagai tantangan tersebut dapat memengaruhi kesehatan, pemenuhan gizi, perlindungan, proses pembelajaran, serta akses anak terhadap layanan dasar.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena layanan dasar memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan anak pada usia dini.

Suharti juga menyoroti bahwa dampak perubahan iklim tidak dirasakan secara merata oleh seluruh kelompok masyarakat.

Anak-anak yang berasal dari keluarga dengan kondisi sosial dan ekonomi rentan berpotensi menghadapi risiko lebih besar.

Oleh karena itu, pemerintah menilai layanan PAUD perlu dirancang agar mampu merespons kebutuhan anak yang menghadapi berbagai kondisi lingkungan dan sosial.

Kemendikdasmen Tekankan Pembiayaan PAUD yang Berkelanjutan

Selain memperkuat kebijakan yang tanggap terhadap perubahan iklim, Kemendikdasmen menekankan pentingnya pembiayaan pendidikan anak usia dini yang berkelanjutan.

Suharti mengatakan penguatan sistem PAUD membutuhkan dukungan sumber daya yang dikelola secara terkoordinasi oleh berbagai sektor.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan layanan pendidikan anak usia dini dapat menjangkau seluruh kelompok masyarakat secara berkualitas dan berkeadilan.

Menurutnya, investasi dalam pendidikan anak usia dini juga perlu diselaraskan dengan prioritas pembangunan nasional.

Koordinasi lintas sektor diharapkan dapat memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim sekaligus mendukung inklusi dan kesejahteraan anak serta keluarga.

“Ini berarti memastikan bahwa sumber daya dikoordinasikan di berbagai sektor, selaras dengan prioritas nasional, dan semakin responsif terhadap isu-isu seperti perubahan iklim, ketahanan, inklusi, dan juga kesejahteraan anak-anak dan keluarga,” ujarnya.

Pemerintah Perkuat Wajib Prasekolah Satu Tahun dan Revitalisasi PAUD

Dalam konteks Indonesia, Kemendikdasmen terus menjalankan sejumlah kebijakan untuk memperkuat fondasi pendidikan anak sejak usia dini.

Salah satu kebijakan tersebut adalah pelaksanaan wajib pendidikan prasekolah selama satu tahun sebagai bagian dari prioritas program wajib belajar 13 tahun.

Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sebelum anak memasuki jenjang sekolah dasar.

Selain itu, Kemendikdasmen melaksanakan program revitalisasi satuan pendidikan, termasuk lembaga PAUD.

Revitalisasi tersebut ditujukan untuk memastikan anak-anak memperoleh lingkungan belajar yang aman dan memadai.

Kemendikdasmen juga berupaya memperluas jangkauan Program Indonesia Pintar (PIP) agar dapat menjangkau anak-anak pada jenjang PAUD.

Berbagai kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan anak usia dini.

Forum Asia Pasifik Bahas Perubahan Iklim dan Teknologi AI dalam PAUD

Suharti mengatakan integrasi isu perubahan iklim ke dalam layanan PAUD membutuhkan kerja sama dan pertukaran pengalaman antarnegara.

Melalui forum pembelajaran regional, berbagai negara dapat berbagi pendekatan dan inovasi dalam memperkuat layanan pengembangan anak usia dini.

Kegiatan 2026 Asia-Pacific Regional Learning Forum on Early Childhood Development dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.

Forum tersebut membahas hubungan antara perkembangan anak usia dini dan perubahan iklim, termasuk kebutuhan pembiayaan layanan PAUD.

Selain itu, peserta forum juga membahas peluang serta risiko penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan teknologi digital dalam pendidikan anak usia dini.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya memahami perkembangan teknologi dan dampaknya terhadap penyelenggaraan layanan pendidikan bagi anak.

Kemendikdasmen Dorong Investasi Pendidikan Anak Usia Dini di Asia Pasifik

Suharti mengapresiasi penyelenggaraan forum regional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan pendidikan anak usia dini.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran bersama untuk memperkuat kebijakan dan pembiayaan layanan PAUD di kawasan Asia Pasifik.

Forum tersebut juga dinilai dapat mendukung kampanye Act for Early Years yang menyoroti inovasi pembiayaan pendidikan anak usia dini di berbagai negara.

Kampanye tersebut mendorong peningkatan investasi untuk mendukung layanan dan perkembangan anak sejak usia dini.

Kemendikdasmen berharap kerja sama regional dapat memperkuat upaya menghadirkan layanan pendidikan yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim.

“Bersama-sama, kita memiliki satu tujuan, yaitu memberikan setiap anak di wilayah kita kesempatan yang kuat dan adil dalam hidup,” katanya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026