
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, bersama petugas gabungan dan relawan lokal meningkatkan pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Sumbing untuk mencegah api meluas dari wilayah Kabupaten Wonosobo ke Kabupaten Temanggung.
Langkah antisipasi tersebut dilakukan menyusul kondisi vegetasi yang mengering serta potensi penyebaran api akibat hembusan angin yang mengarah ke sejumlah wilayah di sekitar Gunung Sumbing.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, pada Selasa menyampaikan bahwa pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan api menuju wilayah Temanggung.
Berdasarkan hasil pemantauan petugas di lapangan, arah hembusan angin menuju barat daya berpotensi mendorong penyebaran api ke kawasan Garung dan Posong.
Titik kebakaran dilaporkan berada di kawasan atas Pos 4 Gunung Sumbing yang didominasi vegetasi berupa ilalang kering.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko kebakaran meluas dengan cepat, terutama apabila hembusan angin semakin kuat.
Seluruh Jalur Pendakian Gunung Sumbing Ditutup untuk Keselamatan
Sebagai langkah pencegahan jatuhnya korban, seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing ditutup secara total hingga kondisi dinyatakan aman.
Penutupan tersebut mencakup jalur pendakian Bimawari, Banaran, Batursari, dan Bowongso yang berpotensi terdampak kebakaran.
Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah masyarakat maupun pendaki memasuki kawasan yang berisiko mengalami penyebaran api.
BPBD Kabupaten Temanggung mengimbau seluruh calon pendaki agar mematuhi kebijakan penutupan dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas pendakian selama kondisi belum memungkinkan.
Masyarakat juga diminta menghindari kawasan yang berpotensi terdampak kebakaran serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari petugas berwenang.
Petugas Gabungan dan Relawan Membuat Sekat Bakar
BPBD Kabupaten Temanggung bersama petugas gabungan dan relawan lokal terus bersiaga untuk memantau perkembangan kebakaran sekaligus melakukan langkah pengendalian di lapangan.
Relawan dari Basecamp Batursari turut dilibatkan dalam pemantauan serta penanganan potensi penyebaran api di kawasan Gunung Sumbing.
Salah satu langkah mitigasi yang dilakukan adalah membuat sekat bakar untuk memutus jalur perambatan api menuju kawasan lain.
Pembuatan sekat bakar tersebut bertujuan mengurangi risiko kebakaran meluas ke wilayah yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.
Upaya pengendalian menjadi semakin penting mengingat kondisi ilalang yang mengering dapat mempercepat penyebaran api apabila disertai hembusan angin cukup kuat.
Petugas gabungan juga terus memperhatikan perubahan arah angin untuk mengantisipasi kemungkinan api bergerak menuju kawasan yang berdekatan dengan wilayah Temanggung.
BPBD Temanggung Waspadai Ancaman Kekeringan dan Krisis Air Bersih
Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan, BPBD Kabupaten Temanggung turut memberikan perhatian terhadap potensi krisis air bersih akibat kondisi kekeringan.
Ancaman kekeringan menjadi perhatian karena kondisi lingkungan yang semakin kering dapat meningkatkan kerentanan kawasan hutan terhadap kebakaran.
BPBD bersama petugas gabungan, relawan, dan pihak terkait terus memperkuat koordinasi untuk menekan risiko meluasnya kebakaran di kawasan Gunung Sumbing.
Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas, terutama terkait pembatasan aktivitas di kawasan gunung.
Seluruh langkah pemantauan, penutupan jalur pendakian, serta pembuatan sekat bakar dilakukan untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan Gunung Sumbing.
- Penulis :
- Leon Weldrick




