
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah membahas rencana pembagian telepon seluler atau HP gratis kepada masyarakat untuk mendukung penyaluran bantuan sosial (bansos).
Penegasan tersebut disampaikan Airlangga saat ditemui di kantornya di Jakarta, Selasa, untuk menanggapi informasi yang beredar mengenai rencana pembagian HP gratis yang dikaitkan dengan program pembukaan rekening bank secara massal.
"Enggak. Memang enggak pernah kita bahas (pembagian) HP itu," kata Airlangga.
Sebelumnya, muncul pemberitaan yang menyebutkan bahwa pemerintah berencana membagikan HP gratis sebagai bagian dari program pembukaan rekening bank secara massal bagi masyarakat berusia 17 tahun.
Informasi tersebut juga mengaitkan pembagian HP gratis dengan upaya pemerintah mendukung penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.
Namun, Airlangga memastikan bahwa rencana pembagian HP gratis tidak pernah menjadi bagian dari pembahasan pemerintah.
Pemerintah Tetap Siapkan Program Pembukaan Rekening Bank Massal
Meski membantah rencana pembagian HP gratis, Airlangga memastikan bahwa pemerintah tetap akan melaksanakan program pembukaan rekening bank secara massal bagi masyarakat.
Program tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan dan menunggu penerbitan regulasi yang akan menjadi dasar pelaksanaannya.
Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan program pembukaan rekening massal masuk dalam agenda pelaksanaan pada kuartal IV atau triwulan keempat.
"Itu (rekening massal) termasuk dalam program Q IV. Kita lagi siapin regulasinya," ujar Airlangga.
Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp3,8 triliun untuk mendukung pelaksanaan program pembukaan rekening bank secara massal tersebut.
Anggaran itu akan digunakan untuk mendukung penyediaan rekening melalui dua bank, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI).
Pelibatan kedua bank tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses layanan perbankan kepada masyarakat melalui penyediaan rekening secara massal.
Program Rekening Massal Merupakan Arahan Presiden Prabowo
Program pembukaan rekening bank secara massal merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan agar setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank.
Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam sistem keuangan formal.
Kepemilikan rekening bank dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat inklusi keuangan nasional, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan.
Selain meningkatkan inklusi keuangan, program pembukaan rekening massal juga diarahkan untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat Indonesia.
Pemerintah berharap semakin banyak masyarakat dapat memanfaatkan layanan perbankan melalui kepemilikan rekening yang disediakan dalam program tersebut.
Anggaran Rp3,8 Triliun Disiapkan, Pelaksanaan Tunggu Regulasi
Pemerintah menegaskan bahwa fokus program yang sedang dipersiapkan adalah pembukaan rekening bank secara massal, bukan pembagian HP gratis kepada masyarakat.
Pelaksanaan program tersebut masih menunggu penyelesaian regulasi yang diperlukan sebelum dapat dijalankan sesuai dengan target pemerintah pada kuartal IV.
Dukungan anggaran sekitar Rp3,8 triliun serta keterlibatan BRI dan BSI menjadi bagian dari persiapan pemerintah untuk memperluas kepemilikan rekening bank di Indonesia.
Program ini diharapkan dapat mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap sistem keuangan formal sekaligus memperkuat inklusi dan literasi keuangan nasional.
- Penulis :
- Arian Mesa




