HOME  ⁄  Nasional

Baznas Buka Rumah Sehat Oksigen di Palangka Raya, Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla Bisa Dapat Layanan Gratis

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Baznas Buka Rumah Sehat Oksigen di Palangka Raya, Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla Bisa Dapat Layanan Gratis
Foto: (Sumber :Tenaga kesehatan memberikan pelayanan bantuan oksigen untuk warga terdampak bencana kabut asap di Rumah Sehat Oksigen Baznas, Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (ANTARA/HO-Baznas RI).)

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menghadirkan Rumah Sehat Oksigen di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, untuk memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan oksigen kepada masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan fasilitas tersebut merupakan bentuk kepedulian Baznas terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang terpapar asap kebakaran hutan dan lahan.

"Rumah Sehat Oksigen ini untuk membantu masyarakat yang terdampak asap agar mendapatkan layanan yang dibutuhkan," kata Sodik dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Rumah Sehat Oksigen Baznas berlokasi di Jalan Ahmad Yani Nomor 97, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Fasilitas tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan menyediakan layanan bantuan oksigen serta ruangan bebas asap bagi masyarakat terdampak.

Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut menjadi bagian dari langkah Baznas dalam menangani dampak karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.

Baznas Kerahkan 51 Personel dan Lakukan Pemadaman di 12 Titik

Selain menyediakan layanan kesehatan, Baznas juga mengerahkan personel dan berbagai fasilitas pendukung untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Hingga 19 Oktober 2026, Baznas tercatat telah melakukan upaya pemadaman kebakaran di 12 titik serta menyalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat dan petugas yang terdampak.

Sodik menjelaskan bahwa penanganan bencana karhutla tidak cukup hanya dilakukan melalui pemadaman api, tetapi juga harus memperhatikan dampak kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat.

"Dalam situasi karhutla, kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada penanganan kebakaran. Dampak asap juga perlu menjadi perhatian, sehingga bantuan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar harus berjalan beriringan dengan upaya pemadaman," ujarnya.

Untuk mendukung penanganan karhutla, Baznas mengerahkan 51 personel Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) yang dilengkapi sejumlah kendaraan operasional.

Armada yang dikerahkan meliputi satu mobil penyelamatan, tujuh mobil operasional, serta dua sepeda motor untuk menunjang mobilitas petugas di lapangan.

Baznas juga mendirikan 13 titik layanan dapur air yang menyediakan air minum dan makanan ringan bagi petugas serta relawan yang terlibat dalam pemadaman kebakaran.

Masker Disebar di 27 Lokasi, Bantuan Air Bersih Jangkau Sembilan Titik

Baznas turut memperluas penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap di sejumlah daerah.

Bantuan berupa makanan siap saji dan multivitamin telah disalurkan kepada masyarakat di Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur, serta Kelurahan Raja, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Selain itu, Baznas mendistribusikan masker di 27 lokasi yang mencakup kawasan permukiman warga, sekolah, hingga pondok pesantren.

Penyaluran masker tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat mengurangi paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah.

Baznas juga menyalurkan bantuan air bersih di sembilan titik yang tersebar di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, termasuk wilayah Ogan Ilir dan Banyuasin.

Berbagai bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung petugas dan relawan yang masih menjalankan penanganan karhutla.

Baznas Pastikan Bantuan Kemanusiaan Terus Disesuaikan dengan Kondisi Lapangan

Sodik menegaskan bahwa Baznas akan terus mengupayakan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak karhutla sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan.

Menurutnya, bantuan kesehatan, penyediaan kebutuhan dasar, dan dukungan bagi petugas pemadam kebakaran merupakan bagian penting dari upaya penanganan dampak bencana secara menyeluruh.

"Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan dan membantu mereka menghadapi situasi ini. Kami akan terus mengupayakan dukungan kemanusiaan sesuai kondisi di lapangan," katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026