
Pantau - Pemerintah Indonesia dan Tanzania bekerja sama menggelar uji klinis Prevention of Household Tuberculosis with Optimal Nutrition (PHOTON) yang melibatkan 78.400 peserta untuk meneliti efektivitas pemberian suplemen gizi dalam mencegah tuberkulosis (TBC) pada orang yang tinggal serumah dengan pasien.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan penelitian tersebut akan berlangsung selama lima tahun dengan menguji peran mikronutrien dan asupan protein dalam mendukung pencegahan serta penanganan TBC.
"PHOTON akan menguji apakah suplementasi mikronutrien dan balanced protein itu dapat mencegah dan mengobati TB lebih baik. Ini yang akan kita jawab bersama-sama, yang studinya akan berlangsung selama lima tahun," kata Dante dalam acara pembukaan Uji Klinik PHOTON di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Lebih dari Satu Juta Orang di Indonesia Terkena TBC Setiap Tahun
Dante menjelaskan bahwa tuberkulosis masih menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan Indonesia.
Menurutnya, lebih dari satu juta orang di Indonesia jatuh sakit akibat TBC setiap tahun, sementara sebagian pasien meninggal karena keterlambatan atau pengobatan yang belum optimal.
"Karena ada berbagai kendala, salah satunya adalah pengobatan TB dan masalah nutrisi yang akan di-highlight pada penelitian PHOTON ini. Mungkin ada satu jawaban yang selama ini ada di piring makan kita," katanya.
Ia menyebut pada 2025 terdapat sekitar 867 ribu kasus TBC yang berhasil ditemukan atau setara dengan 80 persen dari estimasi kasus.
Pada 2026, pemerintah meningkatkan upaya deteksi dengan mengintegrasikan pemeriksaan TBC ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Sementara itu, pemeriksaan terhadap orang yang tinggal serumah dengan pasien TBC baru menjangkau 19,7 persen dari target 80 persen.
Penelitian PHOTON Libatkan 78.400 Peserta di Dua Negara
Peneliti utama Studi PHOTON, Rina Agustina, menjelaskan bahwa penelitian ini melibatkan 78.400 peserta dari Indonesia dan Tanzania.
Pelaksanaan penelitian di Indonesia dipimpin Universitas Indonesia bersama sejumlah mitra, sedangkan di Tanzania dipimpin National Institute for Medical Research (NIMR).
Penelitian tersebut bertujuan mengukur efektivitas suplementasi gizi selama enam bulan dalam mengurangi kejadian TBC yang terkonfirmasi melalui pemeriksaan bakteriologis.
Pengamatan mencakup TBC paru maupun TBC di luar paru pada orang yang tinggal serumah dengan pasien.
Menurut Rina, hubungan antara status gizi, kondisi sosial ekonomi, dan risiko TBC menjadi dasar pengembangan penelitian tersebut.
Peneliti Bandingkan Tiga Jenis Suplementasi Gizi
Rina mengatakan Studi PHOTON akan membandingkan tiga pendekatan pemberian suplemen gizi dengan kelompok plasebo sebagai pembanding.
Pendekatan pertama menggunakan suplementasi vitamin B, sedangkan pendekatan kedua menggabungkan vitamin B dengan suplemen multim mikronutrien.
Pendekatan ketiga mengombinasikan vitamin B, multim mikronutrien, serta tambahan energi dan protein seimbang.
"Penelitian ini membandingkan 3 pendekatan suplementasi gizi, yaitu vitamin B, kombinasi vitamin B dan multi micronutriens supplementation, serta kombinasi vitamin B, multi micronutriens, dan balanced energy protein dengan kelompok placebo sebagai pembanding. Manfaatnya kita harapkan akan dievaluasi selama 24 bulan," katanya.
Hasil pengamatan tersebut diharapkan dapat menunjukkan apakah intervensi gizi mampu menurunkan risiko TBC pada kelompok yang memiliki kontak erat dengan pasien.
Studi di India Tunjukkan Dukungan Gizi Turunkan Risiko TBC hingga 48 Persen
Rina menjelaskan bahwa penelitian PHOTON dikembangkan berdasarkan temuan ilmiah mengenai manfaat intervensi gizi terhadap pencegahan tuberkulosis.
Salah satu rujukannya adalah Studi RATIONS di India yang menunjukkan penurunan kejadian TBC pada kelompok kontak serumah pasien setelah mendapatkan dukungan nutrisi.
"Studi RATIONS di India yang dipublikasikan di Lancet menunjukkan dukungan gizi menurunkan kejadian TB paru terkonfirmasi bakterologis hingga 48 persen pada kontak serumah pasien TB," kata Rina.
Temuan tersebut menjadi dasar untuk menguji lebih lanjut jenis suplementasi yang berpotensi memberikan manfaat dalam pencegahan penyakit.
Dante mengatakan penelitian PHOTON juga menjadi bentuk kontribusi Indonesia terhadap pengembangan bukti ilmiah di bidang kesehatan global.
"Kedua, bentuk sumbangan nyata Indonesia bagi dunia selalu menguatkan riset-riset klinis kita yang kali ini kita lakukan di Universitas Indonesia," kata Dante.
Penelitian ini mendapat dukungan dari Gates Foundation, Wellcome Trust, dan Novo Nordisk, serta melibatkan kerja sama akademisi, tenaga kesehatan, sektor swasta, dan masyarakat.
Hasil Studi PHOTON diharapkan menjadi dasar ilmiah untuk mempertimbangkan pendekatan nutrisi sebagai pelengkap pengobatan medis dalam upaya mempercepat eliminasi TBC.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




