HOME  ⁄  Nasional

Lebih dari 20 Kapal Nelayan Bantu Evakuasi KMP Batumandi yang Terbakar di Merak, ASDP Sampaikan Apresiasi

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Lebih dari 20 Kapal Nelayan Bantu Evakuasi KMP Batumandi yang Terbakar di Merak, ASDP Sampaikan Apresiasi
Foto: Dirut PT ASDP Heru Widodo bersama jajaran direksi perseroan dan para nelayan yang sigap membantu evakuasi penumpang KMP Batumandi yang alami kebakaran di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Banten (sumber: ASDP)

Pantau - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan apresiasi kepada para nelayan dan masyarakat pesisir yang bergerak cepat membantu proses evakuasi penumpang KMP Batumandi saat kapal tersebut mengalami kebakaran di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Banten.

Berdasarkan hasil pendataan, lebih dari 20 kapal dikerahkan dengan melibatkan 58 orang yang terdiri atas nelayan dan masyarakat sekitar untuk membantu proses penyelamatan penumpang dalam situasi darurat tersebut.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyampaikan terima kasih atas kepedulian, keberanian, dan kesigapan masyarakat yang secara sukarela memberikan pertolongan kepada para penumpang.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para nelayan dan masyarakat yang dengan sigap membantu proses evakuasi penumpang KMP Batumandi,” kata Heru dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Menurut Heru, respons cepat masyarakat sekitar menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan insiden kebakaran kapal yang terjadi di kawasan perairan Merak tersebut.

Ia menilai tindakan para nelayan menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap keselamatan sesama dapat diwujudkan melalui bantuan langsung ketika terjadi keadaan darurat.

Puluhan Nelayan Kerahkan Lebih dari 20 Kapal untuk Evakuasi Penumpang

ASDP mencatat sebanyak 58 orang dari kalangan nelayan dan masyarakat sekitar turut terlibat dalam proses evakuasi penumpang KMP Batumandi.

Mereka mengerahkan lebih dari 20 kapal untuk membantu upaya penyelamatan di perairan sekitar Pelabuhan Merak saat insiden kebakaran terjadi.

Keterlibatan puluhan warga tersebut menunjukkan besarnya partisipasi masyarakat pesisir dalam membantu penanganan keadaan darurat yang mengancam keselamatan pengguna jasa penyeberangan.

Heru menegaskan bahwa kehadiran masyarakat untuk memberikan pertolongan memiliki arti penting dalam mendukung proses penyelamatan penumpang.

“Di tengah situasi darurat, kepedulian untuk hadir dan membantu sesama memiliki arti yang sangat besar. Apa yang dilakukan para nelayan ini mencerminkan semangat gotong royong dan kemanusiaan yang patut kita hargai bersama,” ujar Heru.

ASDP menilai respons cepat para nelayan dan masyarakat mencerminkan kuatnya semangat gotong royong, terutama ketika keselamatan manusia menjadi prioritas utama.

Kehadiran kapal-kapal nelayan di sekitar lokasi kejadian turut membantu memperkuat upaya penanganan insiden yang melibatkan berbagai pihak di lapangan.

"Kehadiran para nelayan di tengah situasi darurat turut memperkuat upaya penanganan insiden melalui kolaborasi berbagai pihak di lapangan," katanya.

ASDP Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Penanganan Darurat

Heru menjelaskan bahwa kerja sama antara operator penyeberangan, petugas terkait, dan masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di sektor transportasi laut.

Menurutnya, penanganan insiden KMP Batumandi menjadi contoh pentingnya koordinasi berbagai pihak untuk mendukung kelancaran proses penyelamatan penumpang.

Sinergi yang terbangun selama proses evakuasi juga menjadi pengingat bahwa keselamatan pengguna jasa transportasi tidak hanya bergantung pada operator kapal maupun petugas terkait.

Keterlibatan masyarakat, terutama nelayan yang beraktivitas di sekitar kawasan pelabuhan, dinilai turut memperkuat kemampuan penanganan keadaan darurat di perairan.

ASDP memandang masyarakat pesisir sebagai bagian penting dari ekosistem pelabuhan yang selama ini tumbuh dan berkembang bersama kegiatan operasional perusahaan.

Keberadaan masyarakat di sekitar pelabuhan memiliki hubungan erat dengan aktivitas penyeberangan, baik dari sisi kehidupan sosial maupun kegiatan ekonomi setempat.

Karena itu, ASDP menyatakan komitmennya untuk terus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat pesisir serta memperkuat kerja sama yang telah terjalin.

Perusahaan juga berkomitmen mendukung keberlanjutan ekosistem sosial dan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional ASDP.

ASDP Pastikan Penanganan Pascakebakaran KMP Batumandi Berlanjut

Selain menyampaikan apresiasi kepada para nelayan, ASDP memastikan bahwa penanganan setelah insiden kebakaran KMP Batumandi tetap menjadi perhatian perusahaan.

Penanganan pascainsiden tersebut mencakup upaya pemulihan operasional serta pendampingan terhadap pengguna jasa penyeberangan yang terdampak kejadian.

ASDP menyatakan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait agar kebutuhan penanganan pascainsiden dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi dan perkembangan di lapangan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memastikan proses penanganan insiden berjalan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kebutuhan para penumpang terdampak.

ASDP juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antara operator penyeberangan, petugas, serta masyarakat dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.

Melalui apresiasi tersebut, perusahaan berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan para nelayan serta masyarakat sekitar Pelabuhan Merak dapat terus dipertahankan.

Tindakan para nelayan yang secara sukarela membantu evakuasi penumpang KMP Batumandi dinilai menjadi contoh solidaritas dan kerja sama dalam menghadapi situasi yang mengancam keselamatan manusia.

ASDP menegaskan bahwa keselamatan transportasi penyeberangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesiapsiagaan, koordinasi, dan partisipasi seluruh pihak, termasuk operator kapal, petugas terkait, nelayan, serta masyarakat sekitar.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026