
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga akhir November 2026 setelah mencatat 177 kasus kebakaran sepanjang Juli hingga Oktober tahun ini.
Perpanjangan status tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya risiko karhutla selama puncak musim kemarau panjang yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir November 2026.
Kepala BPBD Kabupaten OKU Januar Efendi mengatakan pemerintah daerah telah memutuskan memperpanjang masa berlaku status siaga darurat guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.
"Kabupaten OKU saat ini memperpanjang status siaga darurat karhutla yang berlaku hingga puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung sampai akhir November 2026," kata Januar Efendi saat dihubungi dari Palembang, Kamis (22/10/2026).
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan tingginya jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten OKU selama musim kemarau.
Berdasarkan data BPBD OKU, sebanyak 177 kasus karhutla tercatat selama periode Juli hingga Oktober 2026.
Tingginya angka kejadian tersebut menjadi dasar pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pencegahan, pemantauan, dan penanganan kebakaran di sejumlah wilayah rawan.
Status Siaga Darurat Karhutla OKU Diperpanjang Melalui Keputusan Bupati
Januar menjelaskan bahwa perpanjangan status siaga darurat karhutla telah ditetapkan secara resmi melalui keputusan Bupati Ogan Komering Ulu.
"Penetapan status dilakukan berdasarkan Keputusan Bupati OKU Nomor : 300.23/650/KPTS/XLIV.1/2026 tentang perpanjangan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla," jelasnya.
Keputusan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait untuk memperkuat koordinasi serta mengoptimalkan sumber daya dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
BPBD OKU menilai perpanjangan status siaga darurat diperlukan untuk meminimalkan potensi kebakaran baru sekaligus mengurangi dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.
Salah satu dampak yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Kabut asap berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari serta menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
Melalui perpanjangan status siaga darurat, pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh unsur penanggulangan bencana dapat bergerak secara cepat, tepat, dan terpadu ketika terjadi kebakaran.
Penanganan dilakukan dengan mengacu pada standar dan prosedur penanggulangan bencana agar risiko serta dampak karhutla dapat ditekan semaksimal mungkin.
BPBD OKU Siagakan 300 Personel Gabungan dan Optimalkan Posko Karhutla
Sebagai bagian dari pelaksanaan status siaga darurat, BPBD OKU menyiagakan sebanyak 300 personel gabungan dari BPBD dan berbagai instansi terkait di Kabupaten Ogan Komering Ulu.
Ratusan personel tersebut disiapkan untuk mendukung kegiatan pencegahan, pemantauan, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan sejak dini.
Kesiapsiagaan personel gabungan diharapkan dapat mempercepat respons ketika ditemukan titik api atau terjadi kebakaran di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Selain menyiagakan personel, BPBD OKU juga mengoptimalkan fungsi posko penanggulangan bencana yang berada di sejumlah daerah rawan karhutla.
Posko tersebut difungsikan sebagai pusat koordinasi penanganan, pemantauan kondisi lapangan, serta percepatan respons terhadap kejadian kebakaran.
Penguatan fungsi posko menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan kebakaran yang baru terjadi dapat segera ditangani sebelum meluas ke kawasan lainnya.
Melalui koordinasi antarpersonel dan optimalisasi posko, BPBD OKU berupaya meningkatkan efektivitas penanganan karhutla selama musim kemarau.
Enam Mobil Suplai Air dan Peralatan Pemadaman Disiapkan
Selain memperkuat kesiapan personel, BPBD OKU telah menyiapkan berbagai peralatan pendukung operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
Peralatan yang disiagakan meliputi mesin pompa air dan selang untuk mendukung kegiatan pemadaman api di lokasi kebakaran.
BPBD OKU juga menyiapkan mesin chainsaw atau gergaji mesin sebagai salah satu peralatan pendukung dalam operasi penanganan karhutla.
Untuk menunjang keselamatan petugas, pemerintah daerah menyediakan baju antiapi yang digunakan sebagai perlengkapan pelindung selama proses pemadaman.
Perlengkapan keselamatan lainnya mencakup oksigen serta masker ganda antipolusi untuk membantu melindungi petugas dari paparan asap dan kondisi udara yang tercemar.
BPBD OKU turut menyiapkan tangki air portabel atau portable water tank sebagai sarana pendukung penyediaan air dalam operasi pemadaman.
Selain peralatan tersebut, pemerintah daerah menyiagakan enam unit mobil suplai air untuk mendukung kebutuhan pasokan air ketika terjadi kebakaran di berbagai lokasi.
Ketersediaan kendaraan suplai air menjadi bagian dari kesiapan operasional agar petugas dapat melakukan pemadaman secara lebih cepat dan efektif.
Dengan dukungan personel, posko penanggulangan, peralatan pemadaman, dan kendaraan suplai air, BPBD OKU berupaya meningkatkan kemampuan penanganan karhutla secara terkoordinasi.
BPBD OKU Larang Warga Membuka Lahan dengan Cara Membakar
Di samping memperkuat kesiapan petugas, BPBD OKU juga mengingatkan masyarakat agar berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Salah satu imbauan utama yang disampaikan adalah agar masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Praktik pembukaan lahan melalui pembakaran berpotensi memicu kebakaran yang dapat meluas, terutama ketika kondisi cuaca kering dan risiko karhutla meningkat.
BPBD OKU menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat selama periode musim kemarau agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak awal.
"Kami juga mengingatkan kembali masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu karhutla guna mengantisipasi bencana kabut asap," ujar dia.
Imbauan tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan untuk mengurangi kemungkinan munculnya titik api baru sekaligus mengantisipasi terjadinya kabut asap.
Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat mendukung upaya penanggulangan bencana dengan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
BPBD OKU Fokus Cegah Kebakaran Baru hingga Akhir November 2026
Perpanjangan status siaga darurat hingga akhir November 2026 menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten OKU masih menempatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan sebagai salah satu prioritas penanganan bencana selama musim kemarau.
Data 177 kasus karhutla sepanjang Juli hingga Oktober 2026 menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menentukan langkah kesiapsiagaan dan penguatan penanganan.
BPBD OKU mengandalkan kesiapsiagaan 300 personel gabungan, optimalisasi posko di daerah rawan, penyediaan peralatan pemadaman, serta dukungan enam mobil suplai air untuk memperkuat penanggulangan karhutla.
Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap kejadian kebakaran dapat ditangani sedini mungkin sehingga risiko meluasnya api dan munculnya kabut asap dapat diminimalkan.
Pemerintah Kabupaten OKU juga terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pencegahan karhutla agar keselamatan warga dan kelestarian lingkungan tetap terjaga selama puncak musim kemarau 2026.
- Penulis :
- Arian Mesa




