
Pantau - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menjalin kerja sama dengan empat perusahaan asal Jepang untuk memperluas kesempatan magang, meningkatkan kompetensi profesional, dan membuka peluang karier internasional bagi mahasiswa.
Kerja sama tersebut melibatkan Sekolah Vokasi dan Fakultas Ilmu Budaya Undip dengan perusahaan yang berlokasi di Hokkaido, Iwate, dan Gifu, Jepang.
Dekan Sekolah Vokasi Undip, Budiyono, mengatakan kolaborasi dengan industri internasional menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja global.
Pernyataan tersebut disampaikan Budiyono melalui keterangan di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (23/10/2026).
Undip Jalin Kerja Sama dengan Empat Perusahaan Jepang
Empat perusahaan yang menjalin kerja sama dengan Undip adalah Daiichi Takimotokan di Hokkaido, Michinori Hotels di Prefektur Iwate, serta Gifu Spring dan Gifu Seki Kaihatsu di Prefektur Gifu.
Penandatanganan kerja sama melibatkan Dekan Sekolah Vokasi Undip Budiyono dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Undip Alamsyah.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan industri internasional.
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mengenal lingkungan kerja profesional di Jepang.
Budiyono menilai pengalaman langsung di industri menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi persaingan kerja internasional.
Mahasiswa Dituntut Kuasai Bahasa dan Kompetensi Profesional
Budiyono menegaskan bahwa kemampuan berbahasa asing saja belum cukup untuk menghadapi tuntutan dunia kerja global.
Menurutnya, mahasiswa juga harus memiliki keterampilan profesional, karakter yang baik, kemampuan beradaptasi, dan pengalaman kerja di lingkungan internasional.
"Penguasaan bahasa asing merupakan modal penting, tetapi kesiapan bekerja di tingkat global membutuhkan lebih dari itu," katanya.
Ia menjelaskan bahwa penguatan kompetensi mahasiswa membutuhkan keterlibatan perguruan tinggi dan perusahaan secara langsung.
Kolaborasi antara Sekolah Vokasi dan Fakultas Ilmu Budaya dinilai dapat menggabungkan kemampuan teknis dengan penguasaan bahasa serta pemahaman budaya.
Kerja Sama Internasional Diharapkan Berikan Hasil Berkelanjutan
Budiyono menekankan bahwa kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatanganan perjanjian.
Menurutnya, kemitraan dengan perusahaan Jepang perlu menghasilkan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi mahasiswa.
Program magang dan pengembangan kompetensi diharapkan dapat membantu lulusan memperoleh pengakuan atas kemampuan profesional mereka.
"Kami ingin menyiapkan lulusan yang kompetensinya diakui, karakternya dipercaya, dan memiliki kesempatan untuk membangun karier di tingkat global," tambahnya.
Ia menilai sinergi lintas fakultas menjadi salah satu cara untuk memperluas manfaat kerja sama internasional di lingkungan Undip.
Fakultas Ilmu Budaya Dorong Pemanfaatan Kemampuan Bahasa Jepang
Dekan Fakultas Ilmu Budaya Undip, Alamsyah, menyoroti pentingnya menghubungkan pembelajaran bahasa dan budaya Jepang dengan kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, kemampuan komunikasi lintas budaya dapat membantu mahasiswa beradaptasi saat menjalani magang maupun bekerja di perusahaan internasional.
"Penguasaan bahasa dan pemahaman budaya Jepang harus mampu membuka peluang nyata bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman profesional dan mengembangkan karier internasional," katanya.
Alamsyah berharap kerja sama dengan perusahaan Jepang dapat meningkatkan relevansi kompetensi mahasiswa terhadap kebutuhan industri.
Kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya Undip mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing dan mengembangkan karier di tingkat internasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan




