HOME  ⁄  Nasional

Pemda DIY Rencanakan Pembukaan Konsulat Kehormatan Meksiko di Yogyakarta untuk Perkuat Kerja Sama Budaya

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemda DIY Rencanakan Pembukaan Konsulat Kehormatan Meksiko di Yogyakarta untuk Perkuat Kerja Sama Budaya
Foto: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Duta Besar Meksiko untuk Indonesia Francisco de la Torre Galindo di Kepatihan Yogyakarta. Jumat 23/10/2026 (sumber: Humas Pemda DIY)

Pantau - Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berencana membuka Konsulat Kehormatan Meksiko di Yogyakarta untuk mempererat hubungan kedua wilayah, khususnya dalam bidang pendidikan, seni budaya, pertukaran pelajar, serta penyediaan informasi bagi masyarakat.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan Duta Besar Meksiko untuk Indonesia Francisco de la Torre Galindo di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY Abdul Ghofar Ismail mengatakan pembentukan konsulat kehormatan diharapkan dapat mendekatkan hubungan masyarakat Yogyakarta dan Meksiko meskipun kedua wilayah terpisah jarak geografis yang jauh.

"Meksiko ini negara yang letaknya jauh sekali secara geografis. Usaha kita, tantangan kita ke depan adalah untuk mendekatkan jarak yang jauh ini, bisa terasa lebih dekat," kata Ghofar saat memberikan keterangan di Yogyakarta, Jumat.

Menurut Ghofar, hubungan kedua wilayah dapat diperkuat melalui kegiatan pertukaran informasi, pendidikan, dan kebudayaan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Konsulat Kehormatan Meksiko Direncanakan Berlokasi di Royal Ambarrukmo

Ghofar menjelaskan bahwa Konsulat Kehormatan Meksiko direncanakan menempati salah satu ruangan di Royal Ambarrukmo, Yogyakarta.

Lokasi tersebut nantinya diharapkan menjadi pusat informasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengenal sejarah, budaya, pendidikan, dan berbagai aspek kehidupan di Meksiko.

Pusat informasi itu direncanakan menyediakan beragam bahan pembelajaran, seperti buku, video, film, dan majalah yang berkaitan dengan negara tersebut.

Selain menyediakan informasi mengenai Meksiko, konsulat kehormatan juga diharapkan menjadi sarana pengenalan bahasa Spanyol bagi masyarakat DIY.

Program pengenalan bahasa tersebut dinilai dapat membuka peluang komunikasi yang lebih luas sekaligus mendukung kegiatan pertukaran pendidikan dan kebudayaan.

Melalui keberadaan pusat informasi tersebut, masyarakat Yogyakarta diharapkan memiliki akses lebih mudah untuk memperoleh pengetahuan mengenai Meksiko tanpa harus mengunjungi negara itu secara langsung.

Meski demikian, Ghofar mengungkapkan bahwa rencana pembentukan Konsulat Kehormatan Meksiko masih berada dalam proses administratif di Kementerian Luar Negeri Meksiko.

Dengan demikian, pembukaan konsulat tersebut masih menunggu penyelesaian proses administrasi sebelum dapat direalisasikan.

DIY dan Meksiko Jajaki Pertukaran Mahasiswa serta Pelajar

Selain pembentukan konsulat kehormatan, Pemda DIY juga menjajaki peluang kerja sama pendidikan melalui program pertukaran mahasiswa dan pelajar antara Yogyakarta dan Meksiko.

Ghofar menilai pengenalan budaya dan bahasa dapat menjadi langkah awal untuk membangun hubungan pendidikan yang lebih erat antara kedua wilayah.

Program tersebut diharapkan memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan pelajar asal Meksiko untuk mengikuti kegiatan pendidikan di Yogyakarta.

Sebaliknya, mahasiswa dan pelajar Indonesia juga berpeluang memperoleh kesempatan belajar dan mengenal sistem pendidikan di Meksiko.

"Dengan demikian, nanti mungkin diikuti juga dengan pertukaran mahasiswa, pertukaran pelajar. Orang Meksiko datang ke sini untuk belajar dan orang Indonesia juga bisa datang ke Meksiko," kata Ghofar.

Menurutnya, pertukaran pendidikan dua arah dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kehidupan, bahasa, dan kebudayaan masing-masing negara.

Kerja sama pendidikan tersebut juga diharapkan dapat memperluas hubungan antarmasyarakat yang selama ini lebih banyak terjalin melalui komunikasi resmi antarpemerintah.

Pemda DIY Rancang Konser Bersama Seniman Meksiko di Yogyakarta

Selain sektor pendidikan, Pemda DIY menilai seni budaya menjadi salah satu bidang yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama Meksiko.

Salah satu gagasan yang tengah dipertimbangkan adalah penyelenggaraan konser bersama atau joint concert yang melibatkan seniman dari Meksiko dan kegiatan pertunjukan di Yogyakarta.

Melalui kegiatan tersebut, seniman Meksiko direncanakan dapat diundang untuk tampil di Yogyakarta sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kesenian negara tersebut kepada masyarakat setempat.

"Kerja sama ke depan yang paling potensial adalah dalam bidang pendidikan dan seni budaya. Ke depan, telah dirancang suatu kegiatan bersama, misalnya joint concert. Ada artis dari Meksiko yang didatangkan ke Yogja untuk tampil di sini," katanya.

Ghofar berharap kegiatan seni budaya dapat menjadi sarana interaksi langsung antara masyarakat Yogyakarta dan Meksiko.

Pertunjukan bersama tersebut juga berpotensi membuka ruang pertukaran pengalaman bagi pelaku seni dan budaya dari kedua wilayah.

Sultan HB X Dorong Hubungan Meksiko dan DIY Tak Sekadar Formalitas

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan pentingnya membangun hubungan persahabatan yang tidak hanya terbatas pada komunikasi resmi antarpemerintah.

Menurut Sultan, masyarakat perlu mendapatkan kesempatan untuk saling mengenal sejarah, kebudayaan, dan sistem pendidikan masing-masing sebagai dasar pengembangan hubungan yang berkelanjutan.

Ia menilai komunikasi yang telah terjalin antara DIY dan Meksiko perlu ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret, termasuk penjajakan pembentukan konsulat kehormatan.

"Jadi tidak hanya formalitas hubungan antar-pemerintah, tetapi bagaimana publik juga bisa tahu sejarah, budaya, pendidikan yang di Meksiko dan sebagainya. Itu jadi landasan untuk membangun dialog lebih jauh antar-publik. Dengan pola pendekatan seperti itu, akan terbangun persahabatan, komunikasi yang paling baik," kata Sultan.

Sultan berharap keberadaan konsulat kehormatan dapat membuka akses informasi yang lebih luas sekaligus menjadi sarana mempererat komunikasi antara masyarakat Yogyakarta dan Meksiko.

Melalui pendekatan tersebut, hubungan kedua wilayah diharapkan berkembang menjadi kerja sama yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan pendidikan, seni, dan kebudayaan.

Dubes Meksiko Nilai Yogyakarta Cerminkan Keberagaman Indonesia

Sementara itu, Duta Besar Meksiko untuk Indonesia Francisco de la Torre Galindo memberikan penilaian positif terhadap Yogyakarta sebagai salah satu daerah yang mampu memperkenalkan keberagaman Indonesia kepada masyarakat internasional.

Francisco menilai Yogyakarta memiliki kekayaan budaya, agama, dan kesenian yang dapat memberikan gambaran mengenai kehidupan masyarakat Indonesia.

Menurutnya, Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang layak direkomendasikan kepada masyarakat Meksiko yang ingin memahami Indonesia secara lebih mendalam.

"Ketika orang Meksiko bertanya kepada saya, tempat mana yang harus saya rekomendasikan untuk dikunjungi guna memahami Indonesia, saya berpikir tentang Yogya. Yogya menunjukkan keberagaman, budaya, agama, dan keunikan dari suatu wilayah yang istimewa," kata Francisco.

Pandangan tersebut memperlihatkan potensi Yogyakarta sebagai salah satu pintu pengenalan budaya Indonesia bagi masyarakat Meksiko.

Rencana pembentukan Konsulat Kehormatan Meksiko di Yogyakarta diharapkan dapat memperkuat hubungan dua arah, baik untuk memperkenalkan Meksiko kepada masyarakat DIY maupun meningkatkan pemahaman masyarakat Meksiko mengenai Yogyakarta.

Pemda DIY berharap proses administratif pembentukan konsulat kehormatan dapat diselesaikan sehingga berbagai rencana kerja sama pendidikan, pertukaran pelajar, pengenalan bahasa Spanyol, dan kegiatan seni budaya dapat ditindaklanjuti.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026