HOME  ⁄  Nasional

Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembangunan Museum Haji Indonesia untuk Lestarikan Sejarah Perjuangan Ulama

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembangunan Museum Haji Indonesia untuk Lestarikan Sejarah Perjuangan Ulama
Foto: Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak berfoto dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di kantor Kementerian Kebudayaan (sumber: Kemenhaj)

Pantau - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menjajaki kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) untuk menginisiasi pembangunan Museum Haji Indonesia sebagai upaya melestarikan sejarah perjalanan haji sekaligus memperkenalkan kontribusi ulama, santri, dan tokoh Islam dalam perjuangan bangsa.

Rencana pembangunan museum tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di kantor Kementerian Kebudayaan.

Dahnil menegaskan bahwa sejarah perjalanan haji masyarakat Indonesia memiliki makna lebih luas daripada sekadar pelaksanaan ibadah ke Tanah Suci karena berkaitan dengan perkembangan pendidikan, pertukaran ilmu pengetahuan, dan perjuangan kebangsaan.

"Sejarah haji Indonesia bukan semata-mata tentang perjalanan ibadah ke Tanah Suci. Di dalamnya terdapat jejak perjuangan, pertukaran ilmu, dan kontribusi ulama serta santri dalam membangun kesadaran kebangsaan,” ujar Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut Dahnil, sejarah perhajian Indonesia merupakan bagian penting dari perjalanan intelektual, sosial, dan perjuangan bangsa yang perlu dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.

Melalui penjajakan kerja sama tersebut, Kemenhaj berupaya mencari langkah konkret untuk mendokumentasikan, merawat, dan memperkenalkan warisan sejarah perhajian nasional kepada masyarakat luas.

"Melalui kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, kami ingin menjajaki upaya merawat warisan sejarah ini agar dapat dipelajari oleh masyarakat luas,” ujar Dahnil.

Museum Haji Indonesia Dirancang Jadi Pusat Edukasi dan Pelestarian Sejarah

Museum Haji Indonesia direncanakan menjadi ruang publik yang menghimpun, menyimpan, merawat, dan memperkenalkan berbagai sumber sejarah terkait perjalanan serta penyelenggaraan ibadah haji masyarakat Indonesia dari masa ke masa.

Museum tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami hubungan antara perjalanan ibadah haji dan kontribusi para tokoh Islam dalam perkembangan sejarah bangsa.

Keberadaan museum juga diarahkan untuk memperkenalkan nilai-nilai perjuangan, pengabdian, serta pemikiran para ulama dan santri yang memiliki peran dalam membangun kesadaran kebangsaan.

"Dengan demikian, nilai-nilai perjuangan dan pengabdian para pendahulu dapat terus diwariskan,” katanya.

Sejumlah koleksi yang berpotensi dihimpun dalam museum tersebut meliputi arsip sejarah, foto, dokumen perjalanan haji, serta berbagai artefak yang menggambarkan perkembangan penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.

Koleksi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai perjalanan masyarakat Indonesia menuju Tanah Suci sekaligus memperlihatkan perkembangan kehidupan sosial, intelektual, dan keagamaan umat Islam dalam berbagai periode sejarah.

Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, Museum Haji Indonesia juga berpotensi dikembangkan menjadi pusat edukasi, penelitian, dan literasi sejarah perhajian nasional.

Museum tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi akademisi, peneliti, pelajar, dan masyarakat yang ingin mendalami sejarah perjalanan haji serta kontribusi tokoh-tokoh Islam dalam perkembangan Indonesia.

Kemenhaj Buka Peluang Telusuri Arsip Sejarah Haji di Belanda

Inisiatif pembangunan Museum Haji Indonesia juga membuka peluang penelusuran dan pengumpulan sumber sejarah perhajian nasional yang saat ini tersebar di berbagai lembaga, baik di dalam maupun luar negeri.

Salah satu peluang yang menjadi perhatian adalah penelusuran dokumen dan arsip sejarah perjalanan haji masyarakat Indonesia yang tersimpan di museum serta lembaga kearsipan di Belanda.

Penelusuran tersebut berpotensi memperkaya dokumentasi mengenai perjalanan haji masyarakat Indonesia, termasuk keterkaitannya dengan perkembangan sosial, pendidikan, pemikiran keagamaan, dan perjuangan kebangsaan.

Pengumpulan sumber sejarah dari berbagai lembaga juga diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi perhajian yang selama ini belum terhimpun dalam satu ruang pelestarian.

Melalui langkah tersebut, Museum Haji Indonesia berpotensi menghadirkan dokumentasi sejarah yang lebih lengkap mengenai perkembangan penyelenggaraan ibadah haji dan pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.

Sejarah Tjokroaminoto hingga Ahmad Dahlan Berpotensi Diperkenalkan

Rencana pembangunan Museum Haji Indonesia turut diarahkan untuk memperkenalkan kontribusi sejumlah tokoh penting yang memiliki keterkaitan dengan sejarah perhajian, pendidikan, dan pergerakan kebangsaan.

Salah satu tokoh tersebut adalah Haji Oemar Said Tjokroaminoto yang dikenal memiliki peran penting dalam perkembangan pergerakan nasional Indonesia.

Tokoh lainnya adalah Haji Ahmad Dahlan yang memberikan kontribusi besar dalam bidang pendidikan serta pembaruan sosial keagamaan melalui gerakan Muhammadiyah.

Haji Hasyim Asy'ari juga menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan pendidikan Islam dan kehidupan keagamaan masyarakat Indonesia melalui perannya dalam pendirian Nahdlatul Ulama.

Selain itu, Haji Agus Salim dikenal sebagai tokoh yang berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan dan diplomasi Indonesia.

Haji Samanhudi turut memiliki peran dalam perkembangan gerakan sosial dan kebangsaan melalui pendirian Sarekat Dagang Islam.

Kehadiran Museum Haji Indonesia diharapkan dapat memperkenalkan kembali perjalanan sejarah dan kontribusi para tokoh tersebut kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Melalui dokumentasi dan penyajian sumber sejarah, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa perjalanan haji memiliki keterkaitan dengan perkembangan pemikiran, pendidikan, gerakan sosial, dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Pembangunan Museum Haji Indonesia Masih Tahap Penjajakan

Penjajakan kerja sama antara Kemenhaj dan Kemenbud menjadi langkah awal untuk membangun sinergi antarkementerian dalam pelestarian warisan sejarah nasional, khususnya sejarah perjalanan haji masyarakat Indonesia.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya dokumentasi, penelitian, pelestarian, dan pengenalan sejarah perhajian sebagai bagian dari identitas serta perjalanan bangsa.

Pemerintah juga berupaya membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mempelajari berbagai sumber sejarah yang berkaitan dengan kontribusi ulama, santri, dan tokoh-tokoh haji dalam perkembangan Indonesia.

Dalam jangka panjang, Museum Haji Indonesia diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran sejarah yang tidak hanya menyimpan koleksi, tetapi juga mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan literasi sejarah nasional.

Meski demikian, rencana pembangunan Museum Haji Indonesia saat ini masih berada pada tahap penjajakan kerja sama antara Kementerian Haji dan Umrah dengan Kementerian Kebudayaan.

Inisiatif tersebut diharapkan menjadi langkah awal menghadirkan ruang pelestarian sejarah perhajian yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus diwariskan kepada generasi mendatang.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026