HOME  ⁄  Nasional

BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sejumlah Kota di Indonesia pada Minggu, Waspadai Petir, Gelombang Tinggi, dan Banjir Rob

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sejumlah Kota di Indonesia pada Minggu, Waspadai Petir, Gelombang Tinggi, dan Banjir Rob
Foto: Ilustrasi - Kota Palembang diguyur hujan lebat pada Sabtu (24/10/2026)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi mengalami hujan ringan hingga hujan disertai petir pada Minggu (25/10/2026), sementara masyarakat pesisir diminta mewaspadai gelombang tinggi dan potensi banjir rob.

Prakiraan tersebut disampaikan Prakirawan BMKG Nazmi Nariyah melalui video informasi cuaca yang dipantau dari kanal YouTube resmi BMKG di Jakarta, Minggu pagi.

Sejumlah kota yang diprakirakan mengalami hujan ringan meliputi Padang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Makassar, Pangkal Pinang, Palangka Raya, Banjarmasin, dan Manado.

Sementara itu, hujan disertai petir berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter di sejumlah perairan Samudra Hindia serta risiko banjir pesisir di beberapa provinsi.

BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Banjarmasin, Bandung, dan Sejumlah Kota

BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur sejumlah kota besar di Indonesia sepanjang Minggu.

Kota Padang di Sumatera Barat termasuk wilayah yang diprakirakan mengalami hujan ringan.

Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Bandung, Jawa Barat; Semarang, Jawa Tengah; serta Yogyakarta.

Di wilayah Sulawesi Selatan, Kota Makassar juga masuk dalam daftar daerah yang diprakirakan mengalami hujan ringan.

Prakirawan BMKG Nazmi Nariyah menyampaikan bahwa potensi hujan ringan tidak hanya terjadi di Pulau Jawa dan Sumatera.

"Potensi hujan ringan juga terdapat di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung; Palangkaraya, Kalimantan Tengah; Banjarmasin, Kalimantan Selatan; Manado, Sulawesi Utara; dan sejumlah kota lainnya," kata Nazmi.

Selain wilayah tersebut, hujan ringan juga diprakirakan terjadi di Ambon, Sorong, Nabire, dan Jayapura.

Perbedaan kondisi cuaca antardaerah membuat masyarakat perlu memperhatikan prakiraan sesuai lokasi masing-masing.

Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Sumatera hingga Papua

Selain hujan ringan, BMKG mengeluarkan prakiraan potensi hujan disertai petir di sejumlah kota besar.

Di Pulau Sumatera, hujan petir berpotensi terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Tanjung Pinang, dan Palembang.

Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, serta Mamuju, Sulawesi Barat.

Untuk wilayah Papua, BMKG memperkirakan hujan disertai petir berpotensi terjadi di Jayawijaya, Papua Pegunungan, dan Merauke, Papua Selatan.

Prakiraan tersebut menunjukkan adanya kemungkinan kondisi cuaca berbeda antara satu wilayah dan wilayah lainnya.

BMKG mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tetap dapat terjadi secara lokal meskipun cuaca kering masih mendominasi sejumlah daerah.

Masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami hujan petir diimbau memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru.

Jakarta Diprakirakan Mengalami Udara Kabur, Sejumlah Kota Berawan Tebal

BMKG juga memprakirakan kondisi cuaca berupa awan tebal, udara kabur, serta asap atau kabut di sejumlah daerah.

Cuaca berawan tebal berpotensi terjadi di Bengkulu, Surabaya, Kupang, dan Ternate.

Sementara itu, kondisi udara kabur diprakirakan terjadi di Serang, Jakarta, dan Mataram.

Untuk potensi asap atau kabut, BMKG mencatat sejumlah kota yang perlu memperhatikan kondisi tersebut.

Wilayah yang diprakirakan mengalami asap atau kabut meliputi Bandar Lampung, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Palu, Gorontalo, Kendari, dan Manokwari.

Perbedaan prakiraan tersebut menjadi informasi bagi masyarakat dalam merencanakan aktivitas di luar ruangan.

BMKG meminta masyarakat tetap memantau pembaruan informasi karena kondisi cuaca dapat berubah.

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Samudra Hindia

Selain kondisi cuaca daratan, BMKG mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia.

Gelombang laut dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter diprakirakan terjadi di Samudra Hindia sebelah barat Aceh hingga Lampung.

Potensi gelombang dengan ketinggian serupa juga terdapat di Samudra Hindia selatan Banten hingga selatan Nusa Tenggara Timur.

BMKG meminta nelayan dan masyarakat pengguna transportasi laut meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi perairan tersebut.

Informasi mengenai tinggi gelombang perlu diperhatikan sebelum melakukan aktivitas pelayaran maupun kegiatan di laut.

Kondisi gelombang tinggi berpotensi memengaruhi keselamatan aktivitas masyarakat yang bergantung pada transportasi perairan.

Enam Provinsi Diminta Waspadai Potensi Banjir Rob

BMKG turut mengeluarkan peringatan mengenai potensi banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah Indonesia.

Masyarakat pesisir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Barat diminta memperhatikan kondisi pasang air laut.

Potensi banjir rob berkaitan dengan kenaikan permukaan air laut saat terjadi pasang yang dapat memengaruhi kawasan pesisir.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah tersebut menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut.

Peringatan tersebut terutama ditujukan kepada warga yang tinggal atau menjalankan kegiatan di kawasan pesisir.

BMKG Ingatkan Risiko Kekeringan dan Kebakaran Hutan

Di tengah prakiraan hujan pada sejumlah kota, BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca kering masih mendominasi.

Meski demikian, hujan sedang hingga lebat tetap berpotensi terjadi secara lokal.

BMKG juga meminta masyarakat mewaspadai risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

Kewaspadaan diperlukan karena kondisi cuaca dapat berbeda di setiap wilayah Indonesia.

Masyarakat diimbau mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.

Informasi terbaru dapat menjadi acuan untuk menyesuaikan aktivitas sehari-hari, terutama bagi masyarakat di wilayah rawan hujan petir, gelombang tinggi, dan banjir pesisir.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026